Inspiration

Bapak Perempuan: Sosok Amazing Woman

Kalau ditanya siapa perempuan amazing yang saya kenal, saya langsung ingat sama Sri (nama sudah dirubah untuk menjaga privacy-nya). Sehari-hari saya bertemu dengannya. Kadang ia ceria, kadang wajahnya sayu tak bersemangat. Pada hari yang benar-benar tak tertahankan ia akan bercerita tentang suaminya. Tentang rumah tangganya.

“Iya Mbak, suami saya pengangguran. Kerjaannya cuma minta uang rokok tapi nggak mau cari  kerja!” Sahutnya pelan.

Berarti uang gajinya yang tak seberapa itu, harus digunakan untuk seluruh kebutuhan rumah tangga plus uang rokok suaminya. Uang yang dibakar begitu saja.

“Mbak, saya bawa kue-kue, apa mau beli?” Tanya-nya setengah berharap. Saya mengiyakan, mencoba untuk tetap menyalakan semangatnya. Semangat untuk mencari uang tambahan bagi kelangsungan hidup anak-anaknya.

Bagi saya, Sri adalah Bapak Perempuan, yang ‘terpaksa’ mengambil alih peran suaminya dalam memimpin keluarga. Bukan karena perceraian dan suaminya jelas masih hidup, tapi karena suaminya sudah tidak lagi bertanggung jawab untuk menjalankan kewajibannya sebagai suami.

bapakperempuan

Bagi saya, Sri adalah perempuan yang amazing. Karena tak kenal lelah dan putus asa dalam upayanya menjadi Bapak Perempuan dan mencari nafkah untuk keluarga. Saya doakan ia bersabar dan suaminya akan sadar atas kesalahannya dan kehidupan mereka menjadi lebih baik dari sekarang.

So, sisters, menurut kamu siapa sih Amazing Woman di sekitarmu? Ceritain ya, siapa tau bisa jadi inspirasi untuk kita semua!

Comments

comments

A writer of 30 books. Co-Founder & CMO Storial.co & NulisBuku.com. Initiate StartupLokal, the biggest startup community in Indonesia. Co-Managing Director of Girls in Tech Indonesia.

10 Comments

  • sofie

    Sri memang perempuan perkasa. perempuan kepala keluarga seperti Sri banyak di negeri ini. Ehm, ngomong-ngomong, Sri ditanya apakah dia mendapat kekerasan fisik atau psikis dari suaminya gak lie? kalau dari sekelumit ceritamu dia bisa dikategorikan mendapat kekerasan ekonomi (jika suaminya tidak mau berbagi peran dalam mengurus anak dan persoalan yang sifatnya domestik)

    [Reply]

  • andre | adhigama

    Nyokap. She is the best i ever have. Ibu, yg juga guru dan sahabat buat anak2nya. Saat ditinggal ayah saya bekerja di Jakarta, Ibu membesarkan dan mendidik kami bertiga dgn sangat sabar dan luar biasa.

    Saat ayah saya pensiun, Ibu saya yg gantian bolak balik ke Jakarta. Naik bis dr Bekasi ke stasiun Gambir, kemudian naik Bajaj ke Ps. Tanah Abang dgn membawa satu tas besar berisi batik, untuk ditawarkan kpd para pembeli.

    Mudah2an Ibu selalu sehat dan bahagia. I Love U, Mom.

    [Reply]

  • Ollie

    @Bieb & Andre salut untuk ibu kita masing-masing!

    @Sofie emang banyak ya buu… secara dikau bekerjanya memang di bidang itu, mungkin bisa di share kisah-kisah nyata lainnya?

    [Reply]

  • riri

    tentu saja, mama. beliau wanita tangguh yang berhati baja. sejak papa meninggal 7 tahun lalu, (saat itu saya masih SMA dan adik SMP),mama tidak hanya menjadi ibu bagi kami tetapi juga ayah. dari memasak hingga membetulkan saluran air di tempayan mama kerjakan sendiri. beliau punya prinsip tidak mau menyusahkan orang lain, begitupun dalam hal membiayai kami berdua. mama berjuang keras supaya saya dan adik bisa mendapat pendidikan terbaik (4 bulan lagi saya disumpah jadi dokter dan adik saya sedang menyelesaikan skripsinya di jurusan HI).

    mama tidak pernah mengeluh, tidak pernah terlihat rapuh, bahkan ketika 3 tahun lalu, beliau didiagnosis menderita kanker payudara dan harus dioperasi. mama juga tidak menyerah, ketika tahu tulang belakangnya juga mulai digerogoti sel2 kanker. dengan semangat mama mengikuti semua sesi kemoterapi. kondisi mama berangsur2 membaik, mama kembali bisa beraktivitas lagi (menyetir, ke kantor), mama tetap penuh semangat melawan penyakitnya. beliau percaya Allah Maha Mendengar. selalu mendengar doa-doanya tiap malam agar diberi kesehatan dan kekuatan untuk membesarkan kami berdua.

    dan seandainya saya boleh meminta, saya ingin diberi lebih banyak kesempatan untuk dapat membahagiakan beliau…

    [Reply]

  • AdFa

    Nyokap gw,1 tahun terakhir ini kehidupan keluarga bener2 jatuh, ga tau kenapa tiba2 bokap yang memang punya perusahaan sendiri kehilangan semangat untuk cari proyek yang menyebabkan dengan tidak adanya proyek tidak ada penghasilan untuk keluarga, so beban keluarga yang selama ini ada langsung diambil alih nyokap. Beliau jualan kue coba buka konveksi dimana semua dijalanin sendiri, tapi yang bikin sedih gw yang sudah kerja memang mencoba membantu sebisa gw untuk keluarga, tapi adik2 gw 2 orang yang satu tidak kuliah dan tidak kerja kalau disuruh bantuu nyokap gw selalu beralasan begitu juga dengan adik gw yang 1 lagi sudah masuk STM paling bagus se jakarta memutuskan keluar dan mwnya di SMA, alhasil kerjaan dia sekarang cuma luntang lantung nunggu tahun ajaran baru dan selalu pulang malam. Salut untuk nyokap walaupun begitu beliau tidak mengeluh dan berusaha untuk mengcover keluarga terutama untuk 2 adik2 yang masih sekolah dan sedang ujian akhir.

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.