Kisah Pemulung Beras

Hari ini gue memutuskan untuk bekerja dari rumah dan jadi berkesempatan nonton berita siang di ANTV. Yang pertama gue lihat malah hal miris tentang seorang ibu yang tinggal di daerah lumbung beras, tapi ironisnya ia harus menjadi pemulung beras alias ngumpulin beras yang butiran-butirannya tak sengaja jatuh ke tanah.

Beras jatuh itu disapu dan dikumpulkan dalam sebuah tempat, persis kalo kita lagi nyapu debu di rumah dan dikumpulin di wadah plastik. Bedanya habis nyapu, sampahnya akan kita buang. Tapi untuk yang ini, beras yang kotor dan berdebu itu akan dicuci dan dijual kembali. Uang hasil penjualan beras hasil memulung itu yang nanti digunakan untuk hidup.

Tragis. Nggak ngerti deh gue… masih speechless. No further comment.

Comments

comments

10 thoughts on “Kisah Pemulung Beras

  1. ke manakah orang pergi ketika perut lapar, anak sakit, dan tidak ada uang sepeser pun di kantung, beras pun sudah habis? jalanan.
    berapa banyak kah pemakai jalan raya yang sudi membagi sekadar uang 500 – 1000 rupiah dengan mereka? tidak banyak.
    adakah cara lain membantu mereka? ada, gak terbatas, jika pun ada, batasnya hanyalah imajinasi….

    [Reply]

  2. orang yang kebanyakan duit masih banyak yg buang – buang makanan, paahal orang kelaparan msh banyak juga, mana kepedulian kita?

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *