It’s all about writing, photography, books, design, business, internet and love

Btw, also read me: Laporan Event Wanita & Wirausaha

Archive for March, 2008


Dari Syukuran Kantor Baru Virtual

Mar 30, 2008 Author: Ollie | Filed under: Business

As I said, I got flu, fever and all… tapi Pak Nukman mengundang saya untuk datang ke acara syukuran kantor barunya. Ya tentu harus datang. :D

Kantor baru Virtual Consulting ini berlokasi di Jl. Duren Tiga Raya, dekat dengan kantor Kutukutubuku.com, dan tidak sulit menemukannya. Masalahnya adalah pada saat memasuki gedung, saya seperti memasuki sebuah labirin. Dalam hati saya, ini gedung style-nya Pak Nukman banget. Penuh teka teki hehehe :P

Untungnya saya tiba di ruangan kantor yang tepat. Langsung disambut hangat oleh beberapa karyawan Virtual yang saya kenal. Dan saya menyaksikan ruangan kantor yang jauh lebih besar dengan more room to breath, dan bahkan sebuah ruang bayi pun ‘diadakan’ untuk menunjang performa staff wanita yang masih dalam masa menyusui. Great!

Acara segera dimulai dengan sambutan dari Pak Nukman. Great speech as always. Dan dilanjutkan dengan sambutan dari Partnernya Pak Nukman yang juga have amazing vision and speech. Oh ya by the way, saya disuruh duduk di depan, di sebelah seorang bapak yang tersenyum lebar saat saya salami. Ternyata beliau tak lain adalah Pak Jamil Azzaini. Motivator dari Kubik Leadership yang diundang untuk memberikan motivasi untuk semuanya. He also have a book called “Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia: Kisah-Kisah Inspiratif Pembangkit Motivasi & Pemakna Hidupyang isinya bagus banget, I get it free from Pak Nukman, Thanks Pak. You can get it too at Kutukutubuku.com, Not Free but 15% OFF :)

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng untuk meresmikan kantor baru. Semoga kantor baru ini membawa rejeki dan berkah yang berlimpah! Amin…!

virtual

Masih di acara, terima telepon dari calon client kalo dia mau membicarakan beberapa hal and mau meeting immediately. Waduh. First of all, gue udah mau pingsan karena sakit and I don’t bring any material with me. Gara-gara males bawa laptop, sebagai syarat pengisi tas, gue bawa si mungil eee pc aja and clearly my datas are not there.

Untung kantor barunya Pak Nukman sudah dipasang wireless-nya. Dengan bantuan Pak Ivan & Mbak Banis, saya bisa sukses konek ke internet dan mengambil bahan meeting yang diperlukan. Setelah makan, langsung deh pamitan sama Pak Nukman.

Pak Nukman jabat tangan saya dan bilang dengan nada serius, “Undanglah hiu-hiu liar dalam kehidupanmu!”
“Hiu liar pak?” Saya memandangnya dengan bingung.
“Iyaaa… loooh! Kamu nggak dengerin Pak Jamil ya tadi!”
“Kalo Pak Jamil bilang tadi sih hiu-hiu kecil pak hauehhehe…!”

Hiu kecil tentu akan sangat ‘membantu’ kita untuk bikin hidup lebih hidup. Tapi hiu liar? Bisa langsung padam semangat hidup ntar haha.

Dan seperti biasa, Pak Nukman selalu punya akal untuk berkelit hahuheueh :P

Di dalam kesempatan ini akhirnya bisa ngobrol-ngobrol dengan teman-teman TDA, Pak Roni, Pak Iim dan Pak Agus. Serta kenalan juga dengan Ibu Amalia Maulana. It’s a pleasure to meet you. Sayang sekali karena selain keliyengan dan mau pingsan, saya juga sudah ditunggu sehingga nggak bisa berbincang-bincang panjang, padahal sebenarnya banyak sekali yang bisa didiskusikan.

Sampai tempat calon client, akhirnya berhasil seal the deal and eee pc pun berjasa kembali. Tunggu material ternyata lama banget ampe sore. Untung ada eee pc dan free wireless internet around. Sampe rumah ambruk deh.

