Ollie's Journal

Insights on books, writing, startups, and lifestyle in between

Korea Winter Trip

34

My assistant @navikaanggun  is crazy about Korea. Setiap kali ada kesempatan, dia akan menceritakan semua hal yang berbau Korea terutama drama Korea. Maka saat Korean Tourism Organization mengundang saya untuk Winter Trip di Korea selama seminggu, ada 2 orang yang terperangah: saya dan Vika. For me, it was unexpected offer, and for Vika, sudah jelas, dia setengah mati menahan iri :))

Dalam sekitar 6 jam perjalanan dengan Korean Air, saya menikmati istirahat saya setelah selesai menggelar event ON|OFF 2011 2 hari sebelumnya, sambil sesekali bergosip dengan Miss Jinjing (iya! Saya pergi sama si tukang belanja, Miss Jinjing :D). Kami membicarakan pramugari-pramugari Korean Air yang cantiknya luar biasa dengan kulit wajah yang sempurna, selicin porselen. Kata Miss Jinjing, “Minder deh kita di Korea ntar.” Emang bener banget :))

City View

Bis rombongan kami bergerak ke Seoul yang berjarak sekitar 1 jam dari Incheon. Incheon adalah kota industri (yang banyak pabrik) tempat airport-nya berada. Mungkin seperti Sidoarjo dan Surabaya :D

Begitu sampai di Seoul, kesan pertama saya adalah kotanya mix antara modern dan tradisional, tidak terlalu ramai, tidak juga terlalu sepi. Konturnya berbukit, gang-gang dengan jalan menanjak dan rumah berundak juga banyak terlihat. Mengingatkan saya akan sudut kota Semarang atas.

Untuk menikmati pemandangan kota Seoul, kami diajak naik cable car menuju Seoul Tower. Pemandangan dari cable car saja sudah spektakuler, apalagi saat kami berjalan menuju Seoul Tower. Di kanan dan kiri, banyak pohon-pohon kering meranggas karena dimakan musim,  menambah kesan romantis tempat itu. Tanpa sengaja mergokin pasangan Korea yang lagi pacaran. Oh so sweet. Bener-bener kayak di film Korea! <3

Seoul Tower menawarkan pemandangan 360 derajat kota Seoul (eh bener nggak tuh). Jadi bisa komplit ngeliat indahnya Kota Seoul. Kebayang deh kalo malam pasti lebih bagus lagi. Jadi miris kalo inget ‘tower’ kita nan imut -> Monas <- yang sama sekali nggak ada update-nya sejak jaman dulu kala -_- Padahal Korea Selatan baru kelar ribet berperang dengan Korea Utara sekitar tahun 1953, tapi kemajuannya sudah pesat banget kalau dibandingin sama kita *uhuk*

Culture & Religious Belief

Kami diajak ke Changdeokgung (palace) atau Istana Changdeok. Arsitektur-nya mirip istana di Cina, dengan beberapa detail bangunan yang membawa filosofi-nya masing-masing. Kemudian yang khas, halamannya nggak berumput sama sekali tapi menggunakan pasir.

Ciri bangunan Korea makin banyak terlihat pas kita main ke set-nya Yonginsi MBC Dramia, open set seluas hampir 30 ribu m2 untuk drama Korea yang ceritanya diangkat dari sejarah. Lokasi set ini di daerah pegunungan yang indah banget. Tentu saja kesempatan baik ini kita gunakan untuk foto-foto :P

Di dalam bis, Suki, tour guide kami menceritakan tentang Golden Miss. Istilah Golden Miss ini muncul di generasi muda Korea sebagai istilah untuk wanita-wanita sukses yang memilih untuk tetap single. Jumlah Golden Miss ini semakin banyak di kota besar di Korea. Di generasi sebelumnya, peran wanita masih tradisional dan mirip-mirip kita di Indonesia. Sesukses apapun wanita, tetep dianggap nggak lengkap kalo belum bisa ngasih  anak laki-laki. Sounds too familiar :p

