Ollie's Journal

Insights on books, writing, startups, and lifestyle in between

Film Emak Ingin Naik Haji

21

Hari sabtu pagi yang cerah ini dapet kesempatan ikut nonton film persembahan terbaru dari Mizan Production dan Smaradhana ProductionEmak Ingin Naik Haji (EINH) dari Imazahra. Thanks very much dear for your kind invitation ;) Film ini diangkat dari cerpen karya Asma Nadia berjudul sama.

DSC02317

Dari cerpen diangkat menjadi film… hm… banyak lemaknya nggak yah? Pikir saya. Tapi as usual, dengan pembawaan tenang dan nothing to lose, I watched the movie.

Film ini bercerita tentang seorang Ibu yang biasa dipanggil Emak, yang mempunyai cita-cita mulia untuk naik haji, meskipun hidupnya kurang mampu. Sang anak lelaki (Zein) yang ditinggal istri karena terbelit masalah keuangan, memahami sekali niat dan maksud ibunya, namun nyaris tak bisa apa-apa untuk mewujudkan mimpi ibunya karena ia juga kekurangan. Kemudian Zein didorong rasa putus asa dan sayang ke ibunya, mencoba berbagai cara untuk memberangkatkan ibunya ke Tanah Suci, salah satunya dengan berbuat hal yang tak terpuji.

Intrik yang kemudian timbul adalah saat membandingkan niat Emak yang tulus untuk ke tanah suci, dengan niat tetangganya yang sudah berkali-kali ke Mekkah (kali ini hanya untuk Umroh dengan artis) dan niat salah satu pemimpin partai politik yang ingin menang dalam pemilu dengan menggunakan gelar Haji. Tiga cerita ini kemudian bermuara pada satu titik yang sama untuk memberikan kesimpulan akhir pada cerita. Katanya sih, Mbak Asma terinspirasi dengan plot film Babel-nya Brad Pitt.

Setelah nonton 10 menit, I thought, siapa nih penulis skenarionya?! Skenarionya ditulis dengan simple tapi sarat makna, menyentuh dan fat-free oleh dynamic duo Adenin Adlan & Aditya Gumay. Tambah salut setelah tahu Adenin Adlan bikinnya cuma 3 hari. Mak… I’ve been there, and know exactly that nulis skenario itu susyahnya mincha ampyyunn *Cinta-Laura-mode-on*

Skenario ini kemudian dieksekusi dengan keren oleh sang sutradara (yang menjanjikan), Aditya Gumay, serta akting hebat  pemain-pemain watak seperti Aty Kanser (Emak), Reza Rahadian (Zein, sang anak), Didi Petet, Henidar Amore, Cut Memey, Ayu Pratiwi, dll, membuat film ini mengalir mantap tanpa dipaksakan. What a brilliant movie supported by the greatest team!

Beberapa kali gue denger Ima terisak dari kursi sebelah. Film ini memang sangat menguras air mata. Ima nanya dengan sewot, “Kok kamu nggak nangis sih, Li?” Hehehe. Maap, masalah air mata memang sulit. I don’t even cry on my wedding, so…. :D (Kayaknya kelebihan hormon testosteron). Tapi bukan berarti nggak nangis sama sekali. Bagian cerita yang menyebutkan tanah suci Mekkah, Ka’bah, foto-foto Mekkah & Ka’bah paling menyentuh buat saya. I missed them like an old friend. Kapan yah kesana? Emak benar-benar membuat saya kembali me-review batas kemampuan saya (financially) dan mulai berpikir untuk membuka tabungan Haji. Apakah seharusnya saya sudah mampu? Salah satu quote dari film ini terasa begitu mengena, “Ke tanah suci menunggu panggilan? Panggilan Allah? Mati dong…!”

Satu ‘ups’ nya movie ini sebenarnya bukan di dalam movie-nya itu sendiri tapi di sarana promosi/graphic/brosur-nya yang menampilkan foto yang menurut saya sedikit spoiler sehingga penonton bisa menebak arah ceritanya.

