• Personal

    Hiatus (not)!

    Weleh… nggak terasa gue 10 hari OFF ngeblog. Bukan karena gue hiatus ya. But gue baru sadar akan beberapa hal aja. My life updates: Im dan Naem, teman-teman gue dari Malaysia, datang saat Jakarta sedang kisruh karena masalah banjir. Im sendiri harus terjebak di dalam bis damri sekitar 6 jam-an baru bisa ketemu sama Chandra. Duh malu-maluin. Gue temenin Im dan Naem belanja ke berbagai penjuru Jakarta. Nanti gue akan keluarkan postingan tentang “Where to shop @ Jakarta” Akhirnya gue pasang FastNet 768, Homecable 66 dan Add on News & Entertainment. That means, unlimited fast internet and unlimited OPRAH WINFREY SHOW hehehe. I love it! They cost me around Rp…

  • Personal

    Childhood Memory: Being a Kutu Buku

    Dari kecil gue suka baca buku. Alhamdulillah, 20 tahun kemudian gue bisa punya toko buku sendiri. It’s a dream come true. About the picture, kayaknya yang gue pegang itu adalah kamus punya bokap hehe. Buku pertama milik gue sendiri adalah sebuah komik berjudul City Hunter. Yang hidup di ‘era gue’, pasti pada tau dong sama tokoh City Hunter yang legendaris banget, Ryo Saeba hahaha. Ancur banget deh pilihan gue. Tapi mana gue tau?! Yang jelas waktu itu bukunya besar dan tebal. Siapa yang gak terpikat? So, what is your first book?

  • Reviews

    168 jam dalam sandera

    Saya menghela napas setelah selesai membaca buku ‘168 jam dalam sandera’ milik Meutya Hafid, yang menceritakan pengalamannya beserta Budiyanto selama disandera di Irak. Kisahnya sungguh menghanyutkan dan membuat saya ikut tegang, terharu, harap-harap cemas, serta mengerti apa yang dirasakan Meutya Hafid saat itu. Buku dibuka dengan kepanikan yang melanda saat mereka dihadang gerombolan bersenjata di sebuah POM bensin. Sejatinya mereka sudah akan keluar dari perbatasan Irak saaat ditugaskan masuk kembali untuk meliput perayaan As-Syuraa. Dari POM bensin itu mereka digiring ke sebuah gua kecil di padang pasir, tempat mereka disekap. Perlakuan yang diterima Meutya dan Budi selama disandera sangat baik. Mujahidin menyediakan makanan tergolong mewah untuk mereka. Makan kebab dengan…