It’s all about writing, photography, books, design, business, internet and love

Btw, also read me: What's on Ollie's iPod

Archive for the ‘Tips’ Category


Writer’s Block dan Emoticon Berjilbab

Apr 30, 2008 Author: Ollie | Filed under: Tips

:~ Duh! Dari tadi coba lanjutin nulis novel kok susah banget ya, nggak bisa fokus. Bentar-bentar ngecek email, Flickr, Mob Wars di Facebook, Twitter, trus ngantuk… hhh! Padahal kemarin bisa nulis enak banget di lobi hotel Le Meridien. Masa kudu pake suasana yang enak dulu sih? Susah dong kalo manja gini otak gue :|

Anyway, daripada setres mikirin writer’s block, akhirnya iseng-iseng bikin emoticon untuk blog di Wordpress.
1. Gambar emoticonnya di Macromedia Flash. Jadinya seperti ini:

emoticon

2. Potong-potong dan disimpan sebagai Gif dengan Alpha Transparency pake Macromedia Fireworks.
3. Download plug-in Custom Smilies
4. Upload file dan Activate
5. Masukkan file-file smilies kita ke wp-includes/images/smilies
6. Di admin Wordpress, masuk ke Manage > Smilies. Tentuin apa yang harus kita ketik untuk memunculkan smilies
7. Write Post dan gunakan smilies seperti biasa
8. Selesai. :p Maaf kalo ngga jelas :B

Yuk, ah. Mau nonton America’s Next Top Model dulu ya (loh kok makin nggak produktip :oo ). Happy holiday! :))

I can’t delete a line in Microsoft Word

Apr 4, 2008 Author: Ollie | Filed under: Tips

Microsoft Office 2007
Creative Commons License photo credit: robertnelson

I’m working on a very important user guide, and somehow use one of Microsoft Word feature of changing the ‘—’ to become a horizontal line. I like it. Until, the time when I supposed to remove the line. It’s one confusing hell. I just can’t remove it and took 15 minutes of my precious-user-guide-time just to find a way to get rid of it. :(

So finally, I got the answer. Just put the cursor on the paragraph where the line stay and press Ctrl + Q to clear the format hehe :P

Okay, back to work!!

Nanny 911 dan Rahasia Mengasuh Anak

Mar 6, 2008 Author: Ollie | Filed under: Tips

Dulu gue suka heran, KOK BISA ya, seorang temen gue membawa anaknya yang masih balita ke Bandung sendirian tanpa babysitter? (Just her and her husband).

Apa susahnya? Gue juga bisa!

Entar dulu. Anaknya 4 orang. Yang paling gede umur 5 tahun, kemudian 4 tahun, kemudian 3 tahun dan satu lagi masih baby. (Kira-kira gitu lah gue juga nggak inget umurnya hehe pokoknya masih kecil aja!). Yang kebayang di gue, anak-anak tuh, kan pastinya banyak tantrum, teriak-teriak, nggak bisa diem (apalagi di mobil selama beberapa jam), gimana caranya gitu loh dia melakukannya???

Ternyata dia bilang, “Anak-anak gue anteng kok!”

Nah, ini lebih gila lagi. Gue makin nggak mengerti. Yang gue tau dia menerapkan suatu pola pengasuhan yang bagus banget dan dijadikan ‘the secret’ oleh dia dan suami.

Trus, akhirnya… 4 tahun kemudian… pas nonton Nanny 911 di Metro TV (Jam 16.00 tiap Sabtu dan Minggu), gue jadi mengerti kira-kira apa yang mereka terapkan dulu pada anak-anaknya.

Jadi bagi yang belum tau, Nanny 911 adalah sebuah acara reality show tentang keluarga yang punya anak banyak dan anak-anaknya pada nakal-nakal dan nggak bisa diatur. Ini tentu ‘menguras’ orang tua secara emosi maupun fisik. Saat mereka dah nggak kuat itulah, mereka menghubungi Nanny 911

Di Markas Nanny, nanti dipilih kira-kira Nanny mana yang sesuai dengan karakter keluarga tersebut (berbeda tiap episode). Yang gue tonton baru Nanny Deb dan Nanny Stella. Dua-duanya tegas tapi juga loving Nanny. Dari mereka gue belajar:

