It’s all about writing, photography, books, design, business, internet and love
It’s Zapin Night at Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. The event held by Bengkalis Authority and Yayasan Panggung Melayu. The stage was colorful and ready to have performances from Zapin singers dan dances. But, what is Zapin exactly?
I’m Indonesian and I thought Zapin was Serampang 12 from Aceh. Hehe. Totally WRONG. Zapin is a package of traditional music, dance and singing, of Bengkalis. It has a great influence of Middle East style of dance and also Melayu style of singing.
The event was all about Zapin Album launching and the announcement of Zapin Singing Festival’s Winners. It began with various speech from the chief, Asrizal Nur, Regent of Bengkalis, H. Syamsurizal, and many more. They’re hoping that Zapin will be widely known as Bengkalis treasure and could contribute more as one of Indonesian rich culture.
The night was also the BIG night for Zapin Idol finalist (hehe I prefer to called it that way, sounds more modern :p). The judges decided that the first winner of Zapin Idol was Lansyah Ruzh. He was also performing that night, singing a Zapin song beautifully. He deserves to be a winner
Then the dancers came out! It was the performance that I’ve been expecting since minute one. Rika, Chandra’s wife, was one of the Zapin dancers and I can’t wait to see her perform. But minutes later I realized that I couldn’t find her around the dancers. They’re all looked the same with the hijab
But I’m really happy to see them, the rythm was perfect, the move was also dynamic, I loved it! Congrats on the beautiful dance, Rika!
I hope this event was not the last cultural events that I see this year. I fully support Visit Indonesia Year, 2008. And I hope government would give more attentions to cultural events and give us the information of fix schedules about it.
Check out more of Zapin Festival Pictures on Flickr.
Watch the Zapin Dance on Google Video below

Interview with Seputar Indonesia,
originally uploaded by Si Ollie.
Sebagai penulis dan pelaku bisnis, saya sudah diwawancara oleh banyak media. Baik media cetak, elektronik (radio dan televisi), internet maupun untuk keperluan riset/tugas/thesis seseorang. Dan selama ini saya selalu beranggapan betapa enaknya mereka yang make a living by asking somebody questions. You know, kayak Oprah, yang ngobrol-ngobrol di depan kamera dan jadi seleb wanita terkaya di Amerika. Tapi ternyata melakukan wawancara itu nggak mudah sama sekali!
Kesulitan itu saya rasakan ketika akan mewawancarai penulis untuk kolom Meet the Writer di Kutukutubuku.com. Perlu dipertimbangkan banget isi pertanyaan dan kira-kira nanti result yang didapatkan oleh pembaca itu kayak gimana. Kalo ngobrol nggak ada juntrungannya kan sama aja ngegosip.
Jadi wawancara itu sebenernya adalah ngobrol dengan tujuan, yang dengan hasil ngobrol itu, akan menjawab beberapa pertanyaan penting yang sebelumnya nggak ketahuan.
Terus gimana dong biar sukses mewawancarai orang?
Ya siap-siap dong…
Pertama, riset untuk cari bahan tentang topik atau tokoh yang akan kita wawancarai. Google akan banyak banget membantu dalam hal ini.
Kedua, fokus. Siapkan tema apa yang akan kita bicarain pada interview ini. Misal, kalo janjiannya mau ngobrol soal bisnis, ya jangan ntar tau-tau tanya soal kehidupan pribadinya. Kalo orang yang di-interview sifatnya tertutup kan nggak enak juga.
Ketiga, siapkan jadwal wawancara. Lebih baik hubungi dulu untuk janjian. Jangan langsung minta wawancara ditempat, unless dia adalah selebriti ya hehe. Wawancara face to face itu cara terbaik karena bisa sambil lihat gesture, cara bicara, dan pertanyaan juga bisa berkembang dari jawaban-jawaban yang diberikan. Kalau terpaksa bisa by phone dan kalo mentok bisa by email.
Keempat, tanyakan pertanyaan yang tepat. Buka wawancara dengan pertanyaan terbuka, alias bisa dijawab dengan panjang lebar instead of cuma ‘yes’ or ‘no’. Contoh, “Bagaimana Kutukutubuku.com pertama kali dibangun?”. Ini pertanyaan pertama yang udah ratusan kali gue jawab. But yet, lebih baik daripada, “Anda pemilik kutukutubuku kan?”. Hehehe. Lanjutkan dengan dua pertanyaan bersambung yang saling berkaitan, “Apa rencana Kutukutubuku.com ke depan dan bagaimana meraihnya?”. Kemudian tutup dengan pertanyaan, “Oke, apa ada hal lain yang ingin disampaikan regarding this topic?”
Kelima, REKAM wawancara itu. Saya menulis wawancara saya dengan Andrea Hirata di sebuah kertas. Akhirnya:
- Kertas tersebut ‘hilang’ selama 5 bulan sebelum saya temukan kembali
- Ketika saya temukan, saya tidak dapat membaca lagi tulisan saya sendiri
- I’m missing the point.
Dua wawancara terakhir yang saya lakukan (saya yang diwawancara) adalah dengan Nadine, mahasiswa sebuah universitas di Jerman yang meneliti soal blogger di Indonesia dan dengan Wulan Cs, mahasiswa Binus yang mendapatkan tugas untuk mewawancarai pengusaha sukses hehehehe
I think they’re doing it well. Bisa menjahit pertanyaan sebelumnya, dengan next questions. You know, bisa saja gue kasih tau, “Iya penjualan bulan pertama saya Rp 1 Milyar!”, dan pewawancara menanggapi dengan, “Oke, jadi Anda berbintang Gemini?” alias nggak nyambung. But nggak pernah ada kejadian kayak gini kok. They’re all doing a great job and now I want to share it with all of you
Selamat mewawancarai orang
Ps: I’m going to need this skill very soon haha. I need to hire book lovers. Ada yang mau saya wawancara? Tell me why should I interview you, and give your cv as well, to career@kutukutubuku.com. Thanks!
For me, heels isn’t just about style. It’s about self confident. It’s about optimism. It’s about high spirit.
I wear high heels on a cloudy day, to create a better mood, and a better day. A great heels would never cause you trouble by its price. This one I bought recently for only $8.
So, do you have a special relationship with your shoes?

FYI, we’re not celebrating valentine
(padahal baju kita berteriak HAPPY VALENTINE dan dilanjutkan dengan bagi-bagi cokelat hahahaha)
