It’s all about writing, photography, books, design, business, internet and love
Kemarin nonton acara sisi lain, membahas pasar barang-barang bekas di Jakarta. Mungkin bakal berguna kalo gue tulis lagi disini, secara gue juga adalah garage sale lover
Happy Hunting ![]()
Weleh… nggak terasa gue 10 hari OFF ngeblog. Bukan karena gue hiatus ya. But gue baru sadar akan beberapa hal aja. My life updates:



Pernah nggak ngerasain, terlalu banyak hal yang harus kita lakukan tapi waktunya terbatas, sehingga pada satu titik, kita malah bengong nggak ngerjain apa-apa. Ibaratnya megang beras satu genggaman dan butir-butirnya pelan-pelan jatuh dari sela-sela tanganmu. And you can’t control it. Itu lah yang gue rasakan sekarang ini hehe.
Biasanya hal kayak gini terjadi karena gue membiarkan semuanya ada di kepala gue. Padahal gue seharusnya buru-buru menuangkannya ke media lain. Hm, well, habis ini deh. (Queen of procrastinating hehe)

Sekarang gue mau cerita soal Milad Komunitas Tangan di Atas (TDA) ke-2 yang gue hadiri minggu lalu. Gue sudah lama tahu tentang TDA. Tapi gue memang tidak bisa komit dengan satu komunitas apapun (karena gue orangnya soliter haha), makanya gue nggak join mereka. Trus ketemu TDA lagi di Pesta Blogger. Dan terus akhirnya pas mereka mau mengadakan acara Milad yang ke-2, gue putuskan join TDA dan datang ke acaranya. Gue mencari passion and enthusiast glow from people yang gue yakin bisa gue dapatkan di sini.
Gue dan Goldy datang telat karena baru tidur subuh (cekakak cekikikan nonton VideoJug di rumah masing-masing hehe). Pak Wuryanano (successful business owner) udah ada di panggung ngomongin soal pentingnya cinta dalam membantu membangun bisnis kita. Setuju deh. Tanpa cinta, mana bisa kita perform. Cinta itu pendukung dalam diam, yang kita baru sadari kehadirannya saat dia hilang. Karena efek kehilangannya bisa membuat kita limbung. (LOH kok curhat hahaha). Cak Eko (Pemilik Bakso Cak Eko) juga bilang, kalo bikin bakso dengan hati nggak enak, baksonya juga bakal terasa nggak enak. So, cinta, hati dan perasaan, ngaruh banget dalam bisnis.
Acara dilanjutkan dengan diskusi membahas business start-up. Moderatornya Masbukhin Pradana. Peserta diskusi antara lain Mbak Doris Nasution pemilik butik Shaakira. Para pebisnis yang pemberani ini (karena memutuskan menjadi TDA setelah bertahun-tahun menjadi TDB), setuju bahwa kita harus ‘ACTION’ untuk memulai business. Mbak Doris sendiri membayar tempat di Mangga Dua Square dengan kartu kredit. Jadi mudah banget kan untuk memulai sebenernya (Asyik loh, di Mangga Dua Square sewa gratis, bayar biaya maintenancenya aja per bulan kira-kira Rp 400.000 dan deposit Rp 2.500.000. More information ke TDA atau ke Mangga Dua Square aja langsung ketemu Mas Ronggo di kantor marketing, Mangga Dua Square lantai LG)
Trus istirahat, makan, enak makanannya. Pas ke toilet ketemu Mbak Doris yang lagi dikerubungi ibu-ibu. Pengen nyapa. Tapi. Nyapa. Nggak. Nyapa. Nggak.
“MBAK OLLIE…!”
Hah. Ternyata Mbak Doris manggil gue duluan hehe.
“Blognya saya pantengin terus mbak!” Kata Mbak Doris.
Haha. Jadi enak :P
Nggak sempet ngobrol banyak tapi yang jelas udah memulai jalur silaturahmi baru deh.
Balik ke ruangan, acara mulai lagi kali ini dibawakan oleh Bu Ning Harmanto (Pengusaha Mahkota Dewa). Bu Ning orangnya spontan dan kata-katanya menyegarkan. Jadi nggak ngantuk ya. Diskusi yang dibawain tentang pengembangan bisnis. Di sini ada Mas Hendy Setiono (Kebab Turki Baba Rafi) yang sukses menyebarkan ‘virus Kebab’ ke seluruh penjuru Indonesia melalui sistem franchisenya. Kata Mas Hendy sih kalo mau ngembangin bisnis intinya tuh inovasi. Setuju.
Di acara selanjutnya ada Mysteri Guest yang ternyata adalah Pak Perry Tristianto, yang disebut-sebut sebagai Raja FO (Factory Outlet). Gue langsung duduk tegak pas denger beliau ngomong. Tips trick bisnis dari dia sangat applicable dan smart. You should write a book, Pak hehe.
Beberapa tips trick dari Pak Perry:
Sebenernya pengen ngobrol banyak dengan teman-teman TDA (ada 500 orang yang hadir), bahkan sama Pak Roni (the founder) aja gue nggak sempet ngobrol (orangnya sibuk). But nanti in the smaller event, mudah-mudahan dapat kesempatan untuk ngobrol lebih banyak.
For me and Goldy, TDA is such an inspiration!
“What’s in a name? That which we call a rose
By any other name would smell as sweet.”
- Romeo and Juliet (II, ii, 1-2)
Hari ini terima amplop-amplop tagihan menggunung. Baru aja dianterin dari kantor lama. Memang alamat-alamat gue masih pake alamat kantor lama. Akhirnya baru tergerak hari ini untuk ganti-gantiin alamat tagihan. Tapi ternyata nama perusahaan gue yang baru (Kutukutubuku.com) tuh tricky banget buat disebutin. Susah bagi people to take it seriously haha.
Jadi inget waktu awal-awal ngebangun kutukutubuku.com, bareng Angel kita rajin nelponin penerbit, kurir service, dll untuk menjalin kerjasama.
Penerbit x
Gue: Halo, bisa bicara dengan marketing manager?
Penerbit: Darimana?
Gue: Dari Kutukutubuku.com
Penerbit: DARIMANA?
Kurir y
Gue: Halo, bisa bicara dengan bagian marketing
Kurir: Oh ini dengan ibu siapa
Gue: Ollie, Kutukutubuku.com
Kurir: OLI KUTU?
Hehe jadi tadi pagi gue mulai nelpon macem-macem perusahaan. Dimulai dengan BCA, “Kantornya KUTU ya mbak?”, Permata Bank, “KUTU-nya dua mbak?”, Allianz, “Nama perusahaannya silahkan…” (Padahal dah gue sebutin berkali-kali tapi Mbak Allianz nggak percaya haha)
Well… buat para business starter, kalo milih nama bisnis yang aneh harus siap dengan resikonya ya hehe.
Hari sabtu tgl 26 January, 2008, saya dihubungi sama Pak Eryawan Wikimu.com. Diajak gathering bareng komunitas Wikimu.com. Karena kebetulan tidak ada acara lain, saya menyanggupi.
Dari sebuah meeting di kawasan Senen, saya bareng Goldy meluncur ke Gathering venue di restoran ProSteak Radio Dalam. Saya tidak punya gambaran, seperti apa komunitas yang akan saya temui nanti.
Maklum, meskipun ber-partner dengan Wikimu.com, saya cukup jarang nongkrong di situ (maaf ya Pak Bayu & Pak Eryawan hehe). Kesana paling untuk posting review buku yang baru saya baca. Dan itu bisa dibilang jarang terjadi haha. Karena saya sulit menuliskan review buku jika bukunya nggak menarik banget.

