It’s all about writing, photography, books, design, business, internet and love

Gara-gara nulis soal Frugal Lifestyle di blog gue beberapa waktu yang lalu, Mas Arif dari Majalah Prodo malah nelepon gue untuk wawancara. Katanya pengen nulis artikel tentang gimana biar tahun depan (2008 bentar lagi!!) kita hidup happier dan bebas bokek.
Dan tadi gue lihat wajah gue udah nampang di Majalah Prodo terbaru (edisi Desember 2007). Waw, senangnya! Nara sumber selain gue untuk artikel ini adalah Safir Senduk (Iya, perencana keuangan kondang itu) dan Head of Promotion & PR PT Proton Edar Indonesia.
Gaya banget ya gue hahahaha
Ya maap!

Naik haji bagi yang mampu, artinya mampu secara mental, spiritual, materi dan non-materi. Jika akhirnya setelah 40 tahunan lebih hidup di dunia ini dan menyatakan, Insya Allah mampu, maka hal ini perlu dirayakan.
Congratulations mom and dad, semoga lancar pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, kembali ke tanah air dengan selamat, dan menjadi Haji Mabrur. Amin.
Ps: Jangan lupa kertas daftar doaku dibacakan disana (doa include: cepat kawin)
“MERUNDUK!!!”
Gue spontan berteriak sambil menarik unwinged untuk merunduk di lantai rumah gue, dari kejauhan tampak berkas sinar masuk melalui jendela kaca ruang depan.
“Pssstt… hati-hati 47… ada yang mengintai kita!”
Unwinged yang tersungkur di lantai menatap gue dengan khawatir.
“Kamu udah gila ya!”

Huaheuehue… beginilah kejadian nyata yang terjadi setelah kita berdua pulang dari nonton film Hitman. Kata Goldy, gue terserang Hype. Suatu kondisi dimana seseorang over excited about something yang baru dialami/dilihat/ditonton/dibaca.
Hitman adalah video game yang difilmkan dengan cukup sukses. Terutama karena pemeran utamanya, Timothy Olyphant, bermain apik di film ini. At least, gue berpendapat kalo karakter Agen 47 yang diperankan sama dia itu ‘dapet’ banget! Mulai dari ‘karakter pembunuh berdarah dingin’ yang showed in his face, sampai ketajaman matanya yang bener-bener cool abis.
Hitman would be popular di kalangan cewek. Nggak tau deh kalo cowok suka apa nggak hahaha LOL. Yang jelas, gue jatuh cinta sama Agen 47. Bagaimana dengan Anda? Tonton dulu kali ya
I’m going to Surabaya this afternoon. I’ll see you there!
Sudah lama banget nggak pegang kamera, jadi pas kemarin Dhani ngajak ke Adira Kenduri, gue langsung memaksakan diri (ya karena sebenernya gue dan Goldy perlu melalukan hal lain). Gue kesana sore setelah seharian di kantor.
Kenduri itu artinya seperti event makan-makan. Jadi kebayangnya sih bakalan penuh dengan makanan. Ternyata emang bener hehe. (ya iyalah).
Ini pertama kali gue ke Gedung Arsip. Dari dulu pengen banget sih lihat-lihat kesini karena katanya bagus buat Wedding Venue (ehm).

Baru masuk, Alhamdulillah dapet parkir. Rejeki. Trus masuk dan dimintain uang masuk Rp 20.000. Oh bayar ya?! Gue dan Goldy ngumpulin harta benda, total cuma terkumpul sekitar Rp 60.000. Ya sudah, direlakan deh tuh Rp 40.000 buat bayar uang masuk. Sisa uang = Rp 20.000.
Sampai di dalam langsung ngeliat Dhani yang tampangnya kucel dan item. Ni anak pasti dari pagi bejemur. Setelah panggil-panggil, say hi, dapet kue gratis, dan beberapa saat haha hihi, gue pun mulai potret-potret sekeliling. Well, I’m definitely losing my touch in term of deciding the best angle of every object. I’m really disappointed with myself. Harus lebih banyak latihan
Setelah foto-foto, mulai kehausan dan memutuskan untuk beli minum. Kudu pake kupon yang belinya sama Mbak Kupon. Karena duit tinggal Rp 20.000, jadi gue tuker kupon cuma Rp 10.000. (dapet 2 kupon). Kupon pertama akan gue tukarkan dengan dua gelas es teh manis yang segar. Sayangnya, meskipun stand makanan ada kira-kira 20 stands, tapi stand minuman segarnya cuma satu. Akibatnya mengantri dengan cukup bikin marah.
Setelah dapet minum kemarahan mereda. Trus dengan riang gembira kembali jalan mencari makanan. Makanannya macam-macam dari berbagai sudut nusantara. Tapi gue paling berminat sama Mie Kepiting Pontianak dan Mpek-Mpek. Setelah ditanya dan harga Mie Kepiting adalah Rp 15.000, gue memutuskan untuk beli Mpek-Mpek Rp 10.000 dan berarti kudu beli kupon satu lagi. Akhirnya uang kita berdua habis tak berbekas. Setelah dicoba nggak ada yang spesial dengan Mpek-Mpeknya. Well…
Sambil duduk makan Mpek-Mpek dan menunggu band yang tak kunjung bermain, gue motret-motret suasana plus langit. Setelah diperhatikan lagi di rumah, ternyata gue berhasil memotret penampakan UFO di tiga foto yang gue ambil. Hiiiiyyyy…! Si Goldy yang demen hal-hal berbau UFO, langsung girang banget. Lihat Foto UFO 1, UFO 2, dan UFO 3 di Flickr gue. (Yah, semoga itu beneran UFO, biar gue nggak dibilang nipu haha)

Setelah capek di dalam dan kehabisan uang, kita keluar. Tertarik juga lihat orang kipas-kipas sate, ternyata lagi ada pemecahan rekor MURI pengipas sate terlama. Alamak. Tangan bisa bekonde tuh!

Pulang aah! Bayar parkir Rp 2.000 pake recehan di mobil. Trus kita melaju pulang.
“Bun… laper ga?”
“Laper…”
“Martabak Har yuk…”
“Masa habis pergi kenduri, makan di luar lagi…”
“Hehe…”
Moral of the story: kalo pergi-pergi jangan lupa ambil duit di ATM dulu

Sesuai saran Angel, gue pengen bikin reading section di kamar gue. Tinggal nambahin kursi nyaman ini bersama lemari buku plus sedikit cat warna pastel (gak pake anjing ya hehe). Di tempat ini, gue supposed to be bisa baca buku-buku baru berkualitas, mengambil intisarinya dan langsung bikin review or working whatever about it in my laptop. Kalau ngelihat sofa nyaman kayak gini tolong kasih tau gue ya.