How to Write a How-To Book

| 8 Comments

So far saya sudah menulis 4 buku how-to dalam 6 bulan (salah satunya belum terbit). Dan dari pengalaman 4 buku tersebut, mudah-mudahan tips yang saya berikan bisa cukup untuk membantu Anda menjadi penulis how-to yang efisien!

  1. Temukan Tema
    Syukur Alhamdulillah selama ini tema-nya ditentukan oleh penerbit sehingga saya nggak usah susah-susah mikir tema apa yang laku dipasaran hehe. Baca tips untuk riset nyari tema sekaligus nyari penerbit pada artikel saya di Ruang Freelance.
  2. Buat Outline
    Outline mutlak diperlukan pada saat menulis buku how-to. Penerbit tentu saja nggak pengen beli kucing dalam karung. Meskipun pada buku How-To pertama saya, ‘Membuat Toko Online dengan Multiply‘ saya benar-benar ‘dilepas’ hehe, itu ternyata hanya keberuntungan untuk 1 buku. Selebihnya, kudu setor outline. Kalau nggak ada ide outline itu seperti apa, beli aja buku yang kira-kira temanya dekat dengan buku yang akan Anda tulis. Lihat daftar isinya untuk mendapatkan inspirasi dan silahkan buat outline buku Anda sendiri.
  3. Be Yourself
    Untuk menulis buku How-To pertama saya, saya membeli sekitar 10 buah buku how-to atau tutorial untuk saya pelajari cara penulisannya. Membaca semua itu sama menjadi overwhelmed sendiri dan tiba pada satu point dimana saya ‘masa bodoh’ aja dengan semua standar gaya penulisan buku how-to dan mulai menulis dengan gaya sendiri. Editor saya di Media Kita sih agak berlipat-lipat keningnya membaca buku saya hehe tapi ternyata orang suka dengan gaya bahasa yang ringan pada buku How-To yang temanya sudah kelewat berat. Alhamdulillah buku pertama saya ini sudah memasuki cetakan ke-3 pada bulan ke-5.
  4. Write with all your heart
    Tulislah seperti Anda akan menuliskan tutorial untuk sahabat Anda sendiri. Harus jelas, runut, penuh tips, lengkap dan indah.
  5. Persiapkan Alat
    Setelah outline sudah selesai dibuat, kita bisa memulai proses step by step. Tentu saja butuh alat-alat yang mendukung proses pembuatan screenshot, dll. Dalam hal ini karena saya banyak berkecimpung di pengutak-atikan template, maka saya membutuhkan beberapa tools berikut:

    • Browser Mozilla Firefox. Download di sini
    • Jika Firefox sudah di-download, pasang ScreenGrab! untuk mengambil screenshot dari website untuk buku Anda dengan lebih mudah (penting!)
    • Pasang MeasureIt untuk mengukur any web element dengan cepat
    • Pasang ColorZilla yang berfungsi sebagai color picker yang sangat mudah digunakan karena terintegrasi dengan Firefox
    • Gunakan any picture processing tool, jika Anda membuat tutorial untuk aplikasi offline (seperti saat saya mendesign pada buku ‘Panduan Praktis Mendesain Template Joomla‘). Saya menggunakan Fireworks/Photoshop untuk mengatur screenshot.
  6. Caption
    Jangan lupa tulis caption pada setiap screenshot yang Anda ambil
  7. Save
    Simpan selalu hasil screenshot Anda pada folder terpisah. Anda akan membutuhkannya!
  8. Review
    Baca kembali naskah Anda, siapa tahu ada yang masih kurang atau perlu Anda edit
  9. Kirim ke Publisher
    Nanti mereka yang akan mengetest dan mencoba naskah Anda. Sekarang mungkin Anda bisa bernafas sedikit lega.
  10. After Sales Service
    Buku telah diedit dan diterbitkan, sekarang saatnya siap-siap menerima ‘hujan pertanyaan’ yang masuk ke Inbox Anda. Seperti saya yang menerima tak kurang dari 20 email setiap hari yang bertanya tentang berbagai platform yang telah saya tulis (Multiply, Blogspot, Joomla). Selalu siapkan buku Anda sendiri di meja kerja. Anda akan perlu mengikuti pola pikir pembaca.
  11. Talk Show
    Tugas Anda tak berhenti sampai di sini, edukasi pasar perlu terus dilakukan dan salah satu upayanya adalah dengan Talk Show. Seperti yang saya dan Angel lakukan dengan buku Tak Tik Blog di Universitas Tarumanegara dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

So, are you ready to write?

email

Comments

comments