Penduduk Korea kebanyakan menganut agama Buddha terutama aliran Zen. Maka tempat ibadah mereka kebanyakan berada di dalam hutan terpencil, agar bisa lebih khusyu’ dalam beribadah. Jalan menuju Woljeongsa Temple pemandangannya luar biasa menakjubkan. Kita harus melewati jembatan dengan sungai yang airnya sudah beku, dan pohon-pohon dengan salju yang menyelimuti rantingnya. Mirip sama pemandangan di serial Winter Sonata. Romantis manis :’)

Ski & Salju

I think this is the highlight of the Winter trip. Saya tidak pernah terbayang sebelumnya akan melihat salju, apalagi main ski! Sumpah! Karena kebayangnya, Salju itu adanya cuma di negara-negara barat, yang kesananya mahal, dan mungkin kalau pun saya ke sana nggak pas lagi musim salju. Alhamdulillah banget, ternyata di Asia juga ada salju hehe :p Baru tau and ngerasain sendiri kalo salju itu ternyata kayak es serut *norak*

Anyway… Alpensia Resorts di PyeongChang yang berjarak 3 jam dari Seoul ini adalah sebuah kawasan peristirahatan dan wisata terutama untuk ski. Kabarnya, PyeongChang bakal jadi tuan rumah Olimpiade musim dingin 2018. Hotel-hotel dan bangunan di PyeongChang ini tampilannya bergaya Eropa, jadi berasa di Alpen-nya Asia :D

We stayed at Holiday-Inn dan pemandangan kamar saya langsung mengarah ke arena bermain Ski. Indah banget dan rasanya nggak sabar untuk ikutan bermain!

Tapi, ternyata main ski nggak semudah itu haha. Bahkan setelah setelah pake baju khusus dan sepatu ski serta diajarin main ski sambil menggigil kedinginan selama 1 jam, tetep aja begitu meluncur, sama sekali nggak bisa ngerem padahal udah diajarin teknik ngerem yang bener :p Akhirnya, tentu saja yang ada malah jatuh terguling-guling ke bawah dengan sukses. Masalahnya, begitu jatuh, maka untuk bisa bangun itu PR berat. Suki yang senantiasa membantu saya bangun sampe bertanya dengan khawatir, “You fell a lot of times… are you okay??” Haha sakitnya nggak seberapa sih -_-

Spa

Satu lagi daerah tujuan wisata ski yang kita kunjungi namanya Konjiam Resort. Di situ ada fasilitas untuk spa juga. Sayangnya karena spa-nya berbentuk kolam pemandian yang nyampur antara laki-laki dan perempuan, akhirnya saya nggak bisa ikutan. Katanya Miss Jinjing, pemandangan dari atas (kolam serupa onsen dengan view pegunungan) luar biasa keren dan spa-nya juga asyik. Maybe next time deh!

Konjiam Resort ini hotel punya-nya LG. Besar dan bagus. Saya perhatikan masyarakat Korea sangat fanatik dengan teknologi buatan dalam negeri. Mereka pengguna setia produk-produk LG, Samsung, Hyundai dan produk dalam negeri lainnya. Patut dicontoh nih!

Korean Food

Makanan Korea rata-rata eksotis, karena percampuran beberapa elemen warna dari sayuran (ada filosofinya), dan merupakan pengalaman baru bagi saya. Saya akrab dengan makanan Jepang, tapi tidak begitu paham makanan Korea.

