It’s all about writing, photography, books, design, business, internet and love
Kemarin saya diundang oleh Permata Jilbab (Thanks to Tante Rike, founder Permata Jilbab) untuk hadir dalam peluncuran buku Okky Asokawati yang berjudul ‘Stylish, Smart & Soleha‘. Wow… dalam rentang waktu 1 bulan, Mbak Okky telah meluncurkan 3 buku fashion muslimah. 2 lainnya adalah 1 Jilbab 25 Kreasi dan Cantik di Segala Usia ala Okky Asokawati. Amazing.

Buku ‘Stylish, Smart & Soleha’ adalah hasil renungan dan sharing pengalaman hidup Mbak Okky yang sangat inspiratif dan smart, dipadukan dengan rahasia penampilannya yang selalu stylish. Mengenai pengertian Soleha sendiri, Cak Nun, yang hadir pada acara launching, memiliki pendapat bahwa Soleha itu adalah menjaga sehingga nikmat kita bukan derita orang lain. Gimana neranginnya ya
Lupa
Anyway, gara-gara buku ini, gue jadi rada peduli sama penampilan. It will make you feel better. Bener. Coba intip inspirasi baju-baju muslimah keren di Flickr, liat video-video hijab style di YouTube, liat style-nya muslimah di Amerika, and many more
Setelah acara launching, dilanjutkan dengan demo kreasi jilbab Permata tipe 7 yang masuk MURI karena 1 jilbab bisa dibentuk sampe 50 macam. Dalam buku 1 jilbab 25 kreasi, tipe 7 ini ditampilkan dalam 25 kreasi cantik.

Beli dulu jilbab permata tipe 7 di Heartboutique.com kemudian beli buku 1 Jilbab 25 Kreasi di Kutukutubuku.com dan jangan lupa praktekin! Kalo udah, jangan lupa kasih tau gue!
Ditunggu!
Beberapa waktu yang lalu, saya menyinggahkan diri ke Perpustakaan Nasional yang di Jl. Salemba. Begitu sampai disana, tak begitu jelas mana yang menjadi gerbang utama/lobby dari perpustakaan. Terpaksa tanya-tanya orang lewat yang jumlahnya lumayan sedikit.
Setelah dapat pintu masuknya, kembali bertanya lagi pada seseorang, tentang apa yang harus saya lakukan selanjutnya. Well, clearly perlu banyak direction di dalam Perpustakaan.
Pertama, daftar dulu jadi anggota.

Cuma isi form, bayar Rp 10.000 dan difoto. Jadilah kartu perpustakaan yang cantik ini dalam 10 menit.

Duh tapi kenapa status saya jadi Mahasiswa ya
Well, kesalahan yang menyenangkan sih haha.
Kemudian, dari situ, titip tas dan lain-lain dan naik lift menuju lantai 2 (apa 3 ya?). Di situ ada ruangan berisi judul-judul buku yang tersusun dalam laci, dan ada juga komputer kalo mau cari dengan 100x lebih mudah. Saya nggak tau mau cari buku apa. Jadi iseng aja search “Marketing”. Trus catet nomer referensi bukunya di sebuah form lagi, ditandatangani dan dicap. Trus disuruh naik ke lantai atas by lift.

Sampai di lantai atas, bapak petugasnya terheran-heran liat gue cuma tulis satu buku. Mungkin biasanya segudang. Dia nawarin apakah gue mau tambah buku lain lagi sekalian. Tapi gue bilang, nggak deh. Lain kali. Trus dia minta masuk ke dalam ruangan buku untuk mengambil pesanan gue.

Tak lama petugas kembali dengan sebuah buku yang gue inginkan. Judulnya lupa banget, sorry guys. It’s been a while soalnya. Trus habis itu gue kemana? Bingung lagi. Tapi kata pak petugas, ruangan membaca sudah ada di lantai yang sama. Jadi langsung mengendap-endap kesana.

Ternyata masih kosong
Dan gue menjadi ratu buku disana. Pas udah bosen membaca dan ingin pake internet (baca: WiFi), iseng-iseng tanya sama salah satu petugas. “Ada internet kan, Pak?” Dijawab dengan mantap. “ADA.”
Berbekal pengetahuan minim itu, saya naik lagi ke lantai atas. Pas nanya sama petugas lantai atas, “Internetnya mana?”, hanya dijawab dengan menunjukkan seonggok kabel tanpa CPU. “Lagi rusak.”
Ternyata setelah ditanya-tanya lagi, hanya ada satu atau dua PC untuk online, dan itu juga pakenya kudu BAYAR.
Ya udah pulang dulu ya mas, mbak, pak, bu. Insya Allah, lain kali saya kembali lagi.
Insya Allah…
Sudah beberapa minggu, mbak di rumah pulang kampung dan kamar saya sudah berada in total mess.
Nasib serupa terjadi dengan meja kantor, secara saya dan Angel bukan tipe beres-beres, dan office girl tak berani menyentuh meja kami. Belum lagi masalah yang tak terlihat, dalam menangani things and stuff. Tentu saja, begitu akhirnya saya menemukan buku berjudul “The 60 Second Organizer: Sixty Solid Techniques for Beating Chaos at Home and at Work“, bukunya langsung saya beli dan lalap habis.
Dengan kebiasaan saya membaca dengan meloncat-loncat (skimming dan scanning), biasanya intisari sebuah buku itu nggak ketangkap sama sekali, atau hanya ketangkap saat itu juga dan nggak bisa dipake lagi di kesempatan lain lantaran nggak ingat dan malas membuka bukunya lagi. Tapi dengan Post-It Flag Highlighters & Pen, masalah itu menjadi beres! Saya bisa menandai kalimat-kalimat yang dirasa penting, serta juga dapat memberi ‘mark’ di halaman yang penting banget. Eureka!

