It’s all about writing, photography, books, design, business, internet and love
Nggak terasa udah 9 bulan saya nyemplung menjadi entrepreneur dan sudah cukup banyak pelajaran yang saya ambil. Terutama saat memulai, pastikan Anda punya 10 hal berikut ini:
Sudah siap jadi entrepreneur?
As I said, I got flu, fever and all… tapi Pak Nukman mengundang saya untuk datang ke acara syukuran kantor barunya. Ya tentu harus datang.
Kantor baru Virtual Consulting ini berlokasi di Jl. Duren Tiga Raya, dekat dengan kantor Kutukutubuku.com, dan tidak sulit menemukannya. Masalahnya adalah pada saat memasuki gedung, saya seperti memasuki sebuah labirin. Dalam hati saya, ini gedung style-nya Pak Nukman banget. Penuh teka teki hehehe :P
Untungnya saya tiba di ruangan kantor yang tepat. Langsung disambut hangat oleh beberapa karyawan Virtual yang saya kenal. Dan saya menyaksikan ruangan kantor yang jauh lebih besar dengan more room to breath, dan bahkan sebuah ruang bayi pun ‘diadakan’ untuk menunjang performa staff wanita yang masih dalam masa menyusui. Great!
Acara segera dimulai dengan sambutan dari Pak Nukman. Great speech as always. Dan dilanjutkan dengan sambutan dari Partnernya Pak Nukman yang juga have amazing vision and speech. Oh ya by the way, saya disuruh duduk di depan, di sebelah seorang bapak yang tersenyum lebar saat saya salami. Ternyata beliau tak lain adalah Pak Jamil Azzaini. Motivator dari Kubik Leadership yang diundang untuk memberikan motivasi untuk semuanya. He also have a book called “Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia: Kisah-Kisah Inspiratif Pembangkit Motivasi & Pemakna Hidup” yang isinya bagus banget, I get it free from Pak Nukman, Thanks Pak. You can get it too at Kutukutubuku.com, Not Free but 15% OFF
Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng untuk meresmikan kantor baru. Semoga kantor baru ini membawa rejeki dan berkah yang berlimpah! Amin…!

Masih di acara, terima telepon dari calon client kalo dia mau membicarakan beberapa hal and mau meeting immediately. Waduh. First of all, gue udah mau pingsan karena sakit and I don’t bring any material with me. Gara-gara males bawa laptop, sebagai syarat pengisi tas, gue bawa si mungil eee pc aja and clearly my datas are not there.
Untung kantor barunya Pak Nukman sudah dipasang wireless-nya. Dengan bantuan Pak Ivan & Mbak Banis, saya bisa sukses konek ke internet dan mengambil bahan meeting yang diperlukan. Setelah makan, langsung deh pamitan sama Pak Nukman.
Pak Nukman jabat tangan saya dan bilang dengan nada serius, “Undanglah hiu-hiu liar dalam kehidupanmu!”
“Hiu liar pak?” Saya memandangnya dengan bingung.
“Iyaaa… loooh! Kamu nggak dengerin Pak Jamil ya tadi!”
“Kalo Pak Jamil bilang tadi sih hiu-hiu kecil pak hauehhehe…!”
Hiu kecil tentu akan sangat ‘membantu’ kita untuk bikin hidup lebih hidup. Tapi hiu liar? Bisa langsung padam semangat hidup ntar haha.
Dan seperti biasa, Pak Nukman selalu punya akal untuk berkelit hahuheueh :P
Di dalam kesempatan ini akhirnya bisa ngobrol-ngobrol dengan teman-teman TDA, Pak Roni, Pak Iim dan Pak Agus. Serta kenalan juga dengan Ibu Amalia Maulana. It’s a pleasure to meet you. Sayang sekali karena selain keliyengan dan mau pingsan, saya juga sudah ditunggu sehingga nggak bisa berbincang-bincang panjang, padahal sebenarnya banyak sekali yang bisa didiskusikan.
Sampai tempat calon client, akhirnya berhasil seal the deal and eee pc pun berjasa kembali. Tunggu material ternyata lama banget ampe sore. Untung ada eee pc dan free wireless internet around. Sampe rumah ambruk deh.
Besoknya periksa ke ruma sakit, ternyata saya bukan terkena flu tapi dengue fever atau yang biasa dikenal masyarakat sebagai demam berdarah. *garuk-garuk-kepala*. Padahal gejala awal adalah batuk, pilek dan demam. Mirip sekali dengan flu. Bedanya, dengue fever membuat tulang kita seperti retak-retak dan ngilu. Hiy… cape deh.
FYI, I’m still sick. Beneran! ![]()
Pernah nggak ngerasain, terlalu banyak hal yang harus kita lakukan tapi waktunya terbatas, sehingga pada satu titik, kita malah bengong nggak ngerjain apa-apa. Ibaratnya megang beras satu genggaman dan butir-butirnya pelan-pelan jatuh dari sela-sela tanganmu. And you can’t control it. Itu lah yang gue rasakan sekarang ini hehe.
Biasanya hal kayak gini terjadi karena gue membiarkan semuanya ada di kepala gue. Padahal gue seharusnya buru-buru menuangkannya ke media lain. Hm, well, habis ini deh. (Queen of procrastinating hehe)