  1. Komunikasi
    Ini penting banget. Ternyata anak kecil tuh dah ngerti kalo kita bilangin baik-baik. Kalo mereka jerit-jerit dan kita snap aja bilang, “Diem nggak??!!” Tapi mata kita kemana, kita jalan kemana, sambil ngapain gitu, mereka jadi nggak ngerti bahwa kita benar-benar mean what we’ve said. Jadi, kalo mereka rewel, turunkan tubuh kita sehingga jadi setinggi mereka, lihat mata mereka, rendahkan suara kita, and said, “Kenapa… kamu marah sama siapa? Kok teriak-teriak? Ayo bilang sama bunda… cerita dulu…!” So, instead of teriak-teriak nggak jelas dan pesan tak tersampaikan, mereka bisa actually talk to you about it.
  2. Konsisten
    Kalo udah bilang, “Kamu nggak boleh makan ini!”, ya harus konsisten nggak bisa berubah-ubah. Nanti anak jadi bingung dan akhirnya memutuskan bahwa, “It’s okay, mommy will change her mind”.
  3. Kompak
    Kompak dengan suami, kompak dengan mertua, kompak dengan orang tua. Pokoknya kalo anak dilarang sama mommy untuk main air di rumah, ya di rumah orang tua kita juga nggak boleh, di rumah mertua juga nggak boleh, and suami juga harus kompak nggak ngebolehin. Kalo kayak gini, anak has only 1 choice, patuh.
  4. Reward & Punishment
    You do this, you’ll get that. You don’t do this, you’ll get this. Beri aturan yang jelas dan tegas. Apapun konsekuensi yang udah kita beritahu pada mereka, do it. So they’ll know that they have to obey the rules. “If you clean your room, mommy will give you your favorite cookies!”, then jika mereka sudah selesai bersihin kamar, bener-bener kasih tu cookies yang dijanjikan. Anak-anak sangat ingat dengan janji orang tuanya. Dan bakal merasa dibohongi dan jadi ‘nakal’ kalo nggak ditepati.

Oke ini gue sok tau aja ya, secara gue baru calon ibu beranak 5 yang belum menikah hahaha :D

Tapi you know what, my tips will work so well in adult worlds… karena banyak banget orang dewasa yang masih bertingkah kayak anak kecil.

Setuju? :P

Animonster, Cinta Laura, dan lain-lain

Feb 25, 2008 Author: Ollie | Filed under: Clutter, Events, Personal, Tips

Hari ini gue dateng kepagian untuk meeting di client. Dan I make myself at home, by opening the locked room myself hahaha :p Gosh, bahkan gue datang lebih pagi dari OB-nya :p Default gue kalo janjian emang kalo nggak on time, ya lebih cepet. Kadang-kadang orang lain kan nggak seperti gue, jadi resikonya adalah menunggu lebih lama.

Anyway, hari sabtu kemaren belanja bareng family di Pacific Place. Ideal place to shop ya karena sepi dan bisa bebas coba-cobain baju. Tapi kok ya Charles & Keith teteup aja rame hehe. Inspired by Mardy’s style in Levi’s Jeans, gue juga jadi pengen beli Levi’s (latah). Akhirnya gue dapet juga jeans yang gue mau. Yang pinggangnya tinggi dan kakinya melebar. Tapi kok ya ukuran terbesar itu 30? Dipake ama gue ngepas banget. Apa-apaan ini. Gimana dengan plus sizes seperti Goldy?

Setelah belanja makan di Y&Y, enak :) CObain deh Japanese Pizza dan Fish n Chips-nya. Recommended.

Hari minggu diajak adek gue ke acara Animonster Sound Aishiteru di Jacc. Because I’m a ‘yes girl’ in term of jalan-jalan, so, I said yes. Sampe sana, masi sepi. Tapi jadi leluasa foto-foto sama Cosplay-nya. Ini yang paling gue suka dari event Jepang gini. Cosplay-nya seru-seru banget. Lihat foto lengkapnya di Flickr gue :)

Oh ya, sekalian gue mau link harvesting nih…

  • Buat pecinta sepakbola khususnya pecinta klub A.S. Roma, silahkan mampir ke portal Indonesia-romanista.org untuk bergabung bersama para Romanista lainnya seluruh Indonesia.
  • Tau Cinta Laura kan? Kalau nggak tau coba kenalan dulu dan dengerin komentarnya soal Mulan Jameela disini. Trus kalo udah denger dan penasaran pengen belajar gimana biar bisa ngomong dengan aksen Cinta Laura, kamu bisa belajar Talk Like Cinta™.
  • Holaaa para Project Manager. Gue menghabiskan waktu professional gue sebagai web developer yang bekerja di balik layar. Nah sekarang kerja di depan layar, jadi harus tau macem-macem soal Project Managing. Untung ada Creative Pro Office, web based Project Managing System yang Free, trus buat yang udah biasa bikin web di local computer dan pengen ngejalanin aplikasi project managing secara offline, bisa download Project Pier. Free.
  • Ketemu foto bayi Filipina yang lucu banget tapi kok namanya Cacing ya… setelah gue cari-cari, Cacing itu nggak ada di kosakata bahasa Tagalog.
  • Gue nemu resource yang oke untuk kalangan pebisnis, merupakan kumpulan web berisi content tentang bisnis, rekomendasi dari orang-orang. Check it out ya, namanya Small Business Brief.
  • Kemaren ada yang menghubungi gue ke email katanya pengen pasang iklan di blog dan syaratnya kudu pasang banner dulu sehari untuk ngeliat visitor dan kemudian mereka akan kasih penawaran harganya. Udah ada yang pernah diemailin gitu nggak sih? Soalnya ini kayaknya cold calls dan umum. Tapi pas gue reply mereka orang beneran. So, untuk eksperimen gue pasang aja bannernya di kanan bawah. DoingFine. Jangan lupa diklik :p
  • Hari ini lagi try out sebuah laptop kecil 7 inch yang bisa masuk ke tas. Lucu sih. Foto menyusul kalo jadi beli ya hehehe. Iya bener, namanya Asus EEE Pc. Dah diinstallin Windows XP. Harganya jadi 4 jutaan. Indent 3 hari.
  • Dah gitu dulu.

Seni Wawancara

Feb 17, 2008 Author: Ollie | Filed under: Personal, Tips

Interview with Seputar Indonesia

Interview with Seputar Indonesia,
originally uploaded by Si Ollie.

Sebagai penulis dan pelaku bisnis, saya sudah diwawancara oleh banyak media. Baik media cetak, elektronik (radio dan televisi), internet maupun untuk keperluan riset/tugas/thesis seseorang. Dan selama ini saya selalu beranggapan betapa enaknya mereka yang make a living by asking somebody questions. You know, kayak Oprah, yang ngobrol-ngobrol di depan kamera dan jadi seleb wanita terkaya di Amerika. Tapi ternyata melakukan wawancara itu nggak mudah sama sekali! :D

Kesulitan itu saya rasakan ketika akan mewawancarai penulis untuk kolom Meet the Writer di Kutukutubuku.com. Perlu dipertimbangkan banget isi pertanyaan dan kira-kira nanti result yang didapatkan oleh pembaca itu kayak gimana. Kalo ngobrol nggak ada juntrungannya kan sama aja ngegosip.

Jadi wawancara itu sebenernya adalah ngobrol dengan tujuan, yang dengan hasil ngobrol itu, akan menjawab beberapa pertanyaan penting yang sebelumnya nggak ketahuan.

Terus gimana dong biar sukses mewawancarai orang?

Ya siap-siap dong…

Pertama, riset untuk cari bahan tentang topik atau tokoh yang akan kita wawancarai. Google akan banyak banget membantu dalam hal ini.

Kedua, fokus. Siapkan tema apa yang akan kita bicarain pada interview ini. Misal, kalo janjiannya mau ngobrol soal bisnis, ya jangan ntar tau-tau tanya soal kehidupan pribadinya. Kalo orang yang di-interview sifatnya tertutup kan nggak enak juga.

Ketiga, siapkan jadwal wawancara. Lebih baik hubungi dulu untuk janjian. Jangan langsung minta wawancara ditempat, unless dia adalah selebriti ya hehe. Wawancara face to face itu cara terbaik karena bisa sambil lihat gesture, cara bicara, dan pertanyaan juga bisa berkembang dari jawaban-jawaban yang diberikan. Kalau terpaksa bisa by phone dan kalo mentok bisa by email.

Keempat, tanyakan pertanyaan yang tepat. Buka wawancara dengan pertanyaan terbuka, alias bisa dijawab dengan panjang lebar instead of cuma ‘yes’ or ‘no’. Contoh, “Bagaimana Kutukutubuku.com pertama kali dibangun?”. Ini pertanyaan pertama yang udah ratusan kali gue jawab. But yet, lebih baik daripada, “Anda pemilik kutukutubuku kan?”. Hehehe. Lanjutkan dengan dua pertanyaan bersambung yang saling berkaitan, “Apa rencana Kutukutubuku.com ke depan dan bagaimana meraihnya?”. Kemudian tutup dengan pertanyaan, “Oke, apa ada hal lain yang ingin disampaikan regarding this topic?”

Kelima, REKAM wawancara itu. Saya menulis wawancara saya dengan Andrea Hirata di sebuah kertas. Akhirnya:
- Kertas tersebut ‘hilang’ selama 5 bulan sebelum saya temukan kembali
- Ketika saya temukan, saya tidak dapat membaca lagi tulisan saya sendiri
- I’m missing the point.

Dua wawancara terakhir yang saya lakukan (saya yang diwawancara) adalah dengan Nadine, mahasiswa sebuah universitas di Jerman yang meneliti soal blogger di Indonesia dan dengan Wulan Cs, mahasiswa Binus yang mendapatkan tugas untuk mewawancarai pengusaha sukses hehehehe :D

I think they’re doing it well. Bisa menjahit pertanyaan sebelumnya, dengan next questions. You know, bisa saja gue kasih tau, “Iya penjualan bulan pertama saya Rp 1 Milyar!”, dan pewawancara menanggapi dengan, “Oke, jadi Anda berbintang Gemini?” alias nggak nyambung. But nggak pernah ada kejadian kayak gini kok. They’re all doing a great job and now I want to share it with all of you :)

Selamat mewawancarai orang :)

Ps: I’m going to need this skill very soon haha. I need to hire book lovers. Ada yang mau saya wawancara? Tell me why should I interview you, and give your cv as well, to career@kutukutubuku.com. Thanks!

Flickr PhotoStream

  • Cat BaruAvatar OllieDidi - Naely WeddingDidi - Naely WeddingDidi - Naely WeddingDidi - Naely Wedding

Sponsors

Toko Buku Online Kutukutubuku Hobitanaman.com gamexeon.com heartyboutique.com

Recent Comments

Top Commentators