Besoknya periksa ke ruma sakit, ternyata saya bukan terkena flu tapi dengue fever atau yang biasa dikenal masyarakat sebagai demam berdarah. *garuk-garuk-kepala*. Padahal gejala awal adalah batuk, pilek dan demam. Mirip sekali dengan flu. Bedanya, dengue fever membuat tulang kita seperti retak-retak dan ngilu. Hiy… cape deh.

FYI, I’m still sick. Beneran! :p

Dari Domain Expired, Libur Panjang, hingga Sakit Flu

Mar 25, 2008 Author: Ollie | Filed under: Travel

Domain Expired

Batuk saya dari tadi nggak berhenti juga, tapi tetep jari-jari saya dengan tekun mengetikkan kata-kata complain tertahan yang dibuat sesopan-sopannya kepada seorang customer service. Apa pasal? Mungkin seperti yang sudah diketahui oleh beberapa teman yang mengakses blog ini, domain salsabeela.com sempat mati karena habis masa tayangnya. Ini tentu saja membuat saya yang baru pulang dari Trip Jogja-Bantul-Semarang-Pemalang, menjadi terkaget-kaget. KOK BISA?

Saya tidak merasa mendapatkan notifikasi sama sekali tentang renewal domain. Dengan geregetan, saya login ke registrar dan mencoba melakukan proses renewal, tapi nggak bisa. Tidak ada decent information tentang harus transfer kemana biaya renewalnya, dll. Saya kirim email ke mereka juga tidak dibalas. Saya kirim email ke enom, jawabnya hanya minta saya menghubungi registrar. Hfff. Setelah putus asa, segera saya SMS teman yang mendaftarkan domain ini. Tidak ada jawaban juga. Saya telepon. Ok, katanya dia akan mengecek… 2 hari lagi.

Ok pasrah deh, 2 hari kemudian saya tunggu. Karena pagi-pagi belum ada perkembangan berarti, saya akhirnya memutuskan untuk coba menghubungi sendiri management dari registrar yang katanya adalah Ardhosting.com. Ternyata benar, intdomreg itu adalah bagian dari Ardhosting. Bicara dengan bagian customer service, kemudian ke bagian billing, bayar dengan klikbca, dan dalam 3 jam, salsabeela.com sudah nyala kembali. Alhamdulillah, cukup lega.

Menurut customer servicenya, notification tentang expirednya salsabeela.com ini terkirim, namun terkirimnya itu ke email temen saya. Dan teman saya tidak menyampaikannya kepada saya. Wah… ruwet deh.

Well, yang penting udah nyala kembali blog tercinta. Meskipun rencana nulis trip liburan kemarin jadi tertunda bahkan terancam batal karena saya kehilangan mood :P

Jogjakarta

Alhamdulillah ada libur lumayan panjang, yang saya tambah lagi kepanjangannya dengan mengambil cuti 2 hari. Sebenernya agak nggak tega ninggalin kantor karena ada project yang sebentar lagi due, tapi secara udah diniatin dari bulan lalu karena ada temen yang mau merit di Solo, ya udah berangkat aja.

Saya dan Goldy naik kereta Taksaka 2 menuju Jogja. Naik kereta biar irit (hanya Rp 180.000) dan toh ditinggal tidur juga tau-tau nyampe. Err… ternyata kenyataannya tidak demikian. Entah apa yang terjadi, rel anjlok or sumthing, kereta kita tertahan hingga 5 jam in the middle of nowhere.

Gara-gara bosan menunggu, orang-orang malah pada turun dan meregangkan badan, termasuk si Goldy yang malah sibuk hunting foto.

Pas sampai di Stasiun Jogjakarta, sudah ditunggu sama keluarganya Goldy yang juga jadi terdampar dan tiduran di emper stasiun untuk nungguin kita berdua huahehe. Kasian.

Well, anyway sudah sampai Jogja. Selalu kalau turun di stasiun ini jadi bernostalgia. Gimana gue pas jaman kuliah naik kereta bisnis tanpa AC dari Jakarta - Jogja sendirian, sampai muka kadang item karena debu, minyak, dan asep hehe.

