Events

Gaya Hidup Hijau

Gaya hidup hijau atau green living, dalam beberapa tahun terakhir mulai banyak dikampanyekan dan dilakukan. Saya sendiri, dalam upaya ikutan kampanye gaya hidup hijau, sudah lama tidak menerima kantong plastik untuk membungkus belanjaan seperti buku, DVD, baju, dll. Lebih baik langsung menaruh belanjaan di dalam tas yang sudah kita siapkan dari rumah.

Maka sewaktu Tupperware mengadakan event Gaya Hidup Hijau di CiTos hari Sabtu, tanggal 5 Maret 2011, saya langsung tertarik. Ternyata Dik Doank yang mengisi acara. Saya pernah main ke Kandank Jurank Doank di tahun 2009 dan sangat terinspirasi dengan visi sosial Dik Doank untuk mengaktifkan otak kanan anak-anak agar mampu berpikir kreatif. Dan sampai sekarang pun, Dik Doank masih sangat menginspirasi.

Dik Doank meminta anak-anak untuk berani berbuat salah asal tidak merugikan orang lain. Anak-anak diminta mencoret-coret kertas putih semau mereka. Setelah coretan dibuat, mereka diminta untuk menggambar ikan di dalam coretan tersebut. Anak-anak dibuat kreatif untuk menghasilkan seni dari coretan asal mereka.

Anak yang kreatif, akan menjaga lingkungannya, tidak akan membuang sampah sembarangan, karena ia sangat memperdulikan keindahan, kata Dik Doank.

Dik Doank tidak ikut menggambar, tapi menginspirasi & mengarahkan anak-anak untuk mengeluarkan imajinasi mereka yang tinggi. Berikutnya, anak-anak diminta menggambar pohon. Sambil menggambar, anak-anak diajari tentang filosofi pohon. Ranting yang panjang merepresentasikan tentang cita-cita, batang yang kokoh dan akar yang kuat menunjukkan prinsip hidup, dan lainnya. Sangat menginspirasi anak-anak (dan orang dewasa) dengan cara yang menyenangkan. Salut! Saya sempat merekam kegembiraan mereka, check di YouTube ya ;)

Di tempat acara juga ada semacam Rumah Tupperware Green Living, dimana kita bisa melihat bagaimana sampah perlahan-lahan menggerogoti bumi kita yang indah. Bayangkan, sekarang setiap hari diperkirakan ada 176.000 ton sampah di bumi Indonesia. Jangan ditambah lagi!

Untuk lingkungan, mari kita mulai dengan Smart Shopping yaitu dengan menggunakan wadah sendiri setiap berbelanja. Jajan di pinggir jalan? Jangan mau kalau dikasih styrofoam! Pakai wadah kamu sendiri yang sudah di bawa dari rumah! Belanja daging atau ikan di supermarket juga begitu. Mulai biasakan bawa wadah sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Hopefully dengan langkah kecil yang dilakukan oleh banyak orang, bisa membuat perubahan pasti ke arah yang lebih baik!

By the way, selain warnanya ‘green’ baju yang lagi saya pakai di foto ini juga sangat enviromental friendly. Soalnya saya reuse vintage outfit yang dibeli di Pasar Senen :D Green shirt + Pants total Rp 65.000. Chic, affordable and green :D

So, tell me, how’s your method to apply green living in your daily life?

Comments

comments

A writer of 30 books. Co-Founder & CMO Storial.co & NulisBuku.com. Initiate StartupLokal, the biggest startup community in Indonesia. Co-Managing Director of Girls in Tech Indonesia.

5 Comments

  • Chandra aka ibukerte

    Aku suka foto mbak Ollie dan background picturenya. Beli bakso pakai Tupperware. Gagasan yang menarik ya. Merangkul customer dengan pesan-pesan hijau. Tupperware sendiri sebenernya produk plastik juga tapi bisa di daur ulang dan aman digunakan untuk menyimpan makanan. Tapi kalau untuk makanan panas rasanya juga tidak boleh lama-lama ya karena menurut pengalaman bisa tumpah. MM..tapi resiko itu rasanya tidak seberapa di bandingkan jika kita menggunakan plastik yang warnanya hitam sebagai bungkus makanan karena banyak penelitian membuktikan kalau bungkus plastik jika dipakai dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kanker.

    Salam Hijau

    [Reply]

  • Bang Aswi

    Kalau saya sendiri, sementara ini lebih memilih bersepeda untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk ke kantor. Begitu pula untuk berbelanja ke supermarket, selalu menyimpannya di dalam tas atau dalam jumlah yang kecil, masukkan saja ke dalam jaket ^_^

    [Reply]

  • okta

    Betul itu, kita harus memulai hidup dengan lebih bersahabat terhadap lingkungan kita.

    Jangan berharap orang lain untuk care terhadap lingkungan kalau kita sendiri saja tidak perduli terhadap lingkungan kita :D

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.