It’s all about writing, photography, books, design, business, internet and love

Pak Jorgen (spell: Yohan) is a reader of Jakarta Daily Photo and that’s how we met. He emailed me with photos of Jakarta in the 70’s (he worked in a scooter company back then) which I thought was precious! He loves and knows Jakarta more than anybody else I met! He then joined Flickr and making friends with some of my Flickr buddies and we’re now one happy Flickr Family
Pak Jorgen and his wife, Tante Susan, came to Jakarta this weekend. Me and Goldy picked them up at the airport and going straight to their hotel at Blok-M (Losari Hotel). As clumsy as we always do, we forgot where Blok-M Plaza is
Thank God, Pak Jorgen lead us the way haha. Pretty embarrassing and I know that we should really get that GPS sooner.
Pak Jorgen and Tante Sus has given us a lot of thoughtful gifts. He knows that I love Paris so much, he bought me an Eiffel Tower miniature he bought in Eiffel Tower, Paris! He brought me Paris postcards, Paris Map, Paris Songs on a CD (love them), he also brought me some Danish trademark, Hans Cristian Andersen book and miniature and the little mermaid miniature. He also surprised Goldy by giving him a Lego! Yaiy!
Pak Bhakti, our Flickr friend from Amsterdam, also giving me and Goldy a nice book he got in Denmark. Pak Jorgen photograph me holding Pak Bhakti gift to ensure Pak Bhakti that I really receiving his gift hehe. Thanks a lot my friends. These gifts meant a lot to me!
On Sunday, Chandra joined us to show our guest around Jakarta. We went to Fatahillah Museum. Turned out there was a Batavia Art Festival to celebrate Jakarta’s 481st birthday. It was fun! We took pictures, hang out in Cafe Batavia where Chandra received his gifts.
Then we’re off to Ancol. Thank God, Chandra lead the way hehe. I never knew Ancol had a nice beach. Of course I knew it from Chandra and Dhani’s pictures. But I just can’t believe that it’s really Ancol, they’re talking about hehe. We had lunch at Le Bridge and drink coconut too. Pak Jorgen and Tante Susan stick with their beer Bintang
I’m going to have dinner with them one more time before they packed their bag and go to Bandung, Yogyakarta and Bali. I wish they will have more fun in those cities. Because this lovely and romantic couple deserves it!
Meanwhile, I must really learn more about Jakarta and places of interests, because I’m no good tourist guide. Sigh.

Masih inget post gue tentang Taksi Transcab yang akhirnya dengan heboh beredar dari milis ke milis? Foto yang gue taruh di blog waktu itu, menurut informasi dari Chandra dan juga laporan Goldy, masuk di halaman 14 Majalah Tempo terbaru. Hebat? Keren? Memang. Tapiiii… sayangnya pihak Majalah Tempo tidak pernah konfirmasi dulu sama gue dan di majalah juga sama sekali tak tercantum sumber foto. Sayang sekali kejadian ini bisa terjadi pada majalah sebesar Tempo.
Kemudian gue langsung emailin redaksi Majalah Tempo untuk minta pertanggung jawaban atas masalah ini. Tadi pagi responnya baru masuk. Gue ditelepon dan mereka meminta maaf atas kekhilafan mereka dan menyatakan akan bertanggung jawab dengan membayar foto yang telah mereka pakai. Gue minta 2x lipat dari harga normal foto yang biasa mereka bayarkan (ini gue udah being kind). Dan permintaan gue sudah dipenuhi.
Maka dengan ini gue nyatakan case closed. Apology accepted. Semoga tidak terjadi lagi di kemudian hari. Karena… kalo messing around ama properti-nya blogger urusannya bisa panjang
Thanks buat Chandra dan Goldy serta teman-teman di Flickr dan Plurk yang sudah memberikan dukungan ![]()

