It’s all about writing, photography, books, design, business, internet and love
I Flickr, Therefore I am.
Semua pasti pernah dengar tentang website tempat sharing foto yang telah berkembang menjadi sebuah ‘keluarga’ besar dari para fotografer, fotoblogger dan orang-orang narsis. Selamat datang di Flickr!
Gue mulai go Pro sekitar bulan September. Saat itu mau bagi-bagi foto perjalanan sepulang liburan dan bingung karena Flickr ngebatasin upload gue. Well, ya sudah. $24 per tahun it is. Dan gue menikmati setiap detik setelah gue menjadi Pro.
Menjadi Pro berarti menggunakan fasilitas Flickr tanpa batas. Unlimited. Jadi, puas-puasin deh mengeksplornya.
Pertanyaannya… WHY FLICKR?
More on what can we do with Flickr
Read interview with Flickr Co-Founder
Ada yang mau nambahin?

Pas jaman kuda gigit besi, gue punya kamera film yang dipake dengan rol film seharga Rp 25.000 yang bisa dapet sekitar 36 foto (CMIIW). Ya, intinya, you’d better use it very carefully!! Jangan jeprat jepret macem-macem. MAHAL tau! Hehe….
So, bisa dibilang… dulu kamera hanya dipake pas event-event tertentu, dengan foto yang kudu jelas itu siapa yang difoto dan biasanya harus menyangkut orang-orang yang dikenal, foto-foto dokumentasi yang bakal ditaruh di album dan diletakkan di bawah meja untuk dilihat oleh tamu (jika ada tamu). Hoho sounds familiar?
Sekarang semua sudah berbeda. Handphone aja udah ‘dipaketin’ dengan kamera berlensa super untuk jiwa-jiwa narsis yang ikut tumbuh dalam semaraknya dunia digital hehe. Dan passion gue sama fotografi dimulai saat punya kamera Nokia 3650 dengan kameranya yang paling oke saat itu. Setelah foto-foto banyak terkumpul, jiwa cerewet gue menjerit. Gue pengen memamerkan foto-foto itu. Akhirnya ketemulah dengan sebuah website Moblog (Mobile Blog). Semua foto gue upload dari handphone ke website tersebut. Kemudian foto itu gue kasih cerita dikit sebagai deskripsi. Dan sekarang, 4 tahun kemudian, gue sadar bahwa itulah cikal bakal PhotoBlog.
Sekarang, selain menggunakan Flickr sebagai PhotoBlog pribadi sekaligus mempromosikan budaya Indonesia di Grup Indonesian Wedding, gue juga jadi kontributor untuk Jakarta Daily Photo (JDP) yang dikelola oleh Santy. Di JDP, gue berusaha semaksimal mungkin untuk memperlihatkan sisi-sisi Jakarta yang positive dan appealing agar orang asing tertarik untuk berkunjung. Sisi humanisme juga gue tonjolin di sini.
Gue akan bicara lebih banyak tentang Photoblog di Metro TV, pada acara Indonesia Cerdas, Hari Jumat Jam 19.30 (Tanggal 21 atau 28 December hehe). Mark your calendar!
Ps: Hihi akhirnya gue diakui sebagai fotografer ![]()
Udah lama nggak ngomongin fotografi… secara gue adalah fotografer palsu yang sudah lama nggak hunting… tapi kali ini lagi pengen membahas sedikit tentang komposisi. Dimulai dengan tips memotret anak kecil.
Untuk motret anak-anak itu emang tricky karena mereka selalu bergerak. Jangan harap mau diam. Jadinya kita harus pintar-pintar membuat mereka bergerak seminimal mungkin. Bisa dengan ‘halus’ -> “Hayo, jangan goyang-goyang nanti fotonya jelek loh…” atau dengan kasar -> Naruh camera, pasang timer dan kita ikut di dalam foto sambil memeluk mereka erat-erat biar gak goyang hihi *gubrak*
Untuk komposisi sendiri… lebih baik jika kita menyamakan ‘level’ tinggi kita dengan anak-anak. Saya berlutut untuk mengambil gambar anak-anak di depan rumah unwinged di semarang ini.

Teknik lain justru kebalikan. Mereka kan punya kecendrungan untuk terus mendekat ke kamera. Ya silahkan saja didekati seekstrem mungkin dan foto dari atas. Hasilnya ’seru’.

Dalam komposisi teknik layering atau lapis-lapis itu termasuk penting untuk menghasilkan foto yang bagus. Selain itu, permainan warna juga penting. Pastikan ada objek berwarna kontras untuk menambah ‘kaya’ foto tersebut.
Satu teknik lagi, bagi tiga keseluruhan gambar yang ingin diambil dalam garis imajiner horisontal dan vertikal. Kemudian letakkan objek foto pada 4 kotak tersebut. Hasilnya seperti ini…

Di sini layernya ada tiga, langit, rumput dan tanah. Kemudian ada warna kontras dari atap rumah. Sapi pun yang diletakkan di bagian 4 kotak imajiner itu. Gimana? Gampang kan. Tempat ini berada di halaman Undip, Semarang.
Satu trik yang juga berguna, tiap ada pemandangan, bisa sertakan elemen daun dari pohon untuk membingkai foto Anda dengan cantik.

Selamat menikmati fotografi! 