Main purpose ke Jogja adalah untuk menghadiri tahlilan satu tahun eyangnya Goldy di Bantul.

Kemudian habis itu sih nggak ada tujuan lain kecuali jalan-jalan.

Trans Jogja

Yang bikin kaget ternyata di Jogja ada Trans Jogja. Ya gaya-gayanya mirip busway-nya Jakarta. Tapi bedanya, disini jalan-jalannya nggak dibatesin seperti di Jakarta. Kalo dibatesin ya nggak ngerti deh gimana eheheh orang jalan di Jogja rata-rata hanya muat satu mobil :p

Batik

Batik lagi IN di Jakarta, so, gue habiskan waktu untuk cari baju batik yang lucu di Mirota :)

Bakmi Mbah Mo

Di Bantul, tiba-tiba mobil masuk mblusuk ke sebuah jalan pedesaan yang gelap dan sepi serta berliku. Ternyata di ujungnya terdapat keramaian yang mengherankan. Tempat parkir ramai kayak di Mal. Ternyata, itulah, Bakmi Mbah Mo dari desa Code yang terkenal.

Saya pesan mie goreng. Pas pesanannya datang, mie goreng itu warnanya nggak coklat tapi tetep kuning seperti direbus. Kemudian campurannya adalah telur. Tapi herannya kok mie itu nggak berminyak sama sekali. Dimakan nikmat sekali.

Pantes pada ketagihan.

Semarang

Puas di Jogja dan Bantul, kita headed ke kampung halaman Goldy di Semarang. Nggak sempet kemana-mana juga sih, tapi jadi tau tempat makan seafood yang lumayan enak. Gama nama restorannya. Restoran ini menggunakan rumah jaman belanda yang besar, luas dan intimidating hehe. Makan kepiting dan kerang hijau, ternyata baru sadar kalo ada menu King Crab yang segede bagong. Jadi ngiler.

Pemalang

Di Pemalang, langsung headed ke daerah Mesjid Agung yang bersebelahan dengan makam eyangnya Goldy yang lain. Nyekar di situ beberapa saat. Setelah itu duduk-duduk di pinggir jalan makan es krim :D Ini pertama kali saya ke Pemalang, juga waktu melewati Pekalongan. Sempat pengen berhenti untuk lihat-lihat batik. But… ya udah lah lain kali aja :D

Solo (not)

Rencana sih mau ke Solo untuk menghadiri perkawinan teman. Tapi ternyata takdir mengatakan lain. Hari senin yang seharusnya saya masih cuti, ternyata ada 3 meeting penting yang tiba-tiba dischedulekan hari itu. Yo wis, saya harus pulang ke Jakarta. Masalahnya, ticket luar biasa sulit. Yang ada malah hari sabtu, waktu dimana saya seharusnya ke Solo.

Ya sudahlah, saya doakan perkawinan Okti & Khaidar penuh berkah dan terjaga berkahnya hingga akhir hayat. Amin.

The Important News

Kepulangan saya ke Jakarta, ternyata membawa berita baik untuk keluarga. Alhamdulillah, sepertinya ada satu impian saya bisa terkabul tahun ini. Doain ya, amin amin amin :)

Sakit Flu

Pulang ke Jakarta langsung kerja keras, meeting sana sini dan sampe lembur juga. Tapi emang beda ya kalo buat bisnis sendiri. Nggak terasa tuh capek-capek di badan. Baru pagi tadi saya nggak bisa gerak dari tempat tidur. Badan sakit semua and demam.

Tapi ya teteup deh namanya pegang laptop, kerja, ngeblog haha. The good thing about me being sick adalah, biasanya gue malah nemu mood yang tepat untuk baca. Dan buku yang kelar gue baca adalah Titiek Puspa: A Legendary Diva. Biografi karya Alberthiene Endah ini bener-bener membius gue untuk terus baca sampai selesai. Bayangkan, itu 300 halaman lebih loh. Bravo!