Beberapa hal yang gue mark tentang being organized:
Happy organizing!

Saya berdiri dengan senyum puas di depan loket bioskop. Barisan kursi di studio 2, tempat film Ayat-ayat Cinta (AAC) diputar, pun masih banyak yang belum terisi. Akhirnya, setelah 4 kali mencoba dan GAGAL (karena kehabisan tiket terus!), akhirnya saya berhasil nonton film super laris ini juga. Saya nggak sendiri, saya datang bersama kedua orang tua yang telah 30 tahun lamanya nggak ke bioskop. Hebat banget deh AAC ini. Benar-benar menarik market baru datang ke bioskop. Bahkan seorang ibu-ibu tua dengan jilbab dan gamisnya pun rela datang sendiri buat nonton AAC. Presiden dan wakilnya juga nonton!! Gila. Pasti ada yang ‘lain’ dari film ini.
Sebelum menonton, saya sudah baca buku Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy ini sejak lama, dan sangat menyukainya. Tentu saya sudah punya ekspektasi tertentu terhadap film ini.
Saya tahu sangat sulit menterjemahkan buku ke film dan begitu juga sebaliknya (been there done that), makanya saya sangat menghargai ‘pekerjaan’ Hanung, sang sutradara, pada film ini.
Kesan saya pertama kali tentang film ini adalah lama banget durasinya. Karena ada batas seseorang tahan untuk duduk di bioskop. Dan batas ketahanan saya adalah 1 jam 45 menit hehehe.
Di film ini juga banyak tumpahan air mata, yang ternyata belum dapat mengusik jiwa preman saya. Satu-satunya adegan yang mampu membuat mata saya berkaca-kaca adalah melihat kesedihan Aisha melihat suaminya menikah lagi dengan Maria. Jadi ingat Teh Ninih (halah hehe).
Meskipun secara setting agak sulit merasakan Mesir-nya (karena emang nggak di Mesir hehe), tapi secara umum menurut saya novel AAC telah berhasil diadaptasi ke layar lebar dengan mulus. Dan my favorite would be Fedi Nuril yang bermain sebagai Fahri.
Kalau masih pada bisa buka YouTube, silahkan lihat Trailer Ayat-Ayat Cinta di sini ![]()
Actually gue sedang tidak berada dalam posisi yang menguntungkan untuk nge-review. Sebabnya, konsentrasi lagi terpecah dengan macam-macam hal. Tapi karena hari ini hari yang rare banget (hanya terjadi 4 tahun sekali), ya dipaksain ngepost deh hehehe.
Asus eee pc yang akhirnya berjodoh dengan gue itu warnanya putih. Pearly white gitu and looks great. Harganya 5 juta. Secara singkat spec-nya adalah sbb:
Asus Eee 4G Ultra 7” Micro Laptop PC (900 MHz Intel Celeron Processor, 512 MB RAM, 4 GB Hard Drive, Linux Preloaded) Pearl White
Yang ada di gue kebetulan pake built-in camera juga. Dan FYI, built-in camera-nya bagus banget loh. Paling nggak Vaio gue yang 3x lipat lebih mahal itu kalah jauh kualitas kameranya.
Setelah beli, langsung dipasangin Windows Xp. Jadi soal pemakaian nggak ada bedanya dengan biasanya. Cuma mungkin, keyboardnya lebih kecil dari biasa sehingga… ya cape de nulisnya suka typo-typo hehe.
Tadi udah nyobain internet wireless connection juga. Bisa berjalan dengan baik. Awalnya bingung kok nggak konek-konek. Ternyata dia pake program luar windows gitu buat wirelessnya. Trus ya tinggal di pilih option agar windows mengambil alih proses wireless connection. (Wireless Network Connection > Change advanced setting > Wireless Network tab > Pilih ‘Use Windows to configure my wireless network setting’). Voila, internet bisa jalan dengan lancar.
Sempet nyobain pasang SD Card di slot-nya. Trus setelah dimasukin sampe mentok, kok nggak ada respon, dan yang ada kartu SD gue malah stuck hahaha
Untung bisa lepas lagi :P Entahlah sampai sekarang gue nggak bisa figure it out yet.
Masalah hard-disk ini cukup mengganggu gue juga. Kapasitas 4 GB itu nggak cukup untuk ngapa-ngapain. Setelah diinstall windows aja udah tinggal 1 GB
Jadi ya…
Apakah Asus eee pc itu bagus? BAGUS. Untuk orang yang tepat.
Orang yang tepat memiliki Asus eee pc:
1. Blogger (iya, kamu!)
2. Orang yang sering presentasi dan meeting di luar (MLMers maybe)
3. Novelis (bisa ngetik dan browsing, cukup)
4. Pejabat (biar nggak ribet bawanya)
5. Traveler (biar bisa bikin travelog)
Udah mungkin itu aja.
Dalam kesempatan ini gue juga ingin mengucapkan selamat tinggal kepada Acer gue yang sudah setia menemani selama 3 tahun lebih dan selamat datang untuk Vaio yang mudah-mudahan akan lebih setia lagi. Tak lupa untuk Asus eee pc, sang anak bungsu, welcome to Ollie’s world.