It’s all about writing, photography, books, design, business, internet and love

Btw, also read me: It's Hard to Say Goodbye

Ask Ollie: Cara Nerbitin Buku

Jun 8, 2008 Author: Ollie | Filed under: Ask Ollie

Saya memutuskan untuk membuka kategori baru di blog saya, judulnya ‘Ask Ollie’. Sejak lama, banyak dari pembaca blog yang mengirimkan email secara langsung untuk bertanya mengenai berbagai macam hal, mulai dari web developing, bisnis, menulis, marketing, cari kerja, dll. Akhirnya daripada saya menjawab suatu hal berulang kali, sekalian saja akan saya masukkan jawaban pertanyaan saya pada setiap post ‘Ask Ollie’. Bagi yang ingin ‘Ask Ollie’ juga, silahkan kontak saya. Semoga bermanfaat!

Hi Ollie,

Mau nanya, kalo gak salah Ollie pernah nerbitin buku ya? Boleh tahu ga gimana prosesnya? Apakah nyari penerbit dulu yang kira2 mau nerbitin buku kita, atau nyelesaikan tulisan bukunya dulu? Kalo aku mau bikin buku (kroyokan sama temen2), penerbit mana yang enak dideketin? Trus proses editingnya gimana?

Thanks ya Lie.

Salam,

Endah

Dear Mbak Endah,

Benar Mbak Endah. Kebetulan dulu saya dapat beasiswa dari Gagas Media untuk sekolah menulis di Jakarta School. Setelah itu saya menulis naskah untuk dijadikan ‘tugas akhir’. Kebetulan, akhirnya naskah saya dipilih dari puluhan murid untuk diterbitkan. Hingga saat ini, 4 buku saya sudah diterbitkan. More to come :)

Kalo proses normalnya sih gini:

  1. Pelajari tren yang sedang ada di masyarakat. Kalo lagi tren buku muslim, berarti silahkan selesaikan naskah fiksi Anda dan nanti disetorkan ke penerbit-penerbit yang banyak nerbitin buku muslim seperti Mizan, Qultum Media, Republika, dll. (Untuk naskah non-fiksi bisa dikirimkan outline-nya dulu, tergantung kebijakan masing-masing penerbitan)
  2. Cari alamat dan nomer kontak penerbit tersebut kemudian hubungi editornya dan tawarkan naskah kita
  3. Kirim naskah hardcopy + data diri Anda ditujukan ke editor tersebut. Kalau bisa sudah termasuk endorsement dari orang-orang yang telah membaca naskah Anda sebelumnya
  4. Hubungi editor itu kembali untuk memastikan naskah kita telah sampai di tangannya
  5. Tunggu maksimal 3 bulan untuk dapat jawabannya
  6. Terus menulis buku lainnya :)

Soal buku keroyokan bisa juga. Riset aja penerbit yang biasa bikin buku keroyokan (mungkin bisa pelajari dulu di toko buku online Kutukutubuku.com). Setelah naskah disetujui, proses editingnya dari mereka kok :)

Good luck!

Bookmark: del.icio.us | Digg it | Furl | ma.gnolia | reddit | StumbleUpon | Wink | Yahoo MyWeb |

Antara Bis, Duit, dan BBM

Jun 6, 2008 Author: Ollie | Filed under: Personal

“KREK!” Dua lembaran uang seribuan dirobek di depan mata gue.

“Saya nggak butuh uang kamu!” Kernet bis 46 berteriak marah. Waduh. Kok bisa gini. Seumur-umur gue bahkan nggak tega merobek uang kertas seratus rupiah.

Ceritanya sebenernya lumayan klasik. Bis 46 memberlakukan tarif baru Rp 2.500. Salah satu penumpang wanita yang duduk di depan gue, merasa ia hanya naik bis dalam jarak dekat. Ia pun memberikan uang yang menurutnya pantas dengan jarak yang ia tempuh: Rp 2.000. Ternyata, kernet yang sensitif dengan kenaikan harga BBM dan kejaran setoran, tak membiarkan Rp 500-nya begitu saja. Terjadilah adu mulut yang sengit, yang diakhiri dengan insiden perobekan uang kertas senilai Rp 2.000.

