It’s all about writing, photography, books, design, business, internet and love

Dhani rekomendasiin gue untuk di-interview sama Liputan 6 Siang SCTV mengenai masalah pemblokiran YouTube, Multiply, Rapidshare, dll oleh pemerintah. Dengan sopan gue menjelaskan semua manfaat situs-situs yang diblokir. Mungkin cuma nongol beberapa detik tapi at least gue dapat kesempatan untuk menyampaikan suara gue.
Mereka nanya juga caranya untuk mem-bypass blocking ini. Gue tau dan dikasi tau beberapa cara, meskipun enggan, gue kasih tau juga sih cara mengakses situs yang di blok dengan forwarder. Tapi, that’s not the point. Gue sendiri mungkin bisa akses, tapi stabilitas the whole community tetap terganggu.
Mbaknya tanya, “Menurut Mbak Ollie perlu nggak sih sensor seperti ini?”
Gue bilang, “Mbak… orang yang menggunakan YouTube, Multiply, Rapidshare, dll adalah kaum intelektual terpelajar. Mereka tidak akan membuang-buang waktu mereka untuk hal-hal remeh temeh seperti Fitna…!”
Bener kan?
16 Responses for "Interview SCTV tentang Pemblokiran YouTube, Multiply, dll"
damn right!
Pemerintah itu Gila dan tak waras
biar cuma beberapa detik, tapi apa yang mbak ollie sampaikan sangat berarti buat kami, para blogger di multiply…
terimakasih mbak…
*n salam kenal :-)
mbak salsa.. kapan di muat tv nih acaranya?? pengen liat mbak salsa masuk tv
Waw udah tadi siang hehehe
bener banget mbak! semoga deh ada orang pemerintahan yang denger, dan tergerak hatinya *mimpi*
Pemerintah mungkin nggak gila. Mereka cuma salah memilih seseorang untuk menjadi pakar.
Kalo gak ada youtube, gue gak bisa nonton Fitna dan mentertawakan filem bodoh itu. Nuff said.
huhuhuuuu… masuk tipi lagi. blogger sekarang gak bisa loh…
siang ini sih, gak tau dey…
Kunjungan kali pertama. Wah, masuk media ;-)
Mbak Ollie, kabar gembiranya sekarang youtube sudah diakses kembali khan? Berarti pemerintah telah menyadari kekeliruan tindakannya tersebut.
Saya pribadi sangat menentang pemutaran film fitna di manapun karena mengandung unsur menanamkan kebencian terhadap Islam, kalau hanya untuk memancing emosi itu mah belum apa-apa. tetapi dampaknya terhadap persepsi masyarakat internasional non muslim yang tidak bisa diprediksi. Dampak dan citra yang sengaja disampaikan dalam film pendek itulah yang menyakitkan hati bagi orang yang beriman. Kesannya Islam adalah agama yang suka membunuh, padahal konteks ayat tersebut bukanlah menghalalkan pembunuhan thd non muslim, tetapi ayat2 tsb diarahkan dalam kondisi peperangan yang nyata, dimana umat Islam sedang membela kehormatan dan agamanya dari penjajah atau musuh.
Mungkin Geert Wilders, dulu mbahnya, pejuang Belanda yang terkena bambu RUncing tentara Jendral SUDIRMAN. Jadi di dendam…..pada umaT Islam…
hehe .. gw liat elo li di tipi, bahkan gw nulis di tabulas gw, elo ada di tipi hehehe
Wah asik… Tabulas lo alamatnya apa ya?
Gara-gara Fitna cowok gwe, yang orang Belanda itu, malah bilang, “I wanna more about Islam.” Ternyata si Widers itu salah ngerti arti Fitnah, dia cuma ngerti Fitna itu adalah ujian, dan dengan bangganya dia bilang melalui film ini dia bakalan jadi penguji bagi umat Islam, kata cowok gwe. Duh, ketahuan banget, kan, orangnya nggak pinter-pinter amat. Cuma cari sensasi!
Ember. Orang kayak gitu kok bisa menggoyang negeri sebesar Indonesia *geleng-geleng*
Leave a reply