Jakarta, GrabHitch and Nebeng Economy

Sebagai orang yang punya rumah di Depok dan bekerja di Jakarta Barat, saya paham sekali bagaimana GILA-nya commuting Depok-Jakarta setiap hari. Selain jarak yang berpengaruh pada waktu tempuh terutama saat harus menembus kemacetan di jam kerja, commuting juga besar pengaruhnya ke dompet dan budget untuk transportasi. Boro-boro mau nabung dan berinvestasi, kalau biaya transportasi harian saja sudah segunung. Tak ada yang paling membuat miskin dan menderita lahir batin selain commuting ke Jakarta.

Sharing economy bisa menjadi salah satu solusinya. Dengan ‘sharing’ kendaraan alias nebeng, masalah-masalah seperti biaya besar bisa terpecahkan, karena praktisnya kita akan membagi biaya perjalanan dengan teman nebeng kita. Praktek ini sudah kita lakukan selama bertahun-tahun secara tradisional. Ingat kan, betapa bersyukurnya kita dulu kalau ada teman kantor yang pulangnya searah?

Di era teknologi, konsep nebeng menjadi berkembang. Sekarang kita bisa memilih nebeng naik motor daripada nebeng naik mobil yang rentan terjebak macet. Soal jadwal, dulu kita harus ‘terikat’ sama teman nebeng kita, pulang kantor harus tepat jam 5 sore dan harus janjian tiap hari tepat waktu, kalau nggak bakal ditinggal. Sekarang, ada banyak teman searah yang bisa kita tebengi sehingga kita bisa lebih fleksibel, nggak perlu harus menyesuaikan setiap waktu, tinggal atur jadwal 30 menit hingga 7 hari sebelumnya agar jadwal dengan teman tebengan mana pun bisa cocok. Jadi kalau kita mau pulang kantor lebih cepat atau lebih lambat juga nggak masalah.

Males risih sama orang baru apalagi yang beda jenis kelamin? Nggak perlu pusing, teknologi memungkinkan untuk pilih teman nebeng yang sama jenis kelaminnya dengan kita. Jadi kalo kita cewek dan pengen nebeng sama temen cewek juga, supaya bisa pegangan lebih nyaman, tinggal pilih checklist ‘same gender’ aja.

Menurut saya, tidak perlu ragu juga untuk nebeng dengan siapa saja, karena pastinya teman nebeng sudah diverifikasi dulu identitasnya. Yang membuat nebeng makin menarik, jika teman-teman nebeng kita ternyata karyawan yang bekerja di perusahaan dan bidang yang sesuai minat kita, ini tentu kesempatan untuk menambah networking untuk kebutuhan profesional atau bisnis.

Jadi layanan apa yang bisa kayak gini? Di Jakarta, Grab punya layanan GrabHitch. Dengan GrabHitch kita nggak perlu pake helm dan jaket warna hijau dengan logo Grab, sehingga pengalamannya benar-benar seperti nebeng sama teman kita sendiri.

Prosesnya gampang, 30 menit hingga 7 hari sebelum berangkat, kita tinggal masuk ke aplikasi Grab, pilih GrabHitch dan masukkan lokasi dan tujuan kita. Untuk keamanan, kita juga diminta untuk menghubungkan akun kita dengan Facebook, atau manual meng-upload foto dan nama kita jika kita tidak ingin menggunakan Facebook. Setelah itu, kita tinggal menunggu konfirmasi dari teman searah yang berminat menebengi kita. Sedikit tips, pasang foto kita yang penuh senyum ya biar temen nebengnya nggak serem ngeliat kita :))

Sekarang tarif GrabHitch cuma Rp 20.000 dari Depok-Jakarta dengan tarif dasar Rp 1.000 tiap kilometernya. Apa untungnya buat temen nebeng kita? Ya dia bisa dapet duit tambahan yang lumayan banget buat beli bensin. Untungnya buat Jakarta? Jika lebih banyak yang nebeng, maka jumlah kendaraan akan berkurang. Kalau biaya lebih murah dan nggak perlu fokus bawa motor sendiri, tentu lebih enak nebeng aja, nggak capek!

Sebenernya bakal makin seru kalo kita bisa melihat foto temen nebeng kita dan milih untuk nebeng sama dia. Siapa tau udah ganteng, ternyata ngobrolnya cocok, dan bisa berlanjut ke jenjang kehidupan lainnya, kan? *Salah fokus*

More info tentang GrabHitch bisa kamu baca di https://www.grab.com/id/hitch/

Kalau baru nyobain GrabHitch, coba deh pake kode promo ‘CUMAGOCENG’, biar hemat kemana aja Rp 5 ribu!

Enjoy your nebeng time!

Comments

comments

Related Posts

by
A writer of 30 books. Founder & Chief Content Officer of Zetta Media, a digital media network. Founder of NulisBuku.com & Storial.co. Initiate StartupLokal, the biggest startup community in Indonesia. Co-Managing Director of Girls in Tech Indonesia.
Previous Post
0 shares
Blowjob