Jadi ngerti deh gimana dulu Titiek Puspa adalah anak yang sakit-sakitan, sampai sebuah keajaiban meluruhkan seluruh sakitnya. Trus kemiskinan yang membuatnya bisa makan kulit pisang, kepala ikan yang udah jatuh, dll. Gimana proses tak sengaja yang membuatnya menemukan nama ‘Titiek Puspa’. Trus gimana kisah -kisah cintanya yang menyayat hati. Trus Mus Mualim, suami terakhirnya, yang dua kali mengkhianati cintanya yang menginspirasi kelahiran lagu ‘Cinta’ (waduh, wanita kayak Titiek Puspa apa kurangnya ya… dasar laki-laki…). And many more deh.

Ada yang kurang sih, kok nggak ada tips lengkap biar cantik dan awet muda kayak gitu ya hehehe is it genetic??

Sampai sekarang gue belum denger kabar buku itu keluar dari Gramedia Pustaka Utama. I don’t know. Mungkin mereka lagi siap-siap. Yang jelas kemarin dapat buku ini for free di acara launching bukunya.

I will let you know kalo udah available ya :)

Cerita dari Mega Bazaar Computer, Focus & Jave 2008

Mar 16, 2008 Author: Ollie | Filed under: Events

Tiga event besar jadi satu, hasilnya? KAKI BENGKAK!

Tapi yang jelas seru sih. Keseruan dimulai from the minute I step into this blue taxi to go to Jakarta Convention Centre. Bapak sopir taksi, tiada angin apalagi hujan, tiba-tiba bertanya,

“Mbak suka telor? Suka makan mie? Suka makan ayam?”

Dan setelah bengong selama 3 detik gue menjawab, “Suka!”

Suara itu menggelegar lagi. “Jangan dimakan lagi mbak! Itu semua racun!”

Dimulailah speech tiada henti soal ayam negeri yang masuk ke Indonesia pada tahun 1971 dan mulai dari situ bangsa Indonesia mengalami kemunduran. Mulai dari banyak penyakit, kemiskinan, kebodohan, dll. Itu semua gara-gara ayam negeri dan telornya, plus mie.

Dia mulai memberikan analogi yang menyamakan kita dengan ayam negeri. “Ayam kampung, begitu dilahirin langsung bisa jalan mbak! Ayam negeri mah lemes! Karena kita makannya yang kayak gitu, kita juga jadi lemes!”

Trus, “Mbak suka minum teh dalam kemasan? Jangan mbak, bikin sakit pinggang, encok, susah melahirkan! Mending minum putih biasa aja mbak, jangan pake es juga!”

Dan masih banyak lagi peringatannya yang nggak bisa gue list disini saking banyaknya hehe. Tapi yang jelas dia bilang ingin menyelamatkan rakyat Indonesia dari kebodohan. Dan gue meskipun cuek-cuek buah manggis, ternyata kata-kata dia ngaruh juga ke gue. Pas lunch gue minum Aqua (biasanya teh botol hehe) and milih makanan bukan ayam hehe. Hebat tu orang, somebody should hire him as a sales.

Bayar tiket masuk

Turun dari taksi, langsung bergegas mau masuk ke JCC. Tapi… kok ada loket ya?? Ternyata… kudu bayar goceng dulu kalo mau masuk. Jangan-jangan tahun depan tiket masuknya nambah 2x lipet. Hiy… serem.

Overclock Contest

Si Goldy datang untuk meliput Overclock Contest yang diikuti kembali oleh Jossy. Serem banget sih overclock itu. Luar biasa abusing computer ehehhe masa pake acara ‘masak-masakan’ juga sih.

Sholat Jumat

Pas gue datang suasana lengang, pokoknya nggak kayak lagi ada 3 pameran heboh. Ternyata emang lagi pada sholat Jumat. Jadi musik dikecilin dan laki-laki pada ‘menghilang’. Lumayan deh jadi bisa jumpalitan dari satu tempat ke tempat lain dengan leluasa. Oh ya, dari foto di bawah jadi keliatan ya batas antara dunia dan akhirat hehehe.

