It’s all about writing, photography, books, design, business, internet and love
How far would you go for love and dreams?
Inilah basically yang ingin disampaikan dalam novel Burung-Burung Kertas. Novel ini diangkat dari sebuah film independen karya para sutradara muda, great friends, Cassius, Dinna dan Santo. Ide ceritanya adalah tentang legenda burung-burung kertas. Yang katanya, jika kita melipat 1000 burung-burung kertas, maka impian kita akan tercapai.
Cerita dibagi dalam 3 sudut pandang, dari sudut pandang Jingga (seorang gadis yang agak ‘freak’), Eros (Pria pendiam pekerja keras) dan Rima (Wanita yang mengalami long distance relationship). Ketiga karakter ini memiliki satu benang merah yaitu mimpi. Mereka sama-sama memiliki mimpi yang ingin diwujudkan dan melibatkan cinta di dalamnya.
Yang unik dari novel ini, gue harus belajar menempatkan diri gue sebagai laki-laki di bagian Eros. Karena biasanya tokoh utama gue itu cewek. Sedangkan sekarang ini tokoh utamanya bisa dibilang ada 3, dan salah satunya cowok. Dan itu cukup challenging juga. Dengan Jingga, gue dapet chemistry-nya, karena dia freak dan kutu buku kayak gue haha. Dengan Rima, ada sedikit struggle juga karena karakternya dia yang pendiam dan ‘tarik ulur’ hehe, sangat berlawanan dengan karakter gue sebagai penulis. Begitulah tantangannya
Tapi I hope you’ll love this novel, because you’ll have a lot of Ollie’s style in there that you might have missed (halah). Goldy (kritikus paling kritis) read it last night and he loved it! He immediately wanted to watch the DVD to see what Jingga, Eros and Rima actually looked like in motion picture hehe. Setelah nonton, dia kasih testimonial untuk buku Burung-Burung Kertas:
“Filmnya bagus loh. Aku nggak ngantuk walaupun sudah baca bukunya. Film bagus dan novelnya fenomenal. Keren!”
Jadi, buruan beli Burung-Burung Kertas di Kutukutubuku.com, 15% OFF!
Novel ini menjadi buku ke-3 gue yang terbit dalam bulan Juni 2008, Alhamdulillah. Total, sudah gue sekarang sudah nulis 7 buku! Yaiyy! More to come
Mau sharing juga testimonial buku ‘Mengaku Rasul‘ dari teman sekaligus penulis produktif, Mbak Ifa Avianty:
“Ollie, saya sudah baca Mengaku Rasul. Bagus bangeeet
Dalem. Karakter Riyanti dan Guru Samir kuat banget. Selamat ya, Lie :)”
Ada juga beberapa testimonial untuk buku ‘Membuat Toko Online dengan Multiply‘, saya pilih satu ya dari Mr. Victor Edward:
“I just bought your book ‘Membuat Toko Online dengan Multiply’ and I think it is a very impressive book.”
Thanks to all readers. I totally agree that June is a happy month!

Hari ini baru saja ngambil my first MoneyGram, yaiiiyy!! MoneyGram ini adalah kiriman dari sebuah perusahaan di Amrik yang meng-hire gue untuk ngeblog secara professional (Pro Blogger). Artinya? Ya gue di-assign untuk nulis di beberapa blog dengan topik berbeda yang mereka buat, dan gue dapat duit flat per bulan sesuai jumlah blog yang gue tulis (blog bukan post ya). Asyik kan??
Sekarang sebenernya kerjaan ngeblog tuh buanyak banget! Kita bisa lihat daftar kerjaannya di Problogger Job Board. Mas Budi Putra bahkan bisa dibilang pelopor Pro Blogger di Indonesia. Beliau resign dari kerjaannya di Majalah Tempo untuk ngeblog.
Nowadays, orang semakin sadar untuk menggunakan blog untuk berbagai kepentingan, dan salah satu yang paling penting di Amrik sekarang ini adalah menggunakannya untuk Public Relation (And that’s why gue di hire hehe). In my case, gue dapet kerjaan ini dari rekomendasi Goldy. Setelah dikenalin, gue kasih lihat contoh tulisan-tulisan blog gue dalam bahasa Inggris. Dia sempet tanya juga, “How you handle topics that are not your expertise?” Ya, jawabannya gampang…, “Research!”
Sekarang blog yang gue handle topiknya tentang financial dan berita artis gitu. Seru banget, berasa Rebecca Bloomwood (Shopaholic), yang jadi wartawan financial yang nulis hal-hal yang dilanggarnya sendiri hahaha.
