
Jadi setelah setahun mikir, akhirnya gue dan suami memutuskan untuk ikutan Tantowi Yahya Public Speaking School (TYPSS). Ngapain lagi lo li? Gue masih nggak pede untuk bicara sendiri tanpa moderator. Kayaknya masih nggak tenang hati gue, kayak ada yang kurang. Gue selalu merasa gue ngomong kecepetan atau basi karena gue nggak bisa ice breaking atau audience-nya nggak ngerti, dan macam-macam pikiran buruk lainnya.
Memang, gue percaya dengan kekuatan latihan dan jam terbang, tapi gue juga percaya kursus bisa membantu kita melejitkan kemampuan di dalam diri kita. Contohnya, dulu gue bisa nulis 12 buku lebih kayak sekarang kan awalnya gara-gara dapat beasiswa menulis dari Jakarta School waktu itu. Yang gue dapat disitu adalah aturan-aturan dasar. Tapi itulah yang paling penting. Begitu juga dengan di TYPSS, gue jadi tau dasar-dasar dari Public Speaking yang penting banget untuk pengembangan kemampuan ngomong gue.
Diajarin dalam 10 pertemuan, 2x seminggu, kita semua dipaksa untuk menanggalkan rasa gugup, malu, cemas dan lebih spontan. Latihannya banyak tiap pertemuan. Berikut beberapa pelajaran penting yang gue dapatkan dan menurut gue berguna untuk menutupi kekurangan gue. Masalah tiap orang beda-beda soalnya. Sisanya, kalian harus mencoba belajar langsung di TYPSS
Lesson #1: Matiin slide saat ngejelasin biar orang konsentrasi ke kita
Kadang slide cuma bikin distract. Kita bisa pake alat yang namanya wireless presentation atau simply memencet b di keyboard saat ingin menggelapkan slide sementara.
Lesson #2: Visual 55%, Voice 38%, Verbal (materi) 7%
My man… ternyata penampilan dan suara kita jauh lebih penting dari materi yang akan disampaikan karena itu yang kelihatan duluan oleh orang yang akan kita ‘pengaruhi’. Make sure baju kita sesuai dengan audience dan suara kita cukup enak didengar
Lesson #3: Napas Perut
Bernapas dengan hidung kemudian kembungkan perut, ini lah yang menjadi patokan gue atas pengertian napas perut hehe. Katanya dengan begini kita nggak akan ngos-ngosan kalo ngomong. Seru deh latian suara dengan Pak Billy. Kayak penyanyi yang lagi disiapin buat ikutan festival hehe. Masalah suara, kekurangan gue adalah kebanyakan ngomong “Eeee…”
Lesson #4: Mic jangan diketok secara brutal
Kalo mau ngetest mic, ketuk saja bagian bawahnya. Jangan diketok di atas atau ditiup-tiup seperti yang biasa kita liat. Cepet rusak dong mic orang hehe
Lesson #5: Hilangkan rasa gugup
Diajarin banyak cara sama Ibu Ayu untuk mengatasi rasa gugup. Salah satu yang menurut gue cocok dengan gue adalah cara menggenggam jempol, tutup mata, kemudian tarik napas, tahan hingga 7 hitungan, kemudian lepaskan jempolnya perlahan sambil menghembuskan napas.
Ibu ini juga ahlinya NLP. Wah keren juga hipnosis itu. Sekarang gue lagi sangat tertarik mode on, karena suami gue berhasil melakukan hipnosis pada dirinya sendiri. Jadi kalo kita bilang kita bisa ya kita beneran bisa. Gunakan positive self talk. “Saya bisa, saya semakin bisa, semakin hebat, semakin tenang….” Note on ‘Semakin’ nya itu ya. Itu kuncinya.
Visualisasi juga penting. Ternyata otak kita nggak ngerti bedanya bayangan dan beneran kejadian. Jadi kalo kita ngebayangin kita bisa presentasi di depan 1000 orang dengan lancar, otak kita otomatis tenang sendiri and ngerasa kita dah do a good job. Anyway, pada pertemuan dengan Ibu Ayu ini gue ngerasa uang Rp 3 juta yang dikeluarin untuk ikut kursus ini telah terbayar impas.
Lesson #6: Body language
Kekurangan gue adalah posisi berdiri gue yang masi miring-miring, tangan yang belom terlalu ekspresif and eye contact belum gitu bagus (look but not see)
Lesson #7: Apa gunanya buat audience?
Ibu Lili ngajarin kita untuk memberikan pembukaan dan penutupan yang mantap. Intinya adalah audience harus tau di awal, apa gunanya presentasi ini bagi mereka. Di pertemuan ini juga diajarin cara-cara ice breaking. Bagus and seru!
Lesson #8: What’s your name again?
