Setelah Lepas Jilbab, Now What?

Sudah 6 bulan lebih semenjak saya mengambil keputusan untuk melepas jilbab yang sudah saya kenakan sejak tahun 2001 (15 tahun lalu, saat jilbab belum se-mainstream saat ini).

Ternyata keputusan saya ini membuat banyak orang penasaran. Meskipun sudah saya jelaskan di postingan yang ini, mereka tetap googling ‘Ollie salsabeela lepas jilbab’ dan berusaha menebak apa yang terjadi hehe.

Saya menganggap keputusan yang saya ambil sudah dipikirkan panjang lebar selama lebih dari 2 tahun, bukan hasil reaksi karena tragedi besar dalam hidup, semua diputuskan dengan tenang. Maka, saya sangat terganggu jika ada pihak-pihak yang berusaha menentang keputusan saya dengan membawa-bawa nama orang tua hingga Almarhum Papa saya untuk membuat saya merasa bersalah. Jika saja mereka tahu, Almarhum Papa saya adalah salah satu orang tua paling suportif di dunia, dan beliau akan memahami proses hidup yang saya jalani.

Jadi, apa yang terjadi setelah saya melepas jilbab?

  • Beberapa orang yang tidak dekat dengan saya mulai menghakimi dan menggurui saya dengan cara yang tidak terhormat. Block.
  • Komentar di Instagram masuk dan bilang kalau saya lebih cantik saat berjilbab. Itu benar, karena pipi tembem saya jadi ketutupan setengah hehe
  • Mbak Yulia Astuti, pemilik Moz5 salon dan juga hijaber dengan tingkat ke-Muslim-an yang saya kagumi, mengirim doa dan harapannya untuk saya tanpa menghakimi. Saya sangat menghargai
  • Beberapa teman dekat yang hijaber, memutuskan untuk meng-ignore saya. Bisa saya mengerti betapa tidak nyamannya keputusan saya bagi mereka
  • 90% teman-teman mendukung apa pun keputusan hidup saya, meskipun sebagian dari mereka merasa sedih
  • In the end, people become more and more relaxed because I didn’t change. Saya cuma tidak menggunakan tutup kepala. Sisanya, saya masih tetap saya. Tetap menggunakan pakaian yang rapi dan elegan, tetap berkarya, serta peduli dengan kemajuan Negeri.
  • Ada yang bertanya, apakah ini keputusan final saya (untuk melepas jilbab selamanya)? Saya jawab, selama saya masih hidup, hidup masih terus berproses, belum final
  • Ada yang bilang, saya lepas jilbab untuk mendapatkan pendamping hidup. Tebakannya kurang tepat karena selama 5 tahun setelah saya bercerai, saya mencoba membangun hubungan dengan pria keturunan Arab yang lebih senang saya memakai jilbab
  • 6 bulan sejak saya melepas hijab, saya gunakan waktu luang untuk mempelajari Islam dan makna hijab lebih dalam. Memahami makna modesty yang sebenar-benarnya. Saya juga terus berdoa agar diberi petunjuk ke arah yang benar. Proses ini masih terus berjalan
  • Saya bertemu dan berbicara dengan orang-orang yang selama ini tidak berani atau malas berbicara dengan saya, karena terlanjur mengira saya ‘terlalu alim’ untuk membicarakan topik tertentu. Ini membantu mereka untuk lebih open mind dan buat saya, kenyataan ini refreshing. Saya bisa melihat dunia dari perspektif baru
  • Saya berusaha melihat Islam bukan dari apa yang dilakukan oleh penganut-penganutnya (yang bisa saja memiliki pemahaman yang corrupt), tapi nilai-nilai Islam yang sesungguhnya dari Quran dan Hadist

Seorang teman berkata, “Potong kupingku, kamu pasti akan pake hijab lagi.”

Jika teman-teman setuju, bisa ketik ‘aamiin’ di kolom komentar di bawah ini :D

Comments

comments

Related Posts

by
A writer of 30 books. Founder & Chief Content Officer of Zetta Media, a digital media network. Founder of NulisBuku.com & Storial.co. Initiate StartupLokal, the biggest startup community in Indonesia. Co-Managing Director of Girls in Tech Indonesia.
Previous Post Next Post
134 shares
Blowjob