Reviews

Jakarta – Medan bareng Citilink

Yippi! Senangnya saya berkesempatan pergi ke Medan untuk mencicipi rute baru Citilink: Jakarta – Medan tanggal 15 Maret 2010 kemarin. Ternyata, saya pergi nggak sendiri, bersama saya ada traveler tersohor: Trinity The Naked Traveler @TrinityTraveler, dan fotografer keren pemilik Fotografer.Net: Kristupa Saragih @Kristupa, tak lupa ada Emie @eymieyjuga dari Edelman.

Saya pernah ke Medan untuk menghadiri pernikahan teman saya sekitar 5 tahun yang lalu. Dan kali ini saya baru berkesempatan lagi pergi untuk menikmati kota Medan. Yang jelas, banyak kabar-kabar makanan enak di kota Medan yang tersiar via Twitter yang bikin ngiler. Sudah saatnya saya mencobanya :D

Citilink sendiri ternyata sudah rebranding. Anak perusahaan Garuda Indonesia ini menyasar para budget traveler yang membutuhkan ticket harga hemat, namun tetap menjaga kenyamanan penumpang. Website-nya Citilink.co.id pun dibuat dengan design yang fresh dan user friendly, begitu juga dengan pramugari-nya yang menggunakan kaos merah dan celana pendek selutut dengan sepatu kets. Kesan muda, fresh dan enerjik pun langsung tertangkap.

Ketika naik pesawat dan pesawat take off, tiba-tiba saya langsung mengantuk. Saya jadi bertanya-tanya karena nggak biasanya saya langsung ingin tidur begitu di pesawat, padahal biasanya saya enjoy membaca. Ternyata setelah saya analisa, rupanya kombinasi kursi yang nyaman, AC yang dingin dan keheningan di dalam pesawat, membuat saya merasa nyaman dan langsung terkantuk-kantuk bahkan ketiduran selama 2 jam perjalanan ke Medan.

Sampai di Bandara Polonia, Medan, kami langsung disambut teriakan, Horas! Horas! Horas! dan tarian serta seluruh penumpang dipakaikan kain ulos. Waaah… seneng banget! Sambutannya meriah :D

Kami langsung menuju hotel JW Marriott, Medan. Excited mau nginep di hotel bintang 5 *katro*. Kali ini sekamar juga sama Miss T yang full of ‘surprises’ :P Begitu masuk ke kamarnya, udah seneng and jepret-jepret, kemudian tertawa tak terkendali melihat see-through bathroom di dalam kamar kami. Huhuhu we’re not a honeymoon couple sayangnya.

Sore-sore ngadem di kolam renang area di hotel, ngobrol-ngobrol, photo session sambil belajar fotografi sama Bang Kristupa (Dream come true banget!). Miss T dan Bang Kristupa sempat mencanangkan ikut The Amazing Race Asia barengan, hayooo jadi nggak :P

Malemnya ada gala dinner, dan Miss T adalah satu-satunya dari kami yang bawa batik dan sesuai dress code >.<; Kami mendengarkan Pak Elisa Lombantoruan, Direktur Layanan Strategi dan TI Garuda Indonesia, yang menyampaikan rasa optimisnya dalam mendulang pasar LCC (Low-Cost Carrier) rute Jakarta – Medan yang sempat vakum setelah Adam Air tidak beroperasi.

Sekarang, tinggal log on http://citilink.co.id kamu sudah bisa beli ticket start seharga Rp 350.000. Wow, padahal seingatku ke Medan itu mahal banget loh. Sekarang nggak ragu lagi untuk bolak balik ngecek kebun kelapa sawitku di sana hohoho *AMIIN…

Setelah acara makan malam yang menyenangkan, lengkap dengan nyanyian band terbaik Medan, serta tari-tarian kontemporer  Sumatera Utara, kami pun beranjak keluar hotel untuk menikmati kota Medan di malam hari. Perhentian pertama adalah Ucok Durian.

Terakhir saya makan durian sambil benar-benar duduk a la makan nasi di restoran adalah saat saya SD di Makassar. Kali ini memori itu terulang lagi di Medan. Nggak tau kenapa hanya sanggup makan 3 buah durian (LOL 3 kok ‘hanya’ :p). Kemudian setelah kenyang, kami berniat kembali ke hotel namun berubah pikiran ingin melihat tempat yang ‘gaul’ di Medan yaitu Merdeka Walk.

Kami naik taksi yang tua banget, dengan sopir yang suka ngobrol dan ‘Medan’ banget alias blak-blakan. Setelah sampai, pas kami bayar Rp 25.000 (dia nggak pake argo), ia langsung bilang dengan lantang, “Ohh pas banget ya… nggak 50 ribu aja gitu…?” Tentu saja kami langsung kabur. :P

Merdeka Walk mirip PVJ di Bandung atau Citos di Jakarta. Malam itu cukup ramai di hari Senin. Setelah foto-foto kami duduk menyesap teh tarik (yang ternyata teh + susu… uh… I don’t drink milk). Tak lama teman-teman Bang Kristupa, para fotografer dengan ‘senjata’ besar-besar satu persatu berdatangan. Wuih, ini pasti para member Fotografer.net dari Medan *sok tau*. Karena stand teh tarik kita udah mau tutup, mereka nggak terima order lagi. Tapi bisa aja tuh para abang-abang minta teh/kopi lagi, sampai gue sempat mikir, dengan customer behavior yang kritis dan berani request, brand/business apa kabar  yah di sini? Pasti challenge-nya luar biasa.

Esoknya, saya dan Trinity pulang ke Jakarta lagi dengan penerbangan pagi. Penerbangan Citilink Jakarta – Medan sendiri jadwalnya sebagai berikut: Penerbangan GA 040 berangkat setiap pukul 07.00 dari Jakarta, sedangkan GA 042 berangkat setiap pukul 12.30. Sedangkan penerbangan GA 041 berangkat dari Medan setiap hari pukul 09.45 dan pukul 15.15.

Dalam perjalanan menuju bandara, ada pedagang kerupuk yang menjual kerupuknya di lampu merah. “Kerupuk? Buat obat ngantuk ini…!” Kata bapak itu dengan logat Batak yang kental. Kami sudah menolak dengan gesture yang jelas, namun tetap ditawari, “Lihat itu temanmu di belakang, ngantuk itu! Ini obat ngantuk!” Katanya bersikeras. Saya dan Trinity berpandangan. Ternyata, meski customer di Medan itu pantang menyerah dan kritis, pelaku bisnis/business ownernya ternyata punya behavior yang kurang lebih sama haha. Saya lupa… ini Medan, Bung!

Simak cerita-nya Bang Kristupa Saragih di sini

Comments

comments

A writer of 30 books. Co-Founder & CMO Storial.co & NulisBuku.com. Initiate StartupLokal, the biggest startup community in Indonesia. Co-Managing Director of Girls in Tech Indonesia.

16 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.