It’s all about writing, photography, books, design, business, internet and love

Btw, also read me: Belitung Islands - A Hidden Paradise

Archive for April, 2008


Blokir YouTube dibuka

Apr 12, 2008 Author: Ollie | Filed under: Events

Iya akhirnya dibuka juga blokiran untuk YouTube, Multiply, dll. Lebih cepat dari dugaan gue. Dan itu bagus! Ini kemajuan ya, berarti ‘aspirasi’ rakyat udah mulai didengarkan :)

Beberapa hari yang lalu gue, Angel, Eel dan Henny diundang launching buku ‘Beauty For Killing‘ karya Fradhyt Fahrenheit, Penerbit FoU, di Neo Vanity Cafe & Lounge, Menara Standard Chartered.

Pas berangkat, kita naik taksi biru yang sopirnya sok tau banget and ngeluh ini itu, lupa catet nomer taksinya, dan ternyata dia udah dengan sukses turunin kita di Wisma Standard Chartered. Which is totally wrong. Dan kita harus jalan nyebrang melewati 3 gedung, di jalanan bechek meskipun banyak ojhek, tapi tetep aja caphek. Hehe :D Dari kantor sudah lapar banget, jalan jauh tambah lapar.

Pas sampai di gedung Menara Standard Chartered, ada satpam yang sok tau pula. Ngasi tau kita jalan yang salah menuju Neo Vanity Cafe. Akhirnya kita kembali jalan dengan ngomel-ngomel. Akhirnya dengan penuh perjuangan panjang, kita tiba juga di tempat acara.

Acara dimulai dengan ngaret 1 jam. Tambah lapar. MC, Rieke Dyah Pitaloka memulai acara dengan melakukan kesalahan. She mistakenly mengira judul bukunya adalah Neo padahal itu nama restorannya hehe. Ya, soalnya memang logo Neo-nya yang gede banget, bahkan judul bukunya nggak keliatan. Dalam diskusi, novel ini menurut Fradhyt salah satu tujuannya adalah untuk mengedukasi kalangan atas, agar mau membaca buku Indonesia. Isi novelnya pun tak jauh dari lifestyle yang sangat high class. Cewek biasanya suka sekali yang seperti ini. Selain Rieke, selebriti yang hadir antara lain Izabel Jahja sebagai model cover buku, Agus sebagai fotografer, dan bos Sido Muncul juga hadir.

Eel bertanya pada kesempatan tanya jawab, dan gue ambil gambarnya sambil mencomot snack yang diberikan. Snack high class mengalir tiada henti, tapi gue nggak kenyang-kenyang. :D Mbak Putri dari majalah Muscle pun bilang kalau gue ‘kuat makan’. Yang jelas, kepala gue sakit.

Acara pun selesai dan kita meninggalkan tempat acara. Sampai rumah, makan ikan plus nasi putih panas. Nikmat. Ternyata makanan low class yang paling cocok untuk perut gue hehe.

Thanks untuk Joe, penerbit FoU, atas undangannya. Oh ya, bagi yang belum tahu, ada quiz berhadiah 10 buku Beauty For Killing dari FoU & Kutukutubuku.com. Buruan jawab pertanyaannya ya!

Anyway, sekarang badan gue sakit banget, entah gara-gara begadang nonton Video Ellen DeGeneres Show tadi malam, ataukah karena mendengar kabar kurang baik pagi ini. Gue terlalu naive karena gue pikir semua orang itu baik. Dan ternyata itu nggak benar. The truth itu memang pasti nggak enak didengar atau dirasakan. Sigh.

Btw lagi, gue beli microwave baru dan sukses bikin telur ceplok yang cantik dan pizza-4-menit-jadi. Can’t wait to ‘cook’ more :D Kata Eel gue harus nonton acara Gula-Gula. Dimana dan kapan ya?

Sekarang gue harus berusaha tidak sakit agar Senin bisa ikut meeting penting di Bandung. Gambatte!

Interview sctv

Dhani rekomendasiin gue untuk di-interview sama Liputan 6 Siang SCTV mengenai masalah pemblokiran YouTube, Multiply, Rapidshare, dll oleh pemerintah. Dengan sopan gue menjelaskan semua manfaat situs-situs yang diblokir. Mungkin cuma nongol beberapa detik tapi at least gue dapat kesempatan untuk menyampaikan suara gue.