Photovoices

Di Focus 2008, ada tempat untuk Photo Seminar gitu. Salah satu yang menarik minat gue adalah seminar tentang konservasi alam dengan cara unik. Jadi National Geographic Society bekerjasama dengan WWF Indonesia membentuk Photo Voices. Photo Voices membagikan 50 kamera gratis kepada penduduk lokal Lamalera, Nusa Tenggara Timur, yang bisa mereka gunakan untuk memotret kehidupan sehari-hari untuk mempelajari kebiasaan dan budaya mereka, terutama dalam sangkutannya dengan penangkapan ikan paus yang mereka lakukan dari generasi ke generasi.

Foto di atas memperlihatkan salah satu penduduk asli Lamalera yang telah ikut berpartisipasi dalam program ini selama setahun. Program ini telah menghasilkan 17.000 foto dari penduduk asli setempat dan rencananya akan dibukukan bersama dengan cerita-cerita di balik foto tersebut. Brilliant concept!

Puas

Overall, puas banget jalan-jalan seharian dari jam 11 pagi sampai jam 8 malam hehe. Gue bisa liat orang break dance, ikut foto model, foto produk, nyobain card reader sanDisk gratis, denger sharing dari fotografer komersial, ngeliat foto-foto keren… and many more. Loh kok kebanyakan tentang foto? Ya memang gue tertariknya itu sih hehe. Mega Bazaar Computer nggak gitu menarik perhatian gue, wong I already have everything that I need right before the pameran dengan harga lebih tinggi. Tentu saja gue kesal dan malas liat-liat lagi hahaha.

Jadi nggak sabar deh nunggu pameran lagi tahun depan :D

For more picture of the exhibitions, please check out my Flickr.

Ollie’s books on Libraries

Mar 13, 2008 Author: Ollie | Filed under: News, Personal

Google

Just a quick update about my books. Hari ini nggak tau kenapa lagi kerasukan jin Google, jadi iseng searching-searching. Trus jadi malah tau beberapa hal.

Lainnya:

  • Loh… ada Salsabeela lain, tapi yang ini udah merit. Mudah-mudahan nanti gue bisa secantik Salsabeela yang ini :)
  • Baca di Majalah Prodo edisi January 2008, ada surat pembaca yang katanya terinspirasi dengan artikel tentang keuangan di Prodo Desember, juga tentang Frugal Lifestyle yang diperkenalkan oleh Aulia Halimatussadiah. Weleh. Jadi nggak enak hehe. Tapi jangan jadikan saya Ibu Frugal Indonesia ya? Because I’m not ~..~; D-net Surabaya juga ngebahas soal Frugal dan akhirnya gue tersangkut hehe.
  • Ada nyebut-nyebut nama Ollie yang katanya veteran internet (haha veteran…). Bener juga sih, gue mulai pake internet dari SMP kelas 3. Waktu kuliah juga demennya nginep di warnet (Rp 15.000 dari malem ampe pagi gitu loh… nggak akan gue lewatkan) :D
  • Oh ya, demen ama Danny Noriega yang baru tereliminasi dari American Idol? Nggak usah sedih, add aja Danny Noriega di MySpace :)

Udah gitu dulu lain kali diupdet lagi ya :p

Launching Biografi Titiek Puspa: A Legendary Diva

Mar 11, 2008 Author: Ollie | Filed under: Events

“Yuk makan dulu!”

Sebuah suara merdu menyuruh saya untuk memakan nasi goreng yang telah mengepul di depan kami. Saya sedang duduk di sebuah ruang makan nyaman bersama dengan 3 wanita cantik berbeda generasi.

Sebuah raket merah penyetrum nyamuk diayunkan oleh wanita yang paling dewasa, “Banyak nyamuk!” Ucapnya senewen.

Saya tersenyum. Rasanya seperti di rumah sendiri. Padahal saya duduk di meja makan seorang legenda Indonesia. Saya sedang makan malam dengan Titiek Puspa! Dan kedua wanita cantik lainnya adalah Petty, sang anak dan Yayas, cucu perempuan tersayang.