Kami diperkenalkan pada Kimchi, makanan side-dish yang selalu ada di setiap menu orang Korea. Mungkin kalo kita, Kimchi itu seperti sambal. Kimchi itu dari daun sawi yang diolesi dengan bumbu Kimchi kemudian disimpan atau difermentasi selama minimal seminggu. Semakin lama disimpan, semakin baik dan semakin mahal. Kami juga diajari cara membuat Kimchi, melumuri sawi dengan saus Kimchi… seru sekali! Apalagi instruktur Kimchi-nya lucuk… namanya mas Jae Min ^_^

Perpaduan sayuran dari berbagai jenis dengan nasi dan saus itu namanya Bibimbap. Pantesan ya orang Korea kulitnya bagus-bagus banget, ternyata makanannya semua sehat bebas gorengan :D

Satu lagi yang sifatnya daging adalah Bulgogi. Kita makan beef yang dimasak sendiri dengan campuran berbagai sayur dan jamur di sebuah restoran yang namanya Bulgogi Brothers. Enak!

Makanan di Korea juga disajikan a la Padang dan dimakan selalu sharing karena konsepnya mereka kalau makan itu harus barengan. Nice!

Shopping

Jalan-jalan ke luar negeri nggak bakal lengkap kalo nggak shopping :p

Insadong Market. Isinya banyak barang antik, seni, oleh-oleh, aksesoris, dan fashion. Di sini saya membeli boot baru yang cakep dan sukses disirikin sama Miss Jinjing sampe akhir perjalanan :))

Doota Mall. Tempat-nya barang-barang fashion. Seperti Mangga dua kali ya kalo di sini. Kalo sempet, main aja ke Mall kecil di sebelah Doota. Banyak barang-barang oleh-oleh lucu juga dan I get my new Korean glasses too di sini :D

MyungDong Market. Di sini yang paling wajib dicari adalah makeup! Cewek-cewek Korea itu sangat merawat diri sekali dan yang namanya merk makeup Korea banyak banget, lucu-lucu dan murah! Yang nyari BB cream bisa langsung melipir ke Missha. Ada juga Etude House yang lucu banget, FaceShop, Skin Food hingga merk-merk yang nggak masuk Indonesia, lengkap berjejer di Myung Dong. Lucunya, brand ambassador merk kosmetik ini rata-rata cowok :D

Korea Grand Sale jadwalnya 9 January – 29 February 2012 tuh. Ayo dijadwalin ke Korea ^_^

Skin & Beauty

Penasaran juga kan sama perawatan kulit orang Korea? Selain karena genetic, tentu karena mereka sangat sadar kulit. Kita sempat singgah ke Skin Anniversary dan facial di situ. Enak banget! They have a different method in facial dan itu beneran enak banget. You should try!

Let it snow…

Saat mulai hujan salju, kami semua yang sedang sarapan langsung loncat-loncat girang dan berhamburan keluar. Salju yang perlahan turun, ranting-ranting kering yang dramatis, semua sempurna! Tinggal ditambah sosok Hyun Bin berdiri dengan sweater biru muda menanti dengan mawar di tangan kanan pasti akan lebih oke lagi! *dijitak massal*

I’m grateful for my friends on the journey, especially Miss Jinjing, Chandra, Intan, Munti & Isti, hope to keep in touch. I had some of the best laughs with you guys involving chopsticks & tos :))

Thank you KTO for the amazing winter trip. I hope to come back soon, I’ve left a piece of my heart in Korea. Kamsahamnida!

email

Comments

comments

34 Comments

  1. Ririn

    Mbak, kalau mid Desember Korean duingiiiin ya? kalau pake coatnya bukan goose down tapi wool aja masih oke nggak?

    [Reply]

    Reply
  2. Jefry

    kalau dilihat – lihat konsep hidangan korea sama persis dengan jepang namum bedanya masakan korea juga banyak yang berbau cabe alias pedas..

    [Reply]

    Reply
  3. Rumi

    I think elementary scohol kids will have a greater interest in the English language when they are taught by good teachers like 오스틴, since interest is the most important thing needed to persevere in the learning of a language.Its nice to hear that you made the effort to fly to korea to attend the kids’ graduation ceremony. It shows how close your relationship with them is. This podcast is one of the rare ones I’m able to hear from the teacher’s point of view. 잘 들었어요. ^^

    [Reply]

    Reply

So, what do you think ?