Events

Dari Seminar Freelancing, Done Right!

 

Ruang Freelance dan Oxford Business College didukung oleh Digital Grafis dan Kutukutubuku.com mengadakan seminar Freelancing, Done Right pada hari Sabtu, 21 Maret 2009 di Cafe au Lait Cikini. Kebetulan saya jadi pembicara juga untuk sesi ketiga. Seminar tersebut mainly membicarakan bagaimana starting menjadi freelancer, lebih lanjut menjalani kehidupan freelancing dan next step ke entrepreneurship.

First Thing

Chandra Marsono membuka sesi pertama dengan memaparkan apa saja yang perlu diperhatikan seorang freelancer yang baru mulai. Saya coba jabarkan dalam points aja ya ;)

  • Find your passion; do what you know and what you’re good at
  • Get clients dengan menjemput bola, jangan lupa kartu nama, network digunakan, package yourself, kenali trend dan kesempatan dan jika Anda nggak dapat menemukan pekerjaan, make it!
  • Document everthing; simpan semua dokumentasi dan pas meeting jangan lupa semua poin dicatat trus minta signed/approval client. Anda akan sangat membutuhkan ini jika nanti tiba-tiba client ‘lupa diri’ hehe
  • Set your terms & conditions; beri penjelasan pada client sejak awal, apa yang bisa Anda lakukan dan apa yang tidak dapat Anda lakukan. But you also have to be flexible
  • Managing Income; bedakan antara uang pribadi dan uang perusahaan, gunakan 2 rekening, tentukan gaji Anda berapa per bulannya dan Anda akan dibayar sesuai jumlah itu secara rutin.
  • Don’t kill your market; selalu berikan kualitas terbaik untuk clients
  • Survive; jadilah spesialis atas suatu bidang. You’ll be just fine

And Then

Mas Harry JH & Mas Ardy Muswardi dari Digital Grafis gantian ngomong. Kali ini mereka sharing pengalaman mereka malang melintang di dunia per-freelancer-an hehe.

  • Jalani prosesnya; nggak ada freelancer yang langsung berhasil dalam semalam, lebih baik kalau bisa menjalani masa employment terlebih dahulu agar tahu struktur dan workflow dalam sistem yang baik terlebih dahulu
  • Know how to sell; percuma kalo jago and portfolio oke tapi nggak bisa menjualnya dengan baik
  • Presentation matters; jangan lupa buat mockup yang baik
  • Do fun things; kadang-kadang dari yang iseng itu bisa menghasilkan
  • Solve Personal Problems; untuk freelancer penting banget untuk menjaga mood
  • Do it online; lebih baik pake online tools aja untuk berbagai macam hal seperti Project Management, Invoicing, Create Documents, dll
  • Expect Delays; jelaskan dengan baik pada client jika schedule terpaksa harus mundur
  • Sell while you share; sharing knowledge Anda (melalui blog mungkin?) dan Anda akan terlihat sebagai expert dalam bidang yang Anda kuasai ini. Projects pun akan datang dengan sendirinya

What Next

Giliran saya ngomong. Intinya kalo udah merasa cukup kerja sendirian menjadi freelancer, saatnya Anda mulai memikirkan untuk beralih ke jalur entrepreneurship. Saya dipilih untuk sharing pengalaman tentang entrepreneurship karena dianggap telah bisa mengangkat passion terhadap buku menjadi bisnis Toko Buku Online dan macam-macam efek samping dari situ seperti web consultant, butik online, menjadi penulis dan problogger, membangun personal branding, and many more.

Saya cerita soal perjalanan bisnis dengan lebih open ke para peserta seminar. Harapannya: semakin banyak yang berani terjun menjadi entrepreneur dan menyediakan lebih banyak lapangan pekerjaan. With 20 million pengangguran di Indonesia, and it’s not just statistic, indeed we should act and do something about it.

Thank you untuk teman-teman freelancer yang hadir dan senior-senior di bidangnya: Mas Harry, Mas Ardy, Chandra Marsono, Aria Rajasa, termasuk teman-teman WebPM >> Viking Karwur, Andra Yogi, Satya Witoelar serta teman-teman Fresh, Pitra, Catur PW & Belutz dan semua yang mungkin lupa saya sebutkan, I’ve been admiring you guys from afar! Sampai ketemu di seminar freelancer berikutnya :)

Comments

comments

A writer of 30 books. Co-Founder & CMO Storial.co & NulisBuku.com. Initiate StartupLokal, the biggest startup community in Indonesia. Co-Managing Director of Girls in Tech Indonesia.

7 Comments

  • zaM

    acara yg keren dan review yg keren :)
    suatu saat nanti pasti acara kayak gini bisa menghadirkan peserta lebih besar di tempat yang besar pula, sukses slalu!

    [Reply]

  • Roberto

    95% biasanya begtiu, karena mereka juga susah mengungkapkan kepada orang yang masih awam.semua itu based on experience sebenarnya.Sama seperti halnya misalkan anda jago balap mobil nah gimana cara mengajarinya kan dengan detail, semua itu berdasarkan dari pengalaman dan latihan dan latihan terus. Termasuk misalkan pemain golf atau pemain sepak bola, juga sama, semua berdasarkan pengalaman dan latihan2.Kalau kasih seminar ilmunya itu secara detail, belum lagi nanti kena marah2 atau caci maki bila ada loss. Kemudian belum lagi ada orang yang gak tahu diri lalu ilmunya itu dijual lagi dgn harga miring dgn ngakunya itu ciptaan dia (kan banyak Pak orang yang culas seperti ini juga kan).dan orang kaya sudah males mengurus hal2 seminar begtiu, karena capek , belum lagi kena omel, ditelepon setiap hari, dll nya yang bikin repot dia juga. Apalagi orang2 kaya tsb pekerjaannya bukan dari seminar padahal. (lain cerita kalau dia memang cari duit dari seminar ya).Dan tidak semua orang punya akal dan pikiran yang sama kan, ada orang yang memang *maaf* bodoh banget ataupun isinya negatif terus, lalu ada yang suka ngrepotin orang, nggak tahu diri dan semacamnya.. nah itu yang repot . Makanya seperti George Soros, Warren Buffet, dkk nya mereka tidak pernah share detail ilmunya, karena mereka sendiri juga ada kepentingan mengelola hedge fund di perusahaan mereka sendiri juga. Mungkin kalau sesama koleganya atau ke orang2 dekatnya yang selevel mungkin dia bisa share.Ya begtiulah Pak kenyataannya, memang gak semuanya, tapi sebagian besar begtiu.

    [Reply]

  • Francis

    Soooooooo. Groups let you read stuff; blogs let you do stuff such as entering a post. It was the pproer noun and common noun usage of Living Lab group and My Groups that got me befuddled.

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.