It’s all about writing, photography, books, design, business, internet and love

Btw, also read me: Ollie's Personality

Archive for the ‘Kutukutubuku’ Category


Laporan Event Wanita & Wirausaha

Apr 26, 2008 Author: Ollie | Filed under: Events, Kutukutubuku

Alhamdulillah, bersyukur banget hari ini kami dari Kutukutubuku.com telah sukses menyelenggarakan event untuk memperingati hari Kartini, berbentuk Talk Show dengan tema ‘Wanita & Wirausaha.

Diawali dengan telepon Angel di malam buta, seperti biasa, disaat ada ide yang sedang muncul, kami biasa saling menelepon untuk meminta persetujuan dan dukungan masing-masing. Angel kepingin banget Kutukutubuku.com bisa mengadakan event di bulan April ini. Ceritanya pengen mencoba empowering women seperti ibu Kartini.

Tanggal 11 April, kita meeting sebentar tanpa ada keputusan yang memuaskan tentang konsep acara. Kemudian malah meeting 10 menit dengan managerku menghasilkan konsep yang akhirnya kita pake untuk acara kemarin, yaitu tentang peluang usaha di Rumah.

Kami punya waktu 2 minggu untuk mempersiapkan dan 1 minggu untuk mengumumkan event ini. Agak ‘bingung’ juga sih. Soalnya saya sendiri sangat blank soal dunia event organizing. So, akhirnya coba cari-cari ‘how to plan an event’ di Google yang akhirnya lumayan menolong. Well, soal ini nanti diceritakan lebih lanjut deh di behind the scene of this event :D

Pada hari H, tanggal 26 April 2008, kami datang pagi-pagi ke venue acara di Asia Bistro, ITC Permata Hijau. Tak berapa lama, lalu lintas di depan ITC Permata Hijau tiba-tiba macet. Katanya ada kecelakaan yang melibatkan Bis Deborah dan pengendara sepeda motor. Banyak juga peserta yang terlambat, tapi karena jam sudah menunjukkan 10:15 dan pembicaranya semua sudah siap, maka acara langsung dimulai saja.

Acara dibuka dengan sambutan sedikit dari Angel yang demam karena flu dan demam panggung juga haha. Setelah itu, Pak Nukman mulai memberikan motivasi dengan menceritakan tentang wanita entrepreneur hebat bernama Susi Pudjiastuti yang sekarang sudah punya maskapai Susi Air (ada 14 pesawat Susi Air yang digunakan untuk keperluan bisnis ikannya). Selengkapnya baca di blog Pak Nukman ya :)

Pak Nukman juga bilang, kalau mau jadi pengusaha itu harus berani meninggalkan zona nyaman dan harus fokus. Setelah saya dan Angel meninggalkan zona nyaman, ternyata kami masuk ke zona yang lebih nyaman lagi loh! :D

Setelah Pak Nukman selesai, acara dilanjutkan dengan acara inti, yaitu Talk Show dengan Saya sendiri (Ollie, mengusung Heartyboutique.com), Christine (di bawah bendera Kutukutubuku.com), Angel (Menjelaskan TukuSolution.com) dan Pak Nur Salam (Kedai Daur Ulang).

Pembicaraan berlangsung seru, apalagi Pak Nur Salam yang berapi-api dalam menjelaskan usahanya hehe. Ini semua karena adanya passion di dalam diri kami yang menggebu-gebu terhadap bisnis yang kami jalani.

Kemudian peserta dengan antusias mulai bertanya. Ada yang mau pindah ke daerah pedalaman untuk mengikuti suami dan bingung mau berbisnis apa di sana. Well, potensi tiap daerah itu beda-beda dan Indonesia kaya banget dengan tradisi dan adat istiadat yang tercermin pada makanan, kain, dll. Itu semua bisa dijual secara online kan?

Semua penanya mendapatkan buku dari Transmedia Pustaka yang berjudul “Panduan Lengkap Memulai dan Mengelola Usaha di Rumah“. Kemudian acara dilanjutkan dengan games.

Games wirausaha ini mikirnya lumayan lama juga. Dari jam 8 malam sampai jam 11 belum ketemu bentuknya gimana. Akhirnya saya terpikir untuk mengaplikasikan konsep buku The Secret dalam games ini. Peserta akan diminta untuk berandai-andai, bisnis seperti apa akan dibuat (yang sesuai minat, bakat dan pengalaman), modal darimana, memasarkannya kemana, omzet bulan pertama berapa, kemudian berkembang pesat seperti bagaimana, dll. Jadi, paling nggak, begitu pulang, peserta punya bayangan bisnis seperti apa yang nantinya akan dia ciptakan.

Mas Arul membacakan soal keinginannya membesarkan MenulisYuk.com. Dari responnya, antusiasmenya, dan positive thinkingnya, saya inget diri saya sendiri waktu menuliskan essay yang berandai-andai, tapi tentang menulis.