Mereka nanya juga caranya untuk mem-bypass blocking ini. Gue tau dan dikasi tau beberapa cara, meskipun enggan, gue kasih tau juga sih cara mengakses situs yang di blok dengan forwarder. Tapi, that’s not the point. Gue sendiri mungkin bisa akses, tapi stabilitas the whole community tetap terganggu.

Mbaknya tanya, “Menurut Mbak Ollie perlu nggak sih sensor seperti ini?”

Gue bilang, “Mbak… orang yang menggunakan YouTube, Multiply, Rapidshare, dll adalah kaum intelektual terpelajar. Mereka tidak akan membuang-buang waktu mereka untuk hal-hal remeh temeh seperti Fitna…!”

Bener kan?

Ampun! YouTube & Multiply diblokir…

Apr 8, 2008 Author: Ollie | Filed under: News

Gue sudah dengar tentang film FITNA dan gue tidak peduli sama sekali dengan karya orang gila yang bernama Geert Wilders ini. SAMPAI… pemerintah Indonesia meributkannya dan membuat YouTube, Multiply dan MySpace tidak bisa gue akses dengan menggunakan Telkom Speedy.

Astaga… astaga… pusing kepala gue pas pagi-pagi browser Firefox gue tiba-tiba lelet berat, nge-hang, dan membuat gue nggak bisa kerja. Karena ternyata Multiply toolbar yang gue install, setiap saat menarik informasi, dan karena ternyata situsnya di block, mengakibatkan ‘macet’-nya jalur lalu lintas informasi dan mematikan Firefox gue.

Matinya Multiply sama artinya dengan mematikan kreatifitas beribu anak bangsa Indonesia yang menggunakan Multiply sebagai sarana untuk berkarya. Terhitung Andrea Hirata, Maylaffayza, dan Fira Basuki, menggunakan Multiply sebagai sarana utama mereka untuk berbagi dan menginspirasi banyak orang.

Matinya Multiply juga membuat ratusan pengusaha online di Multiply yang selama ini sudah membantu bangsa untuk terus hidup secara ekonomi, menjadi kehilangan visitor dan tentu mata pencahariannya. Gila banget.

YouTube sendiri… mematikan YouTube… berarti mematikan sumber ilmu pengetahuan bagi masyarakat Indonesia. Gue sendiri belajar bahasa Prancis di YouTube, menemukan bahan belajar bahasa Inggris untuk murid-murid gue juga di YouTube, sampai berbagai macam informasi yang ‘penting banget’ lainnya gue temukan di YouTube. Dan, God, No… gue nggak tertarik untuk melihat film Fitna. Sama sekali tidak. Hanya menghabiskan waktu gue saja.

Tapi gue akhirnya lihat sekilas film itu. Lebih karena pemerintah Indonesia memaksa gue melakukannya. Gue menjadi penasaran setengah mati. Film kayak apa sih sebenarnya yang membuat satu negara Indonesia gonjang-ganjing. Film kayak apa yang membuat perekonomian dan kreatifitas negara berkembang seperti kita terbelenggu.

Dan jika maksud pemerintah memblokir YouTube, Multiply dan MySpace adalah untuk menghentikan gue agar tidak melihat film itu, maka tujuannya gagal total. Karena kurang dari 5 menit, Goldy telah memberikan link akses video film itu untuk saya tonton. Dan saya jadi membahasnya di sini!

Tolong, film ini nggak mutu dan nggak pantas untuk mendapat kehormatan seperti ini.

CUT THE NONSENSE!

Ayat-Ayat Cinta

Apr 5, 2008 Author: Ollie | Filed under: Reviews

Ayat-ayat Cinta

Saya berdiri dengan senyum puas di depan loket bioskop. Barisan kursi di studio 2, tempat film Ayat-ayat Cinta (AAC) diputar, pun masih banyak yang belum terisi. Akhirnya, setelah 4 kali mencoba dan GAGAL (karena kehabisan tiket terus!), akhirnya saya berhasil nonton film super laris ini juga. Saya nggak sendiri, saya datang bersama kedua orang tua yang telah 30 tahun lamanya nggak ke bioskop. Hebat banget deh AAC ini. Benar-benar menarik market baru datang ke bioskop. Bahkan seorang ibu-ibu tua dengan jilbab dan gamisnya pun rela datang sendiri buat nonton AAC. Presiden dan wakilnya juga nonton!! Gila. Pasti ada yang ‘lain’ dari film ini.