Dalam kejadian ini, buntutnya bisa panjang:
1. Kernet yang marah bisa saja berbuat kasar saat itu juga (baik dengan tangan kosong ataupun dengan senjata kalo ada)
2. Pada saat si penumpang turun, bisa saja ia tidak diturunkan atau didorong keluar
3. Muka si penumpang akan ditandai dan kernet mengirimkan bala bantuan premannya untuk mencopet/merampok

Intinya kejadian-kejadian tragis akan menyelimuti, hanya karena Rp 500.

Singkat cerita, gue kuliahin dikit kernetnya tentang nilai uang yang dia robek itu. Trus gue bayarin ongkos penumpang di depan gue, dengan harapan kalau dia lihat orang lain menghargai uangnya maka ia sendiri juga akan menghargai uangnya. Mbak-mbak di depan gue mau bayar kembali uang gue, tapi gue say no. Trus mbak itu memberikan uang Rp 2.500 ke pengemis yang barusan naik.

Di Pancoran gue turun dan melanjutkan perjalanan dengan metro mini. Dari naik ampe turun, abangnya sama sekali tidak menagih duit ke gue. Padahal 604 gitu loh hauhhehe. Masa ga butuh duit. Kernetnya cuma duduk aja di depan sambil ngobrol-ngobrol dengan supir. Trus setelah gue menimbang, apakah ini rejeki gue atau bukan, akhirnya gue memutuskan untuk melemparkan uangnya ke si Kernet sebelum turun, dan dia pun spontan berdiri  dengan wajah heran.

“Makasih ya, Bu!”

Haha. Jarang-jarang kan kernet bilang terimakasih. Gue aja takjub.

Anyway, you’re welcome.

Ps: Ini kedua kali gue naik bis dalam seminggu. First attempt, gue jatuh di 46 karena bisnya nggak berhenti sama sekali waktu gue naikin, padahal gue lagi pegang tas di tangan kanan, laptop di tangan kiri dan menggunakan high heels :D Tapi di second attempt gue semakin terlatih.

Bookmark: del.icio.us | Digg it | Furl | ma.gnolia | reddit | StumbleUpon | Wink | Yahoo MyWeb |

Kutukutubuku.com on Tabloid Nova (by Si Ollie) Kutukutubuku.com on Majalah Prodo (by Si Ollie)

Bulan Juni dibuka dengan kebahagiaan karena artikel tentang Kutukutubuku.com diulas di Majalah Prodo dan Tabloid Nova terbaru! Asik sekali :)

Majalah Prodo bulan ini membahas mainly tentang liburan (Katanya semua staf Majalah Prodo pada terbang ke Bali demi menyusun artikel tentang liburan di edisi ini! Pasti seru!). I will definitely need all the tips here karena Insya Allah Juli dah ada plan liburan ke pantai bareng temen-temen :)

Tabloid Nova sendiri menurunkan edisi khusus Wirausaha. Semua yang perlu diketahui untuk berwirausaha ada disini, beserta studi kasus, contoh-contoh sukses pengusaha yang sudah duluan nyemplung menjadi entrepreneur (termasuk Kutukutubuku.com dong? Amiin!)

So, tunggu apa lagi?! Beli Majalah Prodo dan Tabloid Nova, sekarang! :D

Bookmark: del.icio.us | Digg it | Furl | ma.gnolia | reddit | StumbleUpon | Wink | Yahoo MyWeb |

5 Tips Mendapatkan Rekomendasi untuk Bisnis Anda

Jun 2, 2008 Author: Ollie | Filed under: Personal

Semua bisnis yang selama ini saya jalankan, rata-rata mengandalkan promosi dari mulut ke mulut atau rekomendasi, terutama TukuSolution yang bergerak di bidang jasa web consulting. Client yang datang dari hasil rekomendasi ini tentu saja client potensial buat kita karena mereka sudah benar-benar niat menggunakan jasa kita. Dan tentu saja menghasilkan uang lebih cepat dari pada client biasa yang mungkin perlu membandingkan dan meninmbang-nimbang kita dengan vendor lain.

Tapi bagaimana caranya mendapatkan rekomendasi itu? Berikut 5 tips mendapatkan rekomendasi berdasarkan pengalaman saya dengan TukuSolution:

  1. Jangan Pelit
    Client hanya membeli produk kita yang paket A, namun banyak sekali meminta advice yang menyangkut paket B atau meminta sedikit-sedikit dari paket B untuk dimasukkan ke paket A dengan harga yang sama. Jika hal itu tidak menambah cost Anda secara signifikan, tentu tidak ada salahnya untuk dipenuhi. A happy client adalah senjata marketing kita yang paling efektif.
  2. Jaga Kualitas
    Kualitas produk Anda adalah satu hal yang pasti diinginkan oleh client. Berapapun harga sebuah produk yang kita tawarkan, baik murah maupun mahal, kualitas itu tetap harus dinomersatukan.
  3. Minta direkomendasikan
    Oke, Anda baik dan kualitas produk Anda bagus, so what? Client perlu diberi tahu bahwa kita membutuhkan rekomendasinya. Tawarkan service lebih untuk dirinya, jika ia dapat membawa client baru bagi Anda.
  4. Bergaul
    Sering-seringlah ketemu orang, teman lama semasa kuliah, teman komunitas forum, milis, kantor lama, kantor sebelah, dll. Sebarkan kartu nama yang berisi info tentang usaha Anda, alamat email dan nomer telepon Anda yang mudah dihubungi. Kemudian ceritakan sekilas tentang bisnis Anda, kenapa bisnis Anda sangat dibutuhkan dan apa saja yang sudah dicapai bisnis Anda (portfolio) selama ini.
  5. Hubungi kembali
    Client lama Anda mungkin perlahan-lahan mulai melupakan Anda dan janjinya untuk memberikan rekomendasi. Padahal mereka mungkin memiliki relasi yang potensial untuk dijadikan client baru Anda. Telepon mereka kembali untuk sekedar say hello dan me-refresh ingatan mereka akan Anda dan bisnis Anda.

Semoga sukses!

Bookmark: del.icio.us | Digg it | Furl | ma.gnolia | reddit | StumbleUpon | Wink | Yahoo MyWeb |

Stylish dengan Jilbab

May 30, 2008 Author: Ollie | Filed under: Events, Reviews

Kemarin saya diundang oleh Permata Jilbab (Thanks to Tante Rike, founder Permata Jilbab) untuk hadir dalam peluncuran buku Okky Asokawati yang berjudul ‘Stylish, Smart & Soleha‘. Wow… dalam rentang waktu 1 bulan, Mbak Okky telah meluncurkan 3 buku fashion muslimah. 2 lainnya adalah 1 Jilbab 25 Kreasi dan Cantik di Segala Usia ala Okky Asokawati.  Amazing.

Buku ‘Stylish, Smart & Soleha’ adalah hasil renungan dan sharing pengalaman hidup Mbak Okky yang sangat inspiratif dan smart, dipadukan dengan rahasia penampilannya yang selalu stylish. Mengenai pengertian Soleha sendiri, Cak Nun, yang hadir pada acara launching,  memiliki pendapat bahwa Soleha itu adalah menjaga sehingga nikmat kita bukan derita orang lain. Gimana neranginnya ya :D Lupa :p

Anyway, gara-gara buku ini, gue jadi rada peduli sama penampilan. It will make you feel better. Bener. Coba intip inspirasi baju-baju muslimah keren di Flickr, liat video-video hijab style di YouTube, liat style-nya muslimah di Amerika, and many more :D

Setelah acara launching, dilanjutkan dengan demo kreasi jilbab Permata tipe 7 yang masuk MURI karena 1 jilbab bisa dibentuk sampe 50 macam. Dalam buku 1 jilbab 25 kreasi, tipe 7 ini ditampilkan dalam 25 kreasi cantik.

Beli dulu jilbab permata tipe 7 di Heartboutique.com kemudian beli buku 1 Jilbab 25 Kreasi di Kutukutubuku.com dan jangan lupa praktekin! Kalo udah, jangan lupa kasih tau gue! :) Ditunggu!

Bookmark: del.icio.us | Digg it | Furl | ma.gnolia | reddit | StumbleUpon | Wink | Yahoo MyWeb |

Flickr PhotoStream

  • Cat BaruAvatar OllieDidi - Naely WeddingDidi - Naely WeddingDidi - Naely WeddingDidi - Naely Wedding

Sponsors

Toko Buku Online Kutukutubuku Hobitanaman.com gamexeon.com heartyboutique.com

Recent Comments

Top Commentators