Yang menyuruh saya untuk menulis essay a la The Secret itu adalah Mas Sulak, guru saya di sekolah menulis Jakarta School. Waktu itu saya menulis bahwa buku saya akan diterbitkan, saya diwawancara oleh media kanan kiri, masuk tivi, jadi well known, orang minta tanda tangan, kemudian saya nulis buku dengan tema lain nggak hanya novel, dll. Waktu dibacain sih teman-teman pada ketawa, tapi yang jelas, 3 tahun setelah menulis itu, apa yang saya tulis di situ benar-benar jadi kenyataan. Alhamdulillah.

Selain Mas Arul, ada juga dua orang peserta lain yang membacakan mimpinya. Ada yang ingin buka usaha laundry, ada juga yang ingin buka bisnis keramik. Wah… thanks for sharing your dreams ya :) Semoga terkabul. Amin!

Setelah games selesai, acara dilanjutkan dengan launching gerakan BLOGBRARY. Apa itu BlogBrary? BlogBrary adalah sebuah gerakan sosial untuk membangun perpustakaan untuk anak Indonesia, dengan bantuan blogger yang peduli. Gerakan ini baru seminggu yang lalu digagas oleh Mas Arul. Saya langsung tertarik sekali untuk support, karena kebetulan visi BlogBrary dan Kutukutubuku.com itu sama: ingin mencerdaskan bangsa :D

Mas Arul memaparkan visi dan misinya BlogBrary, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan buku secara simbolis dari kutukutubuku.com ke BlogBrary. Seneng deh bisa sharing banyak hal pada event ini.

Acara ditutup dengan foto bersama. Seneng banget bisa berada di tengah-tengah orang yang bersemangat dan highly motivated.

Kemudian kami foto juga dengan para sponsor. Terimakasih kepada, Penerbit Transmedia Pustaka, Majalah Prodo, Majalah Wirausaha & Keuangan, Pocari Sweat dan Portal SendokGarpu.com atas kepercayaannya kepada kami. Diharapkan dukungannya untuk event-event berikutnya :D

Terimakasih juga buat teman-teman media yang menyempatkan untuk hadir. Karena belum lihat daftar hadirnya lagi, jadi nggak tau siapa aja yang datang. Tapi yang jelas aku tahu itu dari Majalah Prodo, Republika, Wikimu.com dan HaloHalo.co.id.

Pas acara lunch, saya dihampiri oleh seorang wanita bernama Mbak Reni. Beliau membawakan kue yang dibuat khusus untuk kutukutubuku.com! Awww… that’s so nice of you! Kita memperhatikan dan foto-fotoin kuenya. Sampe nggak tega buat makan saking lucunya hehehe. Kalo minat membuat kue lucu kayak gini juga, bisa pesen ke Amara Bakery, up Mbak Reni (08158937328/021-93316657).

Setelah makan siang, akhirnya satu persatu, peserta dan undangan meninggalkan ruangan dengan senyuman. Rasanya semua beban menjadi lepas dan plong banget (padahal event kecil gini udah kayak gitu hehe… no wonder orang habis ngadain event tuh pasti langsung pesta-pesta deh karena relieved pastinya hehe).

Thanks banget untuk tim kutukutubuku.com yang solid, meskipun masing-masing punya pekerjaan sendiri-sendiri tapi bisa put together untuk menyukseskan acara ini.

Dengan event ini, berarti tercapai lagi visi Kutukutubuku.com yang kami rencanakan saat saya dan Angel memutuskan untuk resign dari kantor dan full di Kutukutubuku. Yang pertama adalah membuka layanan web consultant TukuSolution.com untuk membantu mereka yang juga ingin sukses lewat media online. TukuSolution.com kami buka almost immediately setelah kami resign (bulan Agustus 2007), dan Alhamdulillah hasilnya menggembirakan. Yang kedua adalah pelaksanaan event yang menyangkut buku (ya, seperti event ini, yang membahas buku dari Transmedia Pustaka). Dan ketiga adalah giving back to society dengan men-support kegiatan membangun perpustakaan untuk Anak Indonesia yang dicanangkan BlogBrary!

Semoga pencapaian visi kami akan terus ‘menggila’ (hehe). Amin. Dan sekarang… saya mau spend me-time untuk merayakan ini. Caranya? Nonton dvd :D See you at another event!

Pink is Everywhere

Feb 14, 2008 Author: Ollie | Filed under: Kutukutubuku

FYI, we’re not celebrating valentine :p

(padahal baju kita berteriak HAPPY VALENTINE dan dilanjutkan dengan bagi-bagi cokelat hahahaha)

What’s in a name?

