Personal

Ampun! YouTube & Multiply diblokir…

Gue sudah dengar tentang film FITNA dan gue tidak peduli sama sekali dengan karya orang gila yang bernama Geert Wilders ini. SAMPAI… pemerintah Indonesia meributkannya dan membuat YouTube, Multiply dan MySpace tidak bisa gue akses dengan menggunakan Telkom Speedy.

Astaga… astaga… pusing kepala gue pas pagi-pagi browser Firefox gue tiba-tiba lelet berat, nge-hang, dan membuat gue nggak bisa kerja. Karena ternyata Multiply toolbar yang gue install, setiap saat menarik informasi, dan karena ternyata situsnya di block, mengakibatkan ‘macet’-nya jalur lalu lintas informasi dan mematikan Firefox gue.

Matinya Multiply sama artinya dengan mematikan kreatifitas beribu anak bangsa Indonesia yang menggunakan Multiply sebagai sarana untuk berkarya. Terhitung Andrea Hirata, Maylaffayza, dan Fira Basuki, menggunakan Multiply sebagai sarana utama mereka untuk berbagi dan menginspirasi banyak orang.

Matinya Multiply juga membuat ratusan pengusaha online di Multiply yang selama ini sudah membantu bangsa untuk terus hidup secara ekonomi, menjadi kehilangan visitor dan tentu mata pencahariannya. Gila banget.

YouTube sendiri… mematikan YouTube… berarti mematikan sumber ilmu pengetahuan bagi masyarakat Indonesia. Gue sendiri belajar bahasa Prancis di YouTube, menemukan bahan belajar bahasa Inggris untuk murid-murid gue juga di YouTube, sampai berbagai macam informasi yang ‘penting banget’ lainnya gue temukan di YouTube. Dan, God, No… gue nggak tertarik untuk melihat film Fitna. Sama sekali tidak. Hanya menghabiskan waktu gue saja.

Tapi gue akhirnya lihat sekilas film itu. Lebih karena pemerintah Indonesia memaksa gue melakukannya. Gue menjadi penasaran setengah mati. Film kayak apa sih sebenarnya yang membuat satu negara Indonesia gonjang-ganjing. Film kayak apa yang membuat perekonomian dan kreatifitas negara berkembang seperti kita terbelenggu.

Dan jika maksud pemerintah memblokir YouTube, Multiply dan MySpace adalah untuk menghentikan gue agar tidak melihat film itu, maka tujuannya gagal total. Karena kurang dari 5 menit, Goldy telah memberikan link akses video film itu untuk saya tonton. Dan saya jadi membahasnya di sini!

Tolong, film ini nggak mutu dan nggak pantas untuk mendapat kehormatan seperti ini.

CUT THE NONSENSE!

Comments

comments

A writer of 30 books. Co-Founder & CMO Storial.co & NulisBuku.com. Initiate StartupLokal, the biggest startup community in Indonesia. Co-Managing Director of Girls in Tech Indonesia.

16 Comments

  • unwinged.anang

    Terlalu banyak yang harus di blokir untuk menghalangi satu film nggak jelas beredar di jagat internet. Ngeblok youtube pun percuma, dengan sedikit ngetik di google, udah langsung dapet link yang dituju. Sejujurnya gw malah heran kenapa google nggak di blokir sekalian. Atau, matiin aja internet di indonesia. Kita kembali ke jaman pos dan kaset. Rasanya yang ngakses youtube dan website website yang di blokir, justru malah orang orang berpendidikan, yang malah kemungkinan besar nggak tertarik nonton sedikitpun itu film, walaupun memang gampang banget di cari.

    Kebijakannya terlalu extrim. Cuma ada borok sedikit, yang dipotong satu organ tubuh. Dokter yang hebat.

    [Reply]

  • Apop

    Demi Fitna, pemerintah Indonesia berkorban. Tercapai sudah tujuannya pembuat film : “Cari sensasi dan mengalihkan kita dari hal-hal penting dan produktif” Selamat!! Provokasi Fitna berhasil… bangsa ini jadi sibuk gak jelas ngurusin filem cemen yang di Belandanya sendiri aja dicuekkin… dan menutup keran-keran kreativitas anak bangsa.