Don’t be boring saat memperkenalkan nama kita. Cari cerita aneh yang menyangkut nama kita sebagai ice breaking di awal, sehingga audience akan mengingat kita selamanya.
Lesson #9: My Evaluation
Di pertemuan terakhir ini, kita semua presentasi/ngomong di depan for 7 minutes. Hasil penilaian bu guru tentang performance gue: kebanyakan filler seperti ‘Eeee…’ atau ‘Mungkin’ trus kurang senyum. Tapi di sini jadi confirmed kalo gue ngomong nggak kecepetan, cukup terstruktur, dan audience ngerti apa yang gue omongin. All I have to do just relax and make other people relax too so we can bond and go on with the presentation.
Kita semua akan dapat kembali video-video yang dibuat selama belajar and bisa dijadikan acuan untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya. Benar-benar senang bisa join di kelas ini dan ketemu dengan teman-teman baru yang asyik-asyik.

Hmmm… next course: fashion design?

23 comments
Anonymous says:
Jan 1, 1970
[Reply]
nyegik says:
Jul 20, 2009
wakh keren buanget nih kayaknya scholahnya….potonya juga very cute buanget
[Reply]
Portal Property Indonesia says:
Jul 20, 2009
coba baca http://futuh.com/ mungkin yang anda cari ada disini
[Reply]
Wayan Sandi says:
Jul 20, 2009
Bertemu dgn Tantowi Yahyanya ngga?Saya Rencana mau ikut TYPS juga… baguslah sudah ada sekilas info ttg materinya.
[Reply]
Portal Property Indonesia says:
Jul 20, 2009
coba baca http://futuh.com mungkin yang anda cari ada disini
[Reply]
anakblog says:
Jul 20, 2009
Wah, ilmunya bagus.
ternyata penampilan masih dominan ya.
tapi yg lucu tips menghilangkan rasa gugup, hehehe
[Reply]
b4nch4 says:
Jul 21, 2009
loh udah kelar toh class nya.
[Reply]
Haryadhi 'Gee' Whilikins says:
Jul 22, 2009
ilmu yg berharga.. kira2 senjata2 yg didapat di kursus ini mo dipergunakan di medan tempur mana nih ? he3
[Reply]
Blogger Ingusan says:
Jul 25, 2009
Weh.. sampe segitunya ya kalo mau PD. Tapi menurutku kebanyakan orang Indonesia emang gak terlatih tuk mengeluarkan pendapat n itu terbawa saat kita harus ngomong didepan orang banyak. Beda ama orang2 di negara barat sana. Coba aja liat mereka kalo ngomong didepan kamera/publik, mulai dari masyaraakat biasanya sampe presidennya bisa mantap banget pidatonya meskipun tanpa selembar teks di tangan
Ok deh, met kenal dari aku.. :-)
[Reply]
Rusa Bawean™ says:
Jul 27, 2009
wah seru neh keknya
tapi di Jakarta ya?
di Surabaya kaan ya?
[Reply]
kalung biofir says:
Jul 31, 2009
wah mantab banget mbak jd kepingin nieh
[Reply]
Cahpct says:
Aug 2, 2009
Wah seru ya kapan bisa ikutan belajar di sana ..mahal sepertinya…
[Reply]
Souvenir Pernikahan says:
Aug 23, 2009
emang seperti itu.. mahal biaya nya d..
[Reply]
jane says:
Nov 27, 2009
ikut Public Speakingnya atau MC mba?
[Reply]
Ollie says:
Nov 27, 2009
[Reply]
Aaron Bennett says:
May 24, 2010
i remember when i was still in high school, i always fear public speaking engagments.:.”
[Reply]
Toby Simpson says:
Sep 14, 2010
when i were in high school, i am always afraid of public speaking;`”
[Reply]
Complete Kitchen says:
Oct 13, 2010
i am also afraid to stand in front of the crowd and public speaking really cracks me up”-,
[Reply]
Agus Hariono says:
Dec 20, 2010
Ada kursusnya di Surabaya ?
[Reply]
Ferrous Sulfate says:
Dec 22, 2010
i think that everyone have a fear of public speaking in one way or another `-’
[Reply]
uned junaedi says:
Sep 14, 2011
persyaratannya apa ya ikut typss?
berapa kali pertemuan dalam sebulan?
metode pembelajarannya seperti apa?
dan seandainya cara pembayarannya dicicil bisa g?
[Reply]
Bonny Suwardi says:
Dec 5, 2011
cara daftar ‘Tantowi Yahya Public Speaking School’gimana ya?berapa duit pertahun dan lokasi nya dimana?terima kasih kirim ke email aku ya
[Reply]
bleka tänderna folktandvården says:
Jan 7, 2012
bleka tänderna folktandvården…
[...]m What cache product do you use for this website? It loads so much faster tha 8v[...]…