Jan 31, 2008 Author: Ollie | Filed under: Kutukutubuku
“What’s in a name? That which we call a rose
By any other name would smell as sweet.”
- Romeo and Juliet (II, ii, 1-2)

Hari ini terima amplop-amplop tagihan menggunung. Baru aja dianterin dari kantor lama. Memang alamat-alamat gue masih pake alamat kantor lama. Akhirnya baru tergerak hari ini untuk ganti-gantiin alamat tagihan. Tapi ternyata nama perusahaan gue yang baru (Kutukutubuku.com) tuh tricky banget buat disebutin. Susah bagi people to take it seriously haha.

Jadi inget waktu awal-awal ngebangun kutukutubuku.com, bareng Angel kita rajin nelponin penerbit, kurir service, dll untuk menjalin kerjasama.
Penerbit x

Gue: Halo, bisa bicara dengan marketing manager?
Penerbit: Darimana?
Gue: Dari Kutukutubuku.com
Penerbit: DARIMANA?

Kurir y

Gue: Halo, bisa bicara dengan bagian marketing
Kurir: Oh ini dengan ibu siapa
Gue: Ollie, Kutukutubuku.com
Kurir: OLI KUTU?

Hehe jadi tadi pagi gue mulai nelpon macem-macem perusahaan. Dimulai dengan BCA, “Kantornya KUTU ya mbak?”, Permata Bank, “KUTU-nya dua mbak?”, Allianz, “Nama perusahaannya silahkan…” (Padahal dah gue sebutin berkali-kali tapi Mbak Allianz nggak percaya haha)

Well… buat para business starter, kalo milih nama bisnis yang aneh harus siap dengan resikonya ya hehe.

On Becoming an English Competition’s Judge

Dec 10, 2007 Author: Ollie | Filed under: Events, Kutukutubuku

“The judges are… Mr. Bambang Marsono… Mr. Eddy… and Ms. Aulia Halimatussadiah…!”

GUE? JURI?

Gue nggak bicara soal Asian Idol… tapi tentang best of the best student selection of Oxford Course Indonesia (OCI) yang diselenggarain kemarin. Mimpi apa gue semalem? Perasaan baru 13 tahun yang lalu gue nggak bisa jawab pertanyaan seorang bule karena gue nggak ngerti apa-apa, trus kemaren jadi guru bahasa Inggris dan sekarang jadi juri kontes Bahasa Inggris. Beyond my wildest imagination :D

Sahabat Blog gue, Chandra Marsono, yang merupakan Apprentice dari OCI yang menghubungi gue. Kebetulan Kutukutubuku.com memang sponsor untuk acara itu. Awalnya gue nggak tau, manager gue yang sms, “Kak… kau disuruh jadi juri sama Chandra!”. HEH? Langsung aja gue confirm… jadi juri gimana? I’m so blank di dunia perjurian.

Fast Forward, setelah muter-muter tersesat di daerah Cempaka Putih yang sama sekali asing bagi gue, Anang dan Eel, akhirnya kita sampai juga di gedung pertemuan Pertamina. Buru-buru turunin buku untuk buka stand di acara, dan gue langsung di ajak mbak-mbak untuk duduk di deretan kursi paling depan. Pas gue datang, Pak Bambang lagi speech dengan berapi-api.

Gak lama, perlombaan pun dimulai. Peserta dibagi menurut level-nya. Dan dimulai dari level paling bawah. Yang maju anak-anak kecil. Gue dikasih segepok kertas, disuruh isi Nama Peserta, Nilai dan Tanda Tangan Juri. Nilai yang diberikan antara 70-100. Hm… easy, batin gue. (Gue sama sekali belum ada bayangan karena buru-buru duduk dan bahkan belum di-brief apapun sama Chandra).

MC mulai manggil seorang anak dan nanya, “How are you? What is your name? Is your father here? Where do you live?”. Gue tenang aja menikmati conversation ini. Tapi setelah anak lain dipanggil dan diberi pertanyaan yang sama, gue langsung sadar. KOMPETISI SUDAH DIMULAI! Gubrak.

Tapi kok modelnya gini ya, langsung aja dengan panic gue berusaha menghubungi hape Chandra tapi nggak bisa. Dan mulai mencoret-coret di buku gue tentang performance anak-anak. Tampaknya salah satu juri (Mungkin Pak Bambang) sama herannya sama gue sehingga mengirimkan salah satu stafnya untuk ngasih tau MC agar anak-anak memperkenalkan diri sendiri aja nggak usah ditanya-tanya. Well, in that point, gue seperti di-confirm bahwa ini memang kompetisinya dan mulai mengisi kertas-kertas nilai yang diberikan ke gue.

Level selanjutnya naik, I guess they’re doing great. Salah satu anak dari luar kota mencuri hati gue. Btw, ada seorang anak yang gue kasi nilai 90, tapi karena berikutnya nggak ada yang sebagus dia, gue mau ngasi nilai dia 95, tapi karena gue ngga mau coret-coret kertas, yang ada, dia gue kasi 90,5 hahaha. Malah jadi keterusan kayak gitu :p Geblek.

