Ollie's Journal

Insights on books, writing, startups, and lifestyle in between

Kisah Pemulung Beras

10

Hari ini gue memutuskan untuk bekerja dari rumah dan jadi berkesempatan nonton berita siang di ANTV. Yang pertama gue lihat malah hal miris tentang seorang ibu yang tinggal di daerah lumbung beras, tapi ironisnya ia harus menjadi pemulung beras alias ngumpulin beras yang butiran-butirannya tak sengaja jatuh ke tanah.

Beras jatuh itu disapu dan dikumpulkan dalam sebuah tempat, persis kalo kita lagi nyapu debu di rumah dan dikumpulin di wadah plastik. Bedanya habis nyapu, sampahnya akan kita buang. Tapi untuk yang ini, beras yang kotor dan berdebu itu akan dicuci dan dijual kembali. Uang hasil penjualan beras hasil memulung itu yang nanti digunakan untuk hidup.

Tragis. Nggak ngerti deh gue… masih speechless. No further comment.

email

Comments

comments

10 Comments

  1. aroengbinang

    ke manakah orang pergi ketika perut lapar, anak sakit, dan tidak ada uang sepeser pun di kantung, beras pun sudah habis? jalanan.
    berapa banyak kah pemakai jalan raya yang sudi membagi sekadar uang 500 – 1000 rupiah dengan mereka? tidak banyak.
    adakah cara lain membantu mereka? ada, gak terbatas, jika pun ada, batasnya hanyalah imajinasi….

    [Reply]

    Reply
  2. Arlin Sasqia Puspa Shifa

    mengapa begitu? padahal banyak orang yang tidak bisa makan. tetapi malah membuat orang sakit

    [Reply]

    Reply
  3. isdar

    orang yang kebanyakan duit masih banyak yg buang – buang makanan, paahal orang kelaparan msh banyak juga, mana kepedulian kita?

    [Reply]

    Reply
  4. Jimmy Budhi

    potret antagonis di negeri ini, miskin di lumbung padi…
    semoga ibu tersebut selalu kuat dan tabah aja dan semoga Allah beri kemudahan disetiap kesulitannya…

    [Reply]

    Reply

So, what do you think ?