Oh ya, selama ini gue biasa terima uang untuk bisnis-bisnis gue yang lain di Western Union, ini pengalaman pertama di MoneyGram. Kalau mau ambil uang via MoneyGram, langsung ke Lippo Bank aja sebelum jam 2. Trus tanya Satpamnya counter MoneyGram yang mana. Trus kasih KTP, Reference # (minta dari pengirim) dan nama lengkap pengirim. Nama penerima juga harus sesuai dengan KTP. Tak lama uang pun mengucur. Ada materai Rp 6.000 yang perlu kita bayar juga.
Good luck!
Alhamdulillah, seperti yang saya sudah ceritakan sebelumnya, buku how-to pertama saya yang berjudul ‘Membuat Toko Online dengan Multiply‘ akhirnya dengan sukses diterbitkan oleh Media Kita.
Dari dulu sebenarnya saya sudah ingin sekali menulis tentang bisnis online. Pengalaman saya mendirikan Toko Buku Online dan Butik Online membuat banyak pertanyaan masuk ke email saya. Rata-rata isinya menceritakan tentang keinginan menggebu-gebu untuk berbisnis namun tidak punya modal sama sekali. Maka saat sedang berbincang via telepon dengan Mas Yayan Sopyan, Direktur Media Kita, gayung pun bersambut.
Saat itu saya diminta untuk menulis tentang bisnis online namun tak hanya teori, harus ada langsung prakteknya. Mas Yayan meminta saya menggunakan blog gratisan sebagai ‘tools’. Saat itu saya langsung usul untuk menggunakan Multiply, bukan yang lain. Pertimbangannya, networking terbukti menjadi kekuatan sangat handal dari Multiply. Tidak bisa tidak, saya pasti tau perkembangan postingan baru setiap teman di Multiply karena saya selalu dikabari. Baik by email maupun di bagian inbox Multiply saya. Tidak akan ada yang terlewat. Ini tentu bagus untuk perkembangan sebuah toko online yang senantiasa menawarkan produk baru. Mas Yayan pun setuju.
Saat itu Mas Yayan langsung ‘nembak’ saya untuk menyelesaikan buku ini dalam 2 minggu. “Seharusnya buku ini sudah naik cetak sekarang, Li!” LOH KOK… hehehe. Saya ragu-ragu sejenak. Gimana ya? Saya belum pernah menulis buku How-To sebelumnya. Dan saya sebenarnya benci sekali membuat tutorial. Untuk saya, membuat tutorial itu painful. Tapi sebenarnya saya sudah sering membuat user guide untuk client-client saya di TukuSolution, intinya juga tutorial. And as painful as it may have, user guide-nya selalu bisa saya selesaikan dan saya tidak terluka sama sekali. Jadi, akhirnya saya sanggupi. Dua minggu it is.
Saya memulai dengan memborong semua buku tentang bisnis online dan tutorialnya. Mencoba mencermati gaya penulisan mereka dan akhirnya saya mencoba menulis dengan gaya saya sendiri. Awalnya berat juga tapi lama-lama malah enjoy dan susah berhentinya hehe.
Tentunya saya harus belajar ini itu juga terlebih dahulu karena saya pakai Multiply hanya untuk kegiatan blogging standar. Nggak pake acara gonta ganti template dan pernak pernik lainnya. Learning by doing lah ya hehe. Pokoknya, kegiatan menulis yang saya lakukan banyak menyangkut Research, Print Screen dan menuliskan langkah Step by Step. Semua saya lakukan a la Ollie yang ceplas ceplos dan mungkin menabrak norma-norma ‘How-To Book’ yang sudah ada, that’s why editor saya, Agus, mungkin agak kerepotan dibuatnya haha. “Li, bisa agak formal gak?” Maaf ya Gus. You’ve done a good job on editing my book, thanks!
Dan tentu, dengan gaya cowboy seperti itu, saya jadi deg-degan setelah menyerahkan ‘pekerjaan’ ke MediaKita. Kalo ada revisi sedikit saja, misalnya pada salah satu screen shot, bisa repot sekali membuatnya lagi (karena harus dibongkar lagi apa yang sudah saya kerjakan). Alhamdulillah, feedback-nya positive. Jadi bisa bernafas lega.
Satu cerita seru lagi. Setelah saya selesai membuat naskah ini dan menyerahkannya pada penerbit, tentu blog Multiply yang saya buat untuk buku ini sudah tidak saya sentuh-sentuh lagi. Namun dengan keajaiban Multiply, tiba-tiba saja ada yang menghubungi saya dan meng-order habis seluruh Majalah National Geographic dan Cosmopolitan yang saya miliki. And I’m actually making money from Multiply without much effort on promotion! Menggiurkan bukan?!