Anyway, begitu masuk ke restoran ProSteak, langsung disambut hangat sama para pengelola Wikimu.com. Jalan dikit ke dalam, undangan udah pada datang. Dan rata-rata mereka begitu bertemu pandang dengan saya, langsung melempar senyum. Makasih ya. Padahal nggak kenal hehe.
Pas lagi makan steak gratis yang enak, saya memperhatikan rata-rata di Wikimu.com pesertanya adalah orang-orang berusia ‘matang’ hehe. Well, bagus juga karena satu visi dengan saya yang juga matang inside hehe.
Sempat ketemu juga sama dedengkot Wikimu yang jago nulis seperti Pak Mimbar (pelanggan loyal kutukutubuku.com nih hehe), Pak Berthold, Mbak Retty, Mbak Meidy, and many more. Kapan-kapan kita ngobrol lebih banyak lagi ya
Acara dimulai dengan penjelasan Suhu Tan tentang Feng Shui. Wow, informasinya baru bagi saya. Selama ini saya nggak pernah mengerti kenapa adik saya sangat menyukai hal-hal yang berbau Feng Shui. Saya pikir itu agak klenik dan nggak masuk akal. Yang logis aja. Tapi ternyata Feng Shui itu logis banget. Pake simbol dan penjabaran elemen-elemen manusia. Ini seperti konsep Personality Plus versi China hehe.
Kemarin pengen sih konsultasi ama Suhu Tan, lebih ke pengen tau aja elemen personal saya tuh apa, sehingga dalam menghadapi sesuatu tuh bisa diukur dan disesuaikan agar bisa selalu mencapai sukses. Tapi katanya butuh tau jam lahir. Wah, nggak inget deh tuh kalo jam lahir. (Mau info bisnis di tahun Tikus? Ya baca aja artikelnya Suhu Tan di Wikimu ^^)
Di presentasinya Suhu Tan, hubungan antar shio Babi dan Babi katanya tuh nggak bakal harmonis selamanya. Ribut aja. Denger-denger dari sisi astrologinya juga gitu. Gemini-gemini juga nggak bakal klop.
Dan secara saya Babi Gemini dan Goldy juga Babi Gemini. Kami cuma bisa saling tunjuk ke muka masing-masing dan bilang,
“Kasian deh lu!”