Terakhir level paling atas naik, tampang-tampangnya dah pada mature. To my surprise, gue rasa English di level sebelumnya lebih bagus daripada mereka. Tapi mungkin mereka hanya gugup aja. Dalam conversation, gue lihat they’re doing great. Ada salah satu anak yang ngomongnya nyerocos banget dengan fasih, Eel bilang dia hebat… well memang sekilas begitu, tapi omongannya meaningless. See… I am a judge material! Hahaha :D

Dalam kelompok ini ‘jagoan’ gue akhirnya menang. Kalo gak salah namanya Alfian (bener ga sih hehe). Dia menjawab dengan baik pertanyaan tentang opininya mengenai budaya kita yang dipakai untuk kampanye wisata negeri seberang. Opinionnya ditutup dengan, “Save our heritage!” Sambil mengepalkan tangan ke udara. Nggak sadar, gue juga ngikutin kelakuannya dia hahaha. MERDEKA! :p To me, he’s an obvious winner!

Kompetisi diselingi juga oleh entertainment performances. Ada yang nari balet, tari betawi, baca puisi (Riska membacakan puisinya tentang Ibu dengan mengharukan), nyanyi (bagus banget “Flying without Wing”-nya), sampai berdakwah (ada kontestan Pildacil di sini!). Semua performances dipersembahkan oleh anak-anak OCI.

Terakhir, pemberian piala dan hadiah-hadiah. Yang menang juara pertama, disebut Best of the Best, mendapat jubah dan mahkota layaknya seorang raja. Proud mom of one of them bilang sama gue, “Anak saya baru belajar di Oxford 3 bulan loh mbak!” gue tersenyum ikut merasakan kebanggaannya. “Dia hebat bu… dia hebat!”

Terngiang lagi speech-nya anak itu sewaktu di panggung, “The best moment of my life is when my parents are proud of me!

He didn’t know it, but it touches my heart deeply. He got me. And I’m sure he will be a great man one day.

Thanks for Chandra for the best of the best experience as a judge  Thanks for Eel (looking good in her, SINGLE and disease free t-shirt) and Anang for being there for me in the middle of a deadline. I hope I make you guys proud :D

Please see pictures of OCI Best of the Best in my Flickr

Kutukutubuku.com on Media Indonesia

Nov 13, 2007 Author: Ollie | Filed under: Business, Kutukutubuku

Kutu Media Indonesia

Menjadi Saudagar Maya. Itulah judul artikel di kolom Beranda, Media Indonesia Minggu (11 November 2007). Di dalam artikel itu ada cerita soal kita dari Kutukutubuku.com yang sudah mengambil keputusan penting dalam hidup untuk terjun full time ke bisnis online.

Flashback ke tahun 2006 lalu, saat itu kita baru launching sekitar 2 bulan, dan tiba-tiba di suatu malam, Mbak Hiko dari Media Indonesia SMS dan meminta janjian wawancara. That was our first interview with a media. Saya langsung telepon Angel dan Kitin sambil teriak-teriak excited dan kemudian berdiskusi besok akan pake baju apa, pake make-up apa nggak, dan hal-hal nggak penting lainnya. :D

Kemudian setahun kemudian, dihubungi lagi dengan Mbak Hiko, dengan keadaan yang udah berbeda 180 derajat. Kalau dulu masih interview di kantor lama dengan status karyawan, sekarang sudah di kantor sendiri dengan titel entrepreneur. :D

Interview Media Indonesia

Mbak Hiko datang sambil mengitarkan pandangan ke kantor Kutukutubuku.com. Terdengar ungkapan terkesan dari mulutnya. Maklum, Mbak Hiko lah salah satu saksi hidup (kayak perang kemerdekaan aja haha) dari keadaan Kutukutubuku.com di saat baru awal-awal didirikan. Perkembangannya yang pesat membuat Mbak Hiko lancar dalam mewawancarai kita. Sepertinya secara pribadi Mbak Hiko penasaran dan terinspirasi untuk membuat toko online sendiri :D

Well, seperti yang berkali-kali saya sampaikan, bisnis online itu mudah dan murah. Yang diperlukan hanya mimpi, tekad, dan niat. Loh, konsep, strategi dan sebagainya gimana? Serahkan sama TukuSolution.com :D

Flickr PhotoStream

  • Head to HeadAngel's Birthday 2008Angel's Birthday 2008Angel's Birthday 2008Angel's Birthday 2008Angel's Birthday 2008

Sponsors

Toko Buku Online Kutukutubuku Hobitanaman.com gamexeon.com heartyboutique.com

Recent Comments

Top Commentators