Sebelum menonton, saya sudah baca buku Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy ini sejak lama, dan sangat menyukainya. Tentu saya sudah punya ekspektasi tertentu terhadap film ini.

Saya tahu sangat sulit menterjemahkan buku ke film dan begitu juga sebaliknya (been there done that), makanya saya sangat menghargai ‘pekerjaan’ Hanung, sang sutradara, pada film ini.

Kesan saya pertama kali tentang film ini adalah lama banget durasinya. Karena ada batas seseorang tahan untuk duduk di bioskop. Dan batas ketahanan saya adalah 1 jam 45 menit hehehe.

Di film ini juga banyak tumpahan air mata, yang ternyata belum dapat mengusik jiwa preman saya. Satu-satunya adegan yang mampu membuat mata saya berkaca-kaca adalah melihat kesedihan Aisha melihat suaminya menikah lagi dengan Maria. Jadi ingat Teh Ninih (halah hehe).

Meskipun secara setting agak sulit merasakan Mesir-nya (karena emang nggak di Mesir hehe), tapi secara umum menurut saya novel AAC telah berhasil diadaptasi ke layar lebar dengan mulus. Dan my favorite would be Fedi Nuril yang bermain sebagai Fahri.

Kalau masih pada bisa buka YouTube, silahkan lihat Trailer Ayat-Ayat Cinta di sini :)

A Little Surprise

Apr 4, 2008 Author: Ollie | Filed under: Personal

Happy?
Creative Commons License photo credit: Joe Shlabotnik

Tante Dien Soepardjo Rustam hari ini berulang tahun. Selamat ulang tahun ya, tante! Semoga selalu dalam limpahan berkah dari Allah SWT. Amin.

Setiap kali, saya selalu bingung, harus memberikan kado apa pada orang-orang yang sudah punya segalanya. Tapi ternyata buku adalah jawaban tepat dari kebingungan itu.  Kenapa? Karena buku bagus yang belum dibaca oleh yang berulang tahun, merupakan harta karun terpendam yang bernilai tinggi.

Maka, pilihan saya jatuh ke buku yang luar biasa bagus milik Andrea Hirata berjudul Laskar Pelangi. Kebetulan Laskar Pelangi ada versi Hard Covernya yang ternyata sudah ditandatangani dan ada VCD-nya pula. Sangat layak untuk dijadikan kado. Dengan buru-buru saya beri tahu anak Kutukutubuku.com soal rencana ini. Mereka langsung bergerak membelikan buku, memilihkan kertas kado yang sesuai (batik pattern gift wrap!) dan mengirimkan kurir tepat pada waktunya. Very proud of you guys :)

Trus pada saat yang tepat, saya memberikan kado itu kepada tante. She seems a little bit surprised.

“Laskar Pelangi…!” Ujarnya. Seperti bertemu dengan sahabat lama yang hilang.

Tiba-tiba pundak saya ditepuk seseorang, “Kamu pasang kamera CCTV di sini ya, Lie?”

“Lah? Memang kenapa?” Dahi saya berkerut.

“Buku yang kamu kasih itu kemarin dibahas habis-habisan di sini. Tante belum baca dan sangat penasaran!”

Wow. Alhamdulillah, senangnya jika kado tepat sasaran dan bermanfaat!

Jadi, tunggu apa lagi? Kirimkan kado bermanfaat sekarang juga di Kutukutubuku.com! Gratis gift wrap loh! :D

Flickr PhotoStream

  • Cat BaruAvatar OllieDidi - Naely WeddingDidi - Naely WeddingDidi - Naely WeddingDidi - Naely Wedding

Sponsors

Toko Buku Online Kutukutubuku Hobitanaman.com gamexeon.com heartyboutique.com

Recent Comments

Top Commentators