Personal

Tips Menjadi Kaya

Akhir-akhir ini sedang banyak orang cemas. Nilai tukar Rupiah kembali terpuruk. Bursa Efek Jakarta gonjang ganjing menyusul krisis di Amerika (dan dunia). Hampir setengah tahun yang lalu, salah satu teman saya sudah ada yang membicarakan tentang hal ini. Katanya, krisis juga akan terjadi di Indonesia. Tapi nggak seperti Amerika yang jatuh karena mortgage (kredit rumah), Indonesia akan krisis karena kredit motor yang macet. (Tau dong motor yang semakin lama semakin memenuhi jalan itu? Rata-rata dibeli dengan kredit yang sangat murah dan mudah).

Riches of the Quarter Machine
Creative Commons License photo credit: quinn.anya

Sebenarnya kita nggak perlu takut dengan krisis jika pondasi keuangan kita kuat. Artinya kita harus bisa kaya. Sebenarnya formula untuk jadi kaya itu hanya 3:

  1. Meraih penghasilan sebanyak-banyaknya
    Anda sudah memiliki penghasilan tetap dari kantor, maka saatnya Anda mencari penghasilan tambahan dengan hobi/keahlian yang Anda punya. Tambahkan passive income juga dalam arus penghasilan Anda. Contohnya saya, active income saya adalah berbisnis dan passive income saya adalah royalti dari buku-buku yang saya tulis.
  2. Menabung
    Setelah Anda punya uang tambahan dari berbagai sumber, pastikan Anda menabung dan bukannya menghabiskannya. Tabungan dalam berbagai bentuk dan tujuan sekarang sudah banyak di berbagai Bank (Tabungan Haji, Tabungan Masa Depan, Tabungan Pensiun, dll). Anda tinggal memilih yang sesuai dan terbaik untuk Anda. Oh ya, jangan lupa untuk memiliki Emergency Fund yang dapat digunakan sewaktu-waktu di kala darurat. Emergency Fund ini idealnya berjumlah 6 kali pengeluaran Anda sebulan. Jadi misal pengeluaran Anda 2 juta Rupiah per bulan, maka Emergency Fund di tabungan Anda harus berjumlah 12 juta Rupiah.
  3. Investasi
    Bentuk Investasi sebenarnya bermacam-macam dan saya juga nggak begitu mengerti :D Antara lain Deposito, Reksadana, Logam Mulia (Emas) dan Saham. Yang ingin ‘aman’ biasanya lari ke Deposito dan Logam Mulia (Emas). Investasi saham adalah investasi yang paling ber-resiko. Tapi katanya, high risk high return. So… kalau uang kita banyak sekali, boleh lah mencoba investasi saham. Well, lebih baik jika ada uang lebih, investasikan uang Anda untuk mengembangkan bisnis. Selain memperoleh untung, kita juga akan membantu situasi perekonomian negara.

After all, yang paling penting dari semua ini adalah kebahagiaan. Makanya konsep ini disebut sebagai wealth building. Bukan sekedar kaya dan banyak uang. Tapi juga makmur dan bahagia.

Comments

comments

A writer of 30 books. Co-Founder & CMO Storial.co & NulisBuku.com. Initiate StartupLokal, the biggest startup community in Indonesia. Co-Managing Director of Girls in Tech Indonesia.

20 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.