Sekarang gue mau cerita soal Milad Komunitas Tangan di Atas (TDA) ke-2 yang gue hadiri minggu lalu. Gue sudah lama tahu tentang TDA. Tapi gue memang tidak bisa komit dengan satu komunitas apapun (karena gue orangnya soliter haha), makanya gue nggak join mereka. Trus ketemu TDA lagi di Pesta Blogger. Dan terus akhirnya pas mereka mau mengadakan acara Milad yang ke-2, gue putuskan join TDA dan datang ke acaranya. Gue mencari passion and enthusiast glow from people yang gue yakin bisa gue dapatkan di sini.
Gue dan Goldy datang telat karena baru tidur subuh (cekakak cekikikan nonton VideoJug di rumah masing-masing hehe). Pak Wuryanano (successful business owner) udah ada di panggung ngomongin soal pentingnya cinta dalam membantu membangun bisnis kita. Setuju deh. Tanpa cinta, mana bisa kita perform. Cinta itu pendukung dalam diam, yang kita baru sadari kehadirannya saat dia hilang. Karena efek kehilangannya bisa membuat kita limbung. (LOH kok curhat hahaha). Cak Eko (Pemilik Bakso Cak Eko) juga bilang, kalo bikin bakso dengan hati nggak enak, baksonya juga bakal terasa nggak enak. So, cinta, hati dan perasaan, ngaruh banget dalam bisnis.
Acara dilanjutkan dengan diskusi membahas business start-up. Moderatornya Masbukhin Pradana. Peserta diskusi antara lain Mbak Doris Nasution pemilik butik Shaakira. Para pebisnis yang pemberani ini (karena memutuskan menjadi TDA setelah bertahun-tahun menjadi TDB), setuju bahwa kita harus ‘ACTION’ untuk memulai business. Mbak Doris sendiri membayar tempat di Mangga Dua Square dengan kartu kredit. Jadi mudah banget kan untuk memulai sebenernya (Asyik loh, di Mangga Dua Square sewa gratis, bayar biaya maintenancenya aja per bulan kira-kira Rp 400.000 dan deposit Rp 2.500.000. More information ke TDA atau ke Mangga Dua Square aja langsung ketemu Mas Ronggo di kantor marketing, Mangga Dua Square lantai LG)
Trus istirahat, makan, enak makanannya. Pas ke toilet ketemu Mbak Doris yang lagi dikerubungi ibu-ibu. Pengen nyapa. Tapi. Nyapa. Nggak. Nyapa. Nggak.
“MBAK OLLIE…!”
Hah. Ternyata Mbak Doris manggil gue duluan hehe.
“Blognya saya pantengin terus mbak!” Kata Mbak Doris.
Haha. Jadi enak :P
Nggak sempet ngobrol banyak tapi yang jelas udah memulai jalur silaturahmi baru deh.
Balik ke ruangan, acara mulai lagi kali ini dibawakan oleh Bu Ning Harmanto (Pengusaha Mahkota Dewa). Bu Ning orangnya spontan dan kata-katanya menyegarkan. Jadi nggak ngantuk ya. Diskusi yang dibawain tentang pengembangan bisnis. Di sini ada Mas Hendy Setiono (Kebab Turki Baba Rafi) yang sukses menyebarkan ‘virus Kebab’ ke seluruh penjuru Indonesia melalui sistem franchisenya. Kata Mas Hendy sih kalo mau ngembangin bisnis intinya tuh inovasi. Setuju.
Di acara selanjutnya ada Mysteri Guest yang ternyata adalah Pak Perry Tristianto, yang disebut-sebut sebagai Raja FO (Factory Outlet). Gue langsung duduk tegak pas denger beliau ngomong. Tips trick bisnis dari dia sangat applicable dan smart. You should write a book, Pak hehe.
Beberapa tips trick dari Pak Perry:
Sebenernya pengen ngobrol banyak dengan teman-teman TDA (ada 500 orang yang hadir), bahkan sama Pak Roni (the founder) aja gue nggak sempet ngobrol (orangnya sibuk). But nanti in the smaller event, mudah-mudahan dapat kesempatan untuk ngobrol lebih banyak.
For me and Goldy, TDA is such an inspiration!

Menjadi Saudagar Maya. Itulah judul artikel di kolom Beranda, Media Indonesia Minggu (11 November 2007). Di dalam artikel itu ada cerita soal kita dari Kutukutubuku.com yang sudah mengambil keputusan penting dalam hidup untuk terjun full time ke bisnis online.
Flashback ke tahun 2006 lalu, saat itu kita baru launching sekitar 2 bulan, dan tiba-tiba di suatu malam, Mbak Hiko dari Media Indonesia SMS dan meminta janjian wawancara. That was our first interview with a media. Saya langsung telepon Angel dan Kitin sambil teriak-teriak excited dan kemudian berdiskusi besok akan pake baju apa, pake make-up apa nggak, dan hal-hal nggak penting lainnya.
Kemudian setahun kemudian, dihubungi lagi dengan Mbak Hiko, dengan keadaan yang udah berbeda 180 derajat. Kalau dulu masih interview di kantor lama dengan status karyawan, sekarang sudah di kantor sendiri dengan titel entrepreneur.

Mbak Hiko datang sambil mengitarkan pandangan ke kantor Kutukutubuku.com. Terdengar ungkapan terkesan dari mulutnya. Maklum, Mbak Hiko lah salah satu saksi hidup (kayak perang kemerdekaan aja haha) dari keadaan Kutukutubuku.com di saat baru awal-awal didirikan. Perkembangannya yang pesat membuat Mbak Hiko lancar dalam mewawancarai kita. Sepertinya secara pribadi Mbak Hiko penasaran dan terinspirasi untuk membuat toko online sendiri
Well, seperti yang berkali-kali saya sampaikan, bisnis online itu mudah dan murah. Yang diperlukan hanya mimpi, tekad, dan niat. Loh, konsep, strategi dan sebagainya gimana? Serahkan sama TukuSolution.com ![]()