Events

Kutukutubuku.com on Goodreads Indonesia Gathering

It’s a great honour for Kutukutubuku.com to support the first Goodreads Indonesia Gathering in Mbah Jingkrak Restaurant on May 11, 2008. For you who haven’t joined yet, Goodreads is a social networking website for book lovers and offer great ways to share your book reviews. Indonesian book enthusiasts are loving Goodreads. That’s why I instantly said “YES” when -Syl- asked me to join the very first Goodreads Indonesia Gathering.

The event started with introduction from each and every Goodreads Members. I introduce myself as Ollie, my Goodreads nickname is Ollie, I’m a director of Online BookStore Kutukutubuku.com, and my favorite books are books that has been recommended by Oprah hehe.

Then we listened to Gieb reading wonderful poems. I’m trying to edit and cut the video of Gieb’s reading, I’m going to keep you posted. He’s really talented!

After Gieb, off we go to… BOOK SWAP! I brought 2 Paulo Coelho books to be swapped with a book written by my writing mentor, A.S. Laksana. His book titled “Bidadari yang Mengembara” crowned one of best books by Tempo Magazine.

Then we have a traditional Javanese lunch in Mbah Jingkrak Restaurant. Funny name, coz Mbah Jingkrak would literally mean, Jumping Grandma. Hehe. It’s all because they offer some hot chilis in their Javanese menu that could make you jumping all around.

We discussed about the next event of Goodreads Indonesia. Some suggest, we should make some kind of book club and I think we need to do a routine meeting held in public library. We will discuss about it more on Goodreads Indonesia Group.

And this is the proud Goodreads Indonesia Community

Special thanks for friends from Goodreads Indonesia that has put much effort to make this gathering happened, especially Amang as the group leader (am I right?). Can’t wait to meet with all of you guys again and talk about books!

Surprise #1: Otis Chandler, founder of Goodreads, made a comment on my Flickr!!

Surprise #2: My FACE! On Goodreads Blog! :D

This is awesome! Thanks for Goodreads International support for Goodreads Indonesia!

Maju terus dunia perbukuan nasional!

Comments

comments

A writer of 30 books. Co-Founder & CMO Storial.co & NulisBuku.com. Initiate StartupLokal, the biggest startup community in Indonesia. Co-Managing Director of Girls in Tech Indonesia.

10 Comments

  • Batata

    Ooo, Ollie Directornya Kutukutubuku.com ya? What a small world, g pelanggan juga neh.

    Jadi inget, dah lama gak mesen buku. Mesti ngupdate alamat nih, kantornya udah pindah soalnya :D

    [Reply]

  • Jusra

    Sayang sekali tak banyak yang memahami bahwa kemampuan kita bertutur kata menentukan tempat kita pada piramida sosial, serta banyaknya uang yang bisa masuk ke kantong kita. ——- Earl Nightingale.
    “Berbicara” menyentuh hampir segala aspek kehidupan kita, hampir semua orang dapat, tetapi untuk meraih kesuksesan serta kekayaan, Anda perlu menyampaikannya dengan “cerdik”.

    “Cerdik Berbicara” boleh dikatakan adalah usaha kita untuk membentuk saling pengertian, menumbuhkan persahabatan, meraih kekayaan, memelihara kasih sayang, menyebarkan pengetahuan, dan sangat mungkin juga melestarikan peradaban.

    Salah satu prinsip yang senantiasa mesti Anda ingat adalah:

    Boleh mengatakan kekurangan orang, tidak boleh melukai harga diri orang.

    Boleh menyanjung secara terbuka, memberi kritikan sebaiknya selalu dilakukan secara tertutup.

    Pembaca yang budiman, entah Anda sudah mendengar atau tidak, karena akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, ada sebuah buku sangat menarik yang membahas tentang berbicara (dan mudah-mudahan Anda bisa mendapatkan disemua toko buku Gramedia), yakni:

    “Cerdik Berbicara, cerdas menguasai suasana”

    Buku tersebut pertama kali diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU), dengan amat menarik buku tersebut memaparkan taktik dan seni berbicara yang akan memudahkan Anda memenangi perkara dan menguasai suasana.

