• Writing

    Menjadi Professional Blogger

    Hari ini baru saja ngambil my first MoneyGram, yaiiiyy!! MoneyGram ini adalah kiriman dari sebuah perusahaan di Amrik yang meng-hire gue untuk ngeblog secara professional (Pro Blogger). Artinya? Ya gue di-assign untuk nulis di beberapa blog dengan topik berbeda yang mereka buat, dan gue dapat duit flat per bulan sesuai jumlah blog yang gue tulis (blog bukan post ya). Asyik kan?? Sekarang sebenernya kerjaan ngeblog tuh buanyak banget! Kita bisa lihat daftar kerjaannya di Problogger Job Board. Mas Budi Putra bahkan bisa dibilang pelopor Pro Blogger di Indonesia. Beliau resign dari kerjaannya di Majalah Tempo untuk ngeblog. Nowadays, orang semakin sadar untuk menggunakan blog untuk berbagai kepentingan, dan salah satu…

  • Writing

    Membuat Toko Online dengan Multiply

    Alhamdulillah, seperti yang saya sudah ceritakan sebelumnya, buku how-to pertama saya yang berjudul ‘Membuat Toko Online dengan Multiply‘ akhirnya dengan sukses diterbitkan oleh Media Kita. Dari dulu sebenarnya saya sudah ingin sekali menulis tentang bisnis online. Pengalaman saya mendirikan Toko Buku Online dan Butik Online membuat banyak pertanyaan masuk ke email saya. Rata-rata isinya menceritakan tentang keinginan menggebu-gebu untuk berbisnis namun tidak punya modal sama sekali. Maka saat sedang berbincang via telepon dengan Mas Yayan Sopyan, Direktur Media Kita, gayung pun bersambut. Saat itu saya diminta untuk menulis tentang bisnis online namun tak hanya teori, harus ada langsung prakteknya. Mas Yayan meminta saya menggunakan blog gratisan sebagai ‘tools’. Saat itu…

  • Personal

    From Denmark with Love

    Pak Jorgen (spell: Yohan) is a reader of Jakarta Daily Photo and that’s how we met. He emailed me with photos of Jakarta in the 70’s (he worked in a scooter company back then) which I thought was precious! He loves and knows Jakarta more than anybody else I met! He then joined Flickr and making friends with some of my Flickr buddies and we’re now one happy Flickr Family Pak Jorgen and his wife, Tante Susan, came to Jakarta this weekend. Me and Goldy picked them up at the airport and going straight to their hotel at Blok-M (Losari Hotel). As clumsy as we always do, we forgot where…

  • Personal

    Foto Gue di Majalah Tempo

    Masih inget post gue tentang Taksi Transcab yang akhirnya dengan heboh beredar dari milis ke milis? Foto yang gue taruh di blog waktu itu, menurut informasi dari Chandra dan juga laporan Goldy, masuk di halaman 14 Majalah Tempo terbaru. Hebat? Keren? Memang. Tapiiii…  sayangnya pihak Majalah Tempo tidak pernah konfirmasi dulu sama gue dan di majalah juga sama sekali tak tercantum sumber foto. Sayang sekali kejadian ini bisa terjadi pada majalah sebesar Tempo. Kemudian gue langsung emailin redaksi Majalah Tempo untuk minta pertanggung jawaban atas masalah ini. Tadi pagi responnya baru masuk. Gue ditelepon dan mereka meminta maaf atas kekhilafan mereka dan menyatakan akan bertanggung jawab dengan membayar foto yang…

  • Personal

    Ollie’s 25th Birthday

    Alhamdulillah, thank you Allah for my 25th years of beautiful life and hopefully many years to come. Akhirnya saya turn 25 juga. Usia yang nggak bisa dibilang muda lagi (“Udah sukses ya? Wajar dong… kan udah 25…” hehe). Ada perbedaan antara ulang tahun yang sekarang dengan yang tahun lalu. Tahun lalu, saya masih berstatus karyawan di sebuah perusahaan. Sekarang, sudah punya karyawan. Dulu, makan siang bareng teman-teman satu divisi. Sekarang, makan siang bareng keluarga, bareng my Goldy, bareng my friends, my boys and my girls dari kutukutubuku + TukuSolution + Global Sukses, ditambah lagi Flickr Buddies yang secara mengharukan bisa hadir kemarin hehe. Tahun ini memang special. Saya terima buanyaaak…