The Miraculous Journey

“Mbak Ollie! Thank you for coming!” Salam ramah dari Mas Arif, wakil redaktur majalah Prodo, menggugah saya kembali ke tempat saya berdiri, setelah sempat mengingat kembali saat-saat istimewa dimana saya berkesempatan makan malam bersama keluarga sang legenda beberapa waktu yang lalu.

Senin, tanggal 10 Maret 2008, saya diundang oleh Prodo untuk menghadiri acara launching buku biografi Titiek Puspa berjudul A Legendary Diva yang ditulis oleh Editor in Chief Majalah Prodo, Alberthiene Endah. Thank you very much for having me :)

Kesan yang saya dapat begitu memasuki tempat acara adalah, ini semua, Titiek Puspa banget. Semua terlihat glamour, elegan, fresh dan purple :) She loves purple. Even her book cover using the color purple!

Saya datang dengan mama, just thought that this event will suit her. Kita makan dan menonton selebriti yang seliweran lewat di depan mata. Sampai akhirnya diperbolehkan masuk ke tempat acara.

Meja-meja bundar diatur memenuhi ruangan. Saya bergegas ke sebuah meja no. 25 sesuai undangan. Saya mulai duduk di situ sambil membaca majalah Prodo dari goody bag yang diberikan. Tiba-tiba seseorang mengambil tempat di sebelah mama. Ia tersenyum ramah pada kami. Itu Udjo dari Project Pop.

Seorang bapak juga datang ke meja kami dan duduk di sebelah saya. Ia langsung bercerita panjang tentang perjalanannya dari Bandung ke Jakarta yang sangat challenging karena hujan lebat. Tiba-tiba kita semua seperti teman lama. Oh, by the way, bapak itu adalah sutradara senior Slamet Rahardjo. Dan gimana rasanya duduk semeja sama selebriti-selebriti? Priceless :)

The Book Launching

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya acara dimulai. Becky Tumewu tampil cantik malam itu dan membawakan acara dengan baik. Pak Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo, membuka acara dengan susah payah karena sedang sakit dan suaranya habis. Kasihan juga ya. Tapi dengan kedatangannya itu menunjukkan bagaimana Titiek Puspa dihormati dan disayangi oleh semua kalangan. Termasuk saya yang sejak siang juga sudah dilanda migraine hebat tapi berusaha tetap datang ke acara (loh kok nyama-nyamain ama Gubernur hehe).

Setelah Pak Fauzi Bowo selesai membuka Acara, Pinkan Mambo muncul di panggung dan menyanyikan lagu Si Hitam. Seperti biasa, gayanya centil dan segar. ‘Loncat’ kesana kemari kayak bola bekel. Lincah banget. Performance dilanjutkan oleh Acil Bimbo. Duh suaranya merdu sekali menyanyikan Sendiri dan Adinda.

Prosesi peluncuran bukunya sendiri dimulai dengan gendang yang dipukul bersahut-sahutan. Kemudian dalam gerakan slow motion, sebuah layar yang dibentuk seukuran buku raksasa keluar dari balik layar. Ternyata, bukunya benar-benar ‘diluncurkan’ dalam arti sebenarnya :D Great concept :)

Mbak Alberthiene Endah memaparkan sebagian isi buku. Kami memandangi slideshow yang bergantian menampilkan foto-foto Titiek Puspa semasa muda hingga saat ini. Saya teliti wajah muda penuh semangat di wajah Titiek Puspa dan saya lihat wajahnya sekarang. Tidak banyak berubah, semangat, jiwa muda dan wajah cantik itu masih disitu. Lengkap dengan wisdom dan keikhlasan dalam menempuh hidup, yang semakin terpancar. Eyang Titiek Puspa memang istimewa sekali.

Tak lama, sang legenda keluar untuk menyambut tamu-tamunya dengan menyanyikan lagu Chandra Buana. She looks great in her gown. Selesai nyanyi, Titiek Puspa langsung menyapa tamu-tamunya dengan gayanya yang kocak dan segar. Benar-benar entertainer sejati.