    Lewat buku yang disajikan dengan sangat atraktif tersebut, Anda akan akan tahu bagaimana kiat jitu menyampaikan:

    * Kabar buruk dengan cara yang bijak

    * Fakta keras dengan cara yang lembut

    * Kerumitan dengan cara yang sederhana

    * Berita panas dengan cara yang dingin

    * Penolakan yang berat dengan cara yang ringan

    Serta cara merancang dan menangani gosip serta desas desus, maupun dusta yang menyakinkan

    Mari saya ceritakan sebuah kisah kepada Anda:

    Seorang suami sedang bermesraan dengan isterinya, sambil mengelus-elus si isteri, si suami dengan semangat mengebu berkata, “Sayang, kulit kamu terasa sangat halus, tidak sedikitpun seperti perempuan yang berusia empat puluhan.”

    Mendengar pujian sang suami, si isteri tertawa senang, “Oh iya, akhir-akhir ini mereka yang pernah meraba kulit saya juga bilang gitu.”

    PLaaak! Mendadak satu tamparan mendarat di pinggul si isteri. Sang suami dengan nada tinggi bertanya, “Kurang ajar, siapa-siapa saja yang telah kamu tawarkan untuk meraba-raba kulitmu, huh? Ayo bicara jujur!”

    Sambil mengosok-gosok paha menahan sakit si isteri berkata, “Lah jangan marah dulu! Setiap perempuan di tempat perawatan kulit pada ngomong kulitku halus.”

    Sebuah cerita lagi:

    Seorang suami mencari-cari sesuatu tetapi tidak ketemu, lalu meminta tolong isterinya membantu, sang isteri begitu melihat langsung menemukannya. Lalu dengan nada gusar, sang isteri menunjuk ke arah mata si suami, berkata, “Tuhan memberi kamu sesuatu yang sangat bagus, tapi kamu tidak memanfaatkannya.”

    Sang suami tersenyum seraya menunjuk si isteri berkata:

    “Tuhan memberi saya sesuatu yang sangat bagus, saya sedang memanfaatkannya”

    (Numpang tanya, segusar apapun si isteri pada waktu itu, begitu mendengar perkataan sang suami, bukankah di hati kecilnya akan timbul rasa senang?”

    Dua kisah tadi, dari sisi manapun Anda melihatnya, pastilah terasa lebih mirip sebuah cerita lucu, betul tidak?

    Namun, jika Anda seksama mengamati, maka Anda berkemungkinan besar menemukan bahwa di sekeliling kita dipenuhi dengan kisah-kisah lucu seperti tadi. Karena hanya kurang “cerdik berbicara”, keliru mengatakan: hal-hal yang awalnya berjalan baik, dapat berakhir dengan kekacauan; persoalan yang kelihatannya sudah hampir selesai menjadi berlarut-larut.

    Sebaliknya, jika Anda orang yang cerdik berbicara, persoalan sulit terasa mudah diatasi, suasana kikuk dapat mudah Anda hindari.

    Kualitas hidup kita, hubungan kita dengan sesama manusia dapat ditingkatkan dengan memahami dan memperbaiki cara kita berbicara.

    Pembaca yang budiman, saya akhiri tulisan ini dengan sebuah kata bijak:

    “Orang yang memperolah hasil paling memuaskan, tak selamanya orang yang paling pandai mengunakan otaknya, tapi orang yang dapat dengan tepat menyatukan antara otak dan kecercikan berbicara.”—–Dale Cargenie

    Cari dan baca buku “Cerdik bebicara, cerdas mengusai suasana”, jika Anda menemukan manfaatnya, silahkan kenalkan pada teman Anda.

    Salam Sejahtera.

    Jusra Chandra

    [Reply]

  • Tessy

    Dear Sophie, I have just finished reindag The Dress’ which I took a fancy to and so downloaded. I found it fascinating and I just lost myself in it. I was drawn into all the detail as the wonderful thing is I visit York on a regular basis as I live in Leeds and it is one of my favorite places to go wondering. I want to read Ruby Slippers however I haven’t seen it in the kindle store-can you help. Many thanks for keeping thoroughly entranced and entertained. Jean

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.