Alhamdulillah, thank you Allah for my 25th years of beautiful life and hopefully many years to come. Akhirnya saya turn 25 juga. Usia yang nggak bisa dibilang muda lagi (”Udah sukses ya? Wajar dong… kan udah 25…” hehe). Ada perbedaan antara ulang tahun yang sekarang dengan yang tahun lalu. Tahun lalu, saya masih berstatus karyawan di sebuah perusahaan. Sekarang, sudah punya karyawan. Dulu, makan siang bareng teman-teman satu divisi. Sekarang, makan siang bareng keluarga, bareng my Goldy, bareng my friends, my boys and my girls dari kutukutubuku + TukuSolution + Global Sukses, ditambah lagi Flickr Buddies yang secara mengharukan bisa hadir kemarin hehe.
Tahun ini memang special. Saya terima buanyaaak sekali doa dari teman-teman di berbagai social networking yang saya ikuti hehe, antara lain Flickr (ini gara-gara ketahuan duluan hehe), Plurk (imbas dari Flickr), Friendster (Ollie’s Birthday is Coming Up!), FaceBook, Multiply, Orkut, dll
Tahun lalu juga banyak dari social networking, tapi tahun ini massive sekali. Thanks so much. Terimakasih juga dengan teman-teman yang sudah memberikan doanya secara personal by email maupun SMS. Really means a lot to me!
Birthday party diadakan di Ayam Bakar Mas Mono, Tebet Raya. Sebenernya awalnya cuma mau makan siang aja bareng anak-anak kantor, trus akhirnya teman-teman Flickr yang selama ini udah erat sekali di bidang per-komenan (Chandra, Satya, Sari, TehKici & Little Kirana) menyatakan bisa hadir (Thanks buddies! Gue jadi puas nih difoto-foto haha!), dan secara rahasia, Angel dan Goldy mengundang keluarga saya, jadinya rame tumpah ruah ngumpul di Mas Mono hehe. So fun!
Soal kado, macem-macem deh… mom kasih diamond ring which always be my favorite, daddy kasih dispenser (aneh tapi nyata… hehehe), Goldy kasih shopping spree, Angel kasi my favorite banana cake and voucher kutu and voucher nonton di blitz, Chandra kasih sparkling grape biar gaya hehe, Teh Kici kasih tas imut, and Tya kasih gantungan kunci (apa gantungan hape ya hehe) cute. Thanks banget untuk kado-kadonya!
The biggest gift yang gue terima hari itu adalah dari Media Kita. Buku saya yang berjudul ‘Membuat Toko Online dengan Multiply‘ sudah terbit dan baru saya pegang saat acara makan-makan. I love it! It’s my first how-to book and I’m so excited to see the book! Udah ada 2 orang yang kasih feedback ke saya tentang buku ini, via email. Salah satunya bilang:
From: Vidiana Djiu
Salam kenal Mbak Ollie
Saya sudah baca buku mbak yang “membuat toko online di multiply” dan buku itu bagus banget.
kebetulan saya ingin sekali punya toko online di sana tapi ga tau cara nya, dan buku mbak sangat membantu.
More about this book on the next post ya, teman-teman! Pokoknya beli aja dulu ‘Membuat Toko Online dengan Multiply’ di Kutukutubuku.com, 15% OFF!
Abis makan, gue sama Goldy nonton Kung Fu Panda di Blitz Grand Indonesia (make voucher dari Angel, thanks Cha!). Aduh bagus banget film-nya. Sebelumnya juga sempet main x-box bareng di ruang game-nya. FUN!
Dari Blitz langsung ke TIM karena mau nonton Sirkus Kontemporer yang diadain sama CCF. Dinner dulu di deket situ, makan Beef Strawberry and Beef Cordon Bleu
Trus nonton deh.

Sirkusnya bagus dan keren banget. It’s all about 2 great looking man with a pole and some instrument. Tapi sayang kok cuma bentaran ya (45 menit). But that’s enough sih untuk mengobati kerinduan gue akan bahasa Prancis (banyak bule ngomong bahasa Prancis di sekitar tempat duduk).
I had a great birthday, with a great friends, great food, great show, great time. Thanks everyone!
Ps: My best friend nggak show up… harus ditebus dengan girl’s night out lagi nih haha

“Saya nggak butuh uang kamu!” Kernet bis 46 berteriak marah. Waduh. Kok bisa gini. Seumur-umur gue bahkan nggak tega merobek uang kertas seratus rupiah.
Ceritanya sebenernya lumayan klasik. Bis 46 memberlakukan tarif baru Rp 2.500. Salah satu penumpang wanita yang duduk di depan gue, merasa ia hanya naik bis dalam jarak dekat. Ia pun memberikan uang yang menurutnya pantas dengan jarak yang ia tempuh: Rp 2.000. Ternyata, kernet yang sensitif dengan kenaikan harga BBM dan kejaran setoran, tak membiarkan Rp 500-nya begitu saja. Terjadilah adu mulut yang sengit, yang diakhiri dengan insiden perobekan uang kertas senilai Rp 2.000.
Dalam kejadian ini, buntutnya bisa panjang:
1. Kernet yang marah bisa saja berbuat kasar saat itu juga (baik dengan tangan kosong ataupun dengan senjata kalo ada)
2. Pada saat si penumpang turun, bisa saja ia tidak diturunkan atau didorong keluar
3. Muka si penumpang akan ditandai dan kernet mengirimkan bala bantuan premannya untuk mencopet/merampok
Intinya kejadian-kejadian tragis akan menyelimuti, hanya karena Rp 500.
Singkat cerita, gue kuliahin dikit kernetnya tentang nilai uang yang dia robek itu. Trus gue bayarin ongkos penumpang di depan gue, dengan harapan kalau dia lihat orang lain menghargai uangnya maka ia sendiri juga akan menghargai uangnya. Mbak-mbak di depan gue mau bayar kembali uang gue, tapi gue say no. Trus mbak itu memberikan uang Rp 2.500 ke pengemis yang barusan naik.
Di Pancoran gue turun dan melanjutkan perjalanan dengan metro mini. Dari naik ampe turun, abangnya sama sekali tidak menagih duit ke gue. Padahal 604 gitu loh hauhhehe. Masa ga butuh duit. Kernetnya cuma duduk aja di depan sambil ngobrol-ngobrol dengan supir. Trus setelah gue menimbang, apakah ini rejeki gue atau bukan, akhirnya gue memutuskan untuk melemparkan uangnya ke si Kernet sebelum turun, dan dia pun spontan berdiri dengan wajah heran.
“Makasih ya, Bu!”
Haha. Jarang-jarang kan kernet bilang terimakasih. Gue aja takjub.
Anyway, you’re welcome.
Ps: Ini kedua kali gue naik bis dalam seminggu. First attempt, gue jatuh di 46 karena bisnya nggak berhenti sama sekali waktu gue naikin, padahal gue lagi pegang tas di tangan kanan, laptop di tangan kiri dan menggunakan high heels
Tapi di second attempt gue semakin terlatih.