Kejutan

Di daftar acara tidak ada wajah atau nama dari bapak yang satu ini. Titiek Puspa memanggilnya “Dik”. Dan hampir semua orang tertawa mendengarnya. Kenapa? Karena yang dipanggil “Dik” adalah tak lain dan tak bukan adalah Jenderal Wiranto. Tak disangka, “Dik” Wiranto mulai melafalkan sajak dari Kahlil Gibran tentang cinta. Itu nggak pake teks lagi alias dihapal. Ya ampun. Bingung deh. Kok bisa gitu ya hehehe. Nggak nyangka aja.

Yang tambah bikin shock adalah pas Pak Wiranto mulai menyanyikan lagu Cinta, disertai background bunga-bunga berbentuk hati di belakangnya. Awalnya shock karena nggak percaya. Yang kedua shock karena, OMG, suaranya Pak Wiranto itu bagus banget. Applause paling kenceng of the night adalah pas performance-nya Pak Wiranto malah. Benar-benar nice surprise :)

Bing

Grace Simon muncul dipanggung dan menyanyikan lagu Bimbi yang sangat terkenal itu. Sedikit kesalahan teknis terjadi saat microphone milik Grace tidak mengeluarkan suara. Ini adalah mimpi buruk setiap penyanyi. Untungnya segera ada yang mengganti microphone-nya, dan Grace pun menyanyi kembali seperti tidak ada yang terjadi. Salut deh. Kalo ini terjadi sama penyanyi pemula, mungkin udah pingsan hehe.

Setelah lagu Bimbi selesai, Titiek Puspa keluar lagi ke panggung dan berduet dengan Grace untuk menyanyikan lagu Bing.

Lagu Bing yang sangat mengharukan ini dibuat saat Almarhum Bing Slamet yang bersahabat dengan Titiek Puspa meninggal dunia. Di sela airmata dan kesedihan yang tak tertahankan, Titiek Puspa menuliskan ratapan hatinya ke sebuah disposal bag di dalam pesawat. Lirik dan melodi lagu Bing pun jadi saat itu juga. Penuh penghayatan dan kesedihan yang menyayat hati.

Penghujung Malam

Vina Panduwinata dan Titi Dj malam itu pun berhasil memukau penonton. Masing-masing menyanyikan lagu Cinta Putih dan Gadis.

Acara diakhiri dengan penampilan dari 3 T, Titi Kamal, Titi Dj dan Titiek Puspa. Mereka menyanyikan lagu Dansa Yuk Dansa.

“Titi Kamal kan nggak pernah nyanyi?” Bisik mama.

“Mendadak dangdut, ma!” Dan itu cukup untuk mengingatkan mama bahwa Titi Kamal memang pernah menyanyi.

Anyway, saya nggak akan pernah bisa menilai Titi Kamal dengan fair, karena cemburu dengan wajah cantiknya dan tentu saja iri dengan pacarnya yang luar biasa ganteng, Christian Sugiono. (hehe)

Pulang

Acara berakhir dengan keluarnya seluruh artis pada malam itu ke panggung. Saya bergegas keluar karena malam sudah semakin larut. Di pintu keluar, dibagikan buku biografi Titiek Puspa “A Legendary Diva” dengan sampul Hard Cover.

Congratulations untuk Eyang Titiek Puspa dan Mbak Alberthiene Endah. Terimakasih untuk acara peluncuran buku yang spektakuler dan buku yang luar biasa ini.

Saya belum baca bukunya, tapi saya tahu, saya akan menikmati dan belajar banyak dari setiap halaman buku ini.

Anda juga berminat belajar dari Titiek Puspa? Pre-order bukunya, hanya di Kutukutubuku.com :)

Flickr PhotoStream

  • Belitung Island - Hidden ParadiseBelitung Island - Hidden ParadiseBelitung Island - Hidden ParadiseBelitung Island - Hidden ParadiseBelitung Island - Hidden ParadiseBelitung Island - Hidden Paradise

Sponsors

Toko Buku Online Kutukutubuku Hobitanaman.com gamexeon.com heartyboutique.com

Recent Comments

Top Commentators