    [Reply]

  • anastasia

    sorry, ikutan nimbrung niii…
    dengan pemblokiran tersebut membuat saya menjadi keselll setengah mati…
    gara2 myspace sy di blokir….
    ngapain sii ribut2 masalah film yg gag jels?
    knp gag matiin aja sklian internetnya…

    biar kita make merpati pos ajah…

    [Reply]

  • zackycute

    semakin nggak jelas arah pembangunan ini,,,
    multiply ,,,,hikhikhik,,,,ampun deh,,,,
    gara gara film sampah itu kita semua kena korbannya,,,
    bener bener wuanjrettttttttttt ……yang nutup mp, my space, ama you tube,,,,

    [Reply]

  • Ollie

    Thank you Irman untuk link-nya.

    Duh, gue terkena dampak semua kegilaan ini. Buku gue tentang Multiply di-pending sama penerbit sampai waktu yang belum ditentukan (Sampai pemerintah instropeksi diri. Dan ini sulit)

    [Reply]

  • donny

    maaf ikut nimbrung….
    ngapain juga ngurusin pelm “FITNA” yang dibikin orang bule “BENHUR = Belanda Hurik (Burik)” bejat kaya dia…. jangan kan mau donlod mau nonton aja males banget…

    tampaknya kita-kita yang tinggal dan orang indonesia menuju arah pembangunan yang mundur kebelakang… balik lagi ke jaman batu aja kali ya
    jadi buat temen2 yang merasa dirugikan atas di blokirnya situs2 yang dituju, kayanya harus…. orasi dan memproklamirkan membaca lagi tesk PROKLAMASI lagi karena kita sudah merasa di jajah ma BELANDA lagi… masa harus nunggu 3,5 abad lagi buat bisa konek ke situs yang di blokir…. heheheheheh….

    [Reply]

  • hariz

    ya itu dia mbak Olie.

    pemerintah gita gateknya gak naggung-nanggung dan gak tersembunyi..

    ude tau negara hacker en cracker, ya gampanglah informasi yang beredar.

    ada keputusan lanjutan gak tentang bagaimana cara “ngejedotin” pala pala pemerintah biar nyadar dikit aja.

    gw ngefans ma andrea hirata dan ga bisa akses lagi ke Multiply.

    kaco

    pemerintah emang ‘laskar kolot’

    :)

    [Reply]

  • Nugroho Adi Pratama

    kabar terakhir di detik; ban akan diberlakukan 10 hari kedepan; setelah itu direview lagi.

    Suwer aku nggak ngerti; kenapa nggak trafiknya aja disensor kata ‘fitna’; kok malah web2 social yang bagus ikut diantemi…..;

    apa pemerintah mulai melakukan proteksi terhadap produk (baca:web) lokal kali ya, supaya nilainya naik…..

    [Reply]

  • Anggun

    Filmnya menurut saya bagus, dengan modal cekak berupa materi potongan2 dokumentasi (liputan peristiwa yang sebenarnya sudah ditayangkan di TV-TV), Geert Wilders berhasil membangun pengalaman “menakutkan” dari teroris, sesuatu yang bagi orang bule sono sulit dipisahkan dari image Islam. Saya pikir wajar saja, toh buktinya klo tiap kali liat orang NEGRO di tanah abang, kita tetep kepikiran mereka bandar narkoba. Atau klo ngeliat orang berseragam PNS, pasti kita berpikir dia makan gaji buta dan pemalas. Padahal enggak semua khan?

    Makanya kita mesti jago-jago bikin film dong, jadi begitu keluar FITNA, reaksi kita adalah bikin 10 film yang lebih bagus dan menunjukkan “damainya” Islam… Mereka keluarin 2 film, kita keluarin 20, mereka bikin 100, kita bikin 1.000… Yah, pokoknya jangan defensif dan emosi melulu, sekali-sekali kreatif lah.

    Ya nggak Oll? ;)

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.