Jadi, penasaran pengen bikin toko online di Multiply? Atau, udah punya toko online di Multiply dan pengen menggandakan keuntungan? Segera beli buku ‘Membuat Toko Online dengan Multiply‘ (15% OFF di Kutukutubuku.com) dan kalo masih ada lagi yang ingin di-sharing, bisa langsung datang ke acara Talk Show yang membahas tentang buku ‘Membuat Toko Online dengan Multiply’ di Pesta Buku Jakarta, Istora Senayan Jakarta, tanggal 28 Juni 2008, Jam 18.30.
See you there! ![]()

Pak Jorgen (spell: Yohan) is a reader of Jakarta Daily Photo and that’s how we met. He emailed me with photos of Jakarta in the 70’s (he worked in a scooter company back then) which I thought was precious! He loves and knows Jakarta more than anybody else I met! He then joined Flickr and making friends with some of my Flickr buddies and we’re now one happy Flickr Family
Pak Jorgen and his wife, Tante Susan, came to Jakarta this weekend. Me and Goldy picked them up at the airport and going straight to their hotel at Blok-M (Losari Hotel). As clumsy as we always do, we forgot where Blok-M Plaza is
Thank God, Pak Jorgen lead us the way haha. Pretty embarrassing and I know that we should really get that GPS sooner.
Pak Jorgen and Tante Sus has given us a lot of thoughtful gifts. He knows that I love Paris so much, he bought me an Eiffel Tower miniature he bought in Eiffel Tower, Paris! He brought me Paris postcards, Paris Map, Paris Songs on a CD (love them), he also brought me some Danish trademark, Hans Cristian Andersen book and miniature and the little mermaid miniature. He also surprised Goldy by giving him a Lego! Yaiy!
Pak Bhakti, our Flickr friend from Amsterdam, also giving me and Goldy a nice book he got in Denmark. Pak Jorgen photograph me holding Pak Bhakti gift to ensure Pak Bhakti that I really receiving his gift hehe. Thanks a lot my friends. These gifts meant a lot to me!
On Sunday, Chandra joined us to show our guest around Jakarta. We went to Fatahillah Museum. Turned out there was a Batavia Art Festival to celebrate Jakarta’s 481st birthday. It was fun! We took pictures, hang out in Cafe Batavia where Chandra received his gifts.
Then we’re off to Ancol. Thank God, Chandra lead the way hehe. I never knew Ancol had a nice beach. Of course I knew it from Chandra and Dhani’s pictures. But I just can’t believe that it’s really Ancol, they’re talking about hehe. We had lunch at Le Bridge and drink coconut too. Pak Jorgen and Tante Susan stick with their beer Bintang
I’m going to have dinner with them one more time before they packed their bag and go to Bandung, Yogyakarta and Bali. I wish they will have more fun in those cities. Because this lovely and romantic couple deserves it!
Meanwhile, I must really learn more about Jakarta and places of interests, because I’m no good tourist guide. Sigh.

Masih inget post gue tentang Taksi Transcab yang akhirnya dengan heboh beredar dari milis ke milis? Foto yang gue taruh di blog waktu itu, menurut informasi dari Chandra dan juga laporan Goldy, masuk di halaman 14 Majalah Tempo terbaru. Hebat? Keren? Memang. Tapiiii… sayangnya pihak Majalah Tempo tidak pernah konfirmasi dulu sama gue dan di majalah juga sama sekali tak tercantum sumber foto. Sayang sekali kejadian ini bisa terjadi pada majalah sebesar Tempo.
Kemudian gue langsung emailin redaksi Majalah Tempo untuk minta pertanggung jawaban atas masalah ini. Tadi pagi responnya baru masuk. Gue ditelepon dan mereka meminta maaf atas kekhilafan mereka dan menyatakan akan bertanggung jawab dengan membayar foto yang telah mereka pakai. Gue minta 2x lipat dari harga normal foto yang biasa mereka bayarkan (ini gue udah being kind). Dan permintaan gue sudah dipenuhi.
Maka dengan ini gue nyatakan case closed. Apology accepted. Semoga tidak terjadi lagi di kemudian hari. Karena… kalo messing around ama properti-nya blogger urusannya bisa panjang
Thanks buat Chandra dan Goldy serta teman-teman di Flickr dan Plurk yang sudah memberikan dukungan ![]()