  • Writing

    How to Write a Novel in 7 Days

    Alhamdulillah buku terbaru saya, Mengaku Rasul, terbit juga. Novel ini adalah karya adaptasi based on script by Taufik Daraming Tahir dan Helfi Kardit. Basically novel ini mengajak kita semua untuk berhati-hati pada fenomena orang-orang yang mengaku rasul dan membuat aliran sesat. Beli Novel Mengaku Rasul di Kutukutubuku.com diskon 15% OFF! Sekarang saya mau cerita soal proses pembuatannya. Seperti biasa, kalau ada order novel adaptasi seperti ini dari Gagas Media, maka deadline-nya selalu mepet hehehe. Waktu ditelepon sama Christian, dia kasih waktu 7 hari nggak kurang nggak lebih Targetnya, novel ini ditulis dalam 70 halaman A4. Dan jika ada yang terkaget-kaget dan bingung bagaimana melakukannya, saya akan beritahu tips and trick-nya.…

  • Personal

    10+1 Reasons Why I Love Plurk

    If you like Twitter, you’ll LOVE Plurk! Plurk is from People + Lurk, basically stalking what our friends doing in form of a timeline. They also have Karma, the bigger the Karma, the more you can customize your Plurk Page. If you think Plurk is wasting your time, think again! Here’s why I love Plurk: Easy MicroBlogging Sometimes you have no idea to write in your ‘real blog’. Maybe you wanted to whine about things or let people know what you eat for dinner and still get feedback from your friends immediately (lots of them gets the update as soon as you post). Plurk is the answer. They give you…

  • Personal

    Ask Ollie: Cara Nerbitin Buku

    Saya memutuskan untuk membuka kategori baru di blog saya, judulnya ‘Ask Ollie’. Sejak lama, banyak dari pembaca blog yang mengirimkan email secara langsung untuk bertanya mengenai berbagai macam hal, mulai dari web developing, bisnis, menulis, marketing, cari kerja, dll. Akhirnya daripada saya menjawab suatu hal berulang kali, sekalian saja akan saya masukkan jawaban pertanyaan saya pada setiap post ‘Ask Ollie’. Bagi yang ingin ‘Ask Ollie’ juga, silahkan kontak saya. Semoga bermanfaat! Hi Ollie, Mau nanya, kalo gak salah Ollie pernah nerbitin buku ya? Boleh tahu ga gimana prosesnya? Apakah nyari penerbit dulu yang kira2 mau nerbitin buku kita, atau nyelesaikan tulisan bukunya dulu? Kalo aku mau bikin buku (kroyokan sama…

  • Personal

    Antara Bis, Duit, dan BBM

    “KREK!” Dua lembaran uang seribuan dirobek di depan mata gue. “Saya nggak butuh uang kamu!” Kernet bis 46 berteriak marah. Waduh. Kok bisa gini. Seumur-umur gue bahkan nggak tega merobek uang kertas seratus rupiah. Ceritanya sebenernya lumayan klasik. Bis 46 memberlakukan tarif baru Rp 2.500. Salah satu penumpang wanita yang duduk di depan gue, merasa ia hanya naik bis dalam jarak dekat. Ia pun memberikan uang yang menurutnya pantas dengan jarak yang ia tempuh: Rp 2.000. Ternyata, kernet yang sensitif dengan kenaikan harga BBM dan kejaran setoran, tak membiarkan Rp 500-nya begitu saja. Terjadilah adu mulut yang sengit, yang diakhiri dengan insiden perobekan uang kertas senilai Rp 2.000. Dalam kejadian…