Mbak Asma Nadia - Penulis Cerpen Emak Ingin Naik Haji
Mbak Asma Nadia – Penulis Cerpen ‘Emak Ingin Naik Haji’
Adenin Adlan - Sang penulis skenario. Youve got a new fan!
Adenin Adlan – Sang penulis skenario. You’ve got new fans!
Aty Kanser - Emak... aktingnya memukau
Aty Kanser – Emak… aktingnya memukau

Anyway, setelah film selesai dengan cantiknya, saya, Ima dan teman-teman langsung merubungi Mbak Asma, Emak (Aty Kanser), Adenin Adlan dan Aditya Gumay untuk foto bersama sekaligus mengucapkan selamat atas kerja luar biasa mereka. So happy buat Mbak Asma yang karyanya bisa diwujudkan sebagus tulisannya. Benar-benar impian semua penulis untuk memfilmkan karyanya seperti ini. Emak (Aty Kanser) & Zein (Reza Rahadian), congratulations, the chemistry is unbelieveable! Benar-benar seperti ibu dan anak yang saling menyayangi dan menjaga satu sama lain. And last but not least, Adenin Adlan dan Aditya Gumay, you’re the star, you’re the best! Semoga bisa terus berkarya menghasilkan masterpiece untuk menginspirasi kita semua ;)

So, I really hope you could also watch film Emak Ingin Naik Haji mulai 12 November 2009 bersama seluruh keluarga, karena each and every family member will get different inspiration & message from this movie. Believe me!

Kalian yang menonton serta membeli buku Emak Ingin Naik Haji juga telah ikut serta dalam membantu para soleh dan solehah yang ingin ke Mekkah namun kondisi ekonominya masih belum memungkinkan. Awesome!

Jadi, kamu mau daftar Haji dulu apa nonton filmnya dulu? :D

Simak behind the scene pembuatan film Emak Ingin Naik Haji di Blog Mbak Asma

email

Comments

comments

21 Comments

  1. Bieb

    Mba’ Ollie,

    Udah baca di Majalah Tarbawi, tentang seorang tukang becak menabung selama 33 tahun untuk bisa pergi haji. Cerita kehidupannya sangat menggugah semangat qt untuk bisa pergi haji. ;)

    [Reply]

    Reply
  2. Ukis

    @ Ollie: susah nangis itu mungkin ciri2 dari org yg memiliki kedalaman spiritual. Jadi teringat seorg tokoh sufi (lupa namanya) yg bahkan ketika kerabat, keluarga bahkan anaknya sendiri meninggal, ia tak sedikit pun menangis. Menangisi hal tsb bg tokoh sufi itu adalah salah satu tanda bahwa kita tidak ikhlas menerima apapun cobaan dariNYA.

    @ Bieb : Sy juga masih menyimpan majalah tarbawi yg bercerita ttg seorg tukang becak yg berhasil pergi haji dgn biaya sendiri (kisah nyata). Lagi2 azzam yg kuat mampu menghancurkan segala halangan & rintangan.

    Setelah nonton Emak Ingin Naik Haji, cobalah nonton Le Grand Voyage. Anda akan mendptkan 2 kisah dgn tema yg sama tp berbeda dlm cerita. Kedua film tersebut sgt memberi inspirasi & menyentuh…

    [Reply]

    Reply
  3. Angga Nadya

    Filmnya awesome.. sayang diputer bareng ama 2012, jd kebanting abis..di bioskop2 sby, 2012 dipasang di 2 s/d 3 studio n smuanya sold put..studionya emak msh lengang.. tp kita skluarga ga nnton 2012, misi kita nnton emak, film islami kudu maju, klo bnyk yg nonton, psti bakal bnyk yg bikin lg film islami..hidup Asma Nadia..i’ve been admire u..

    [Reply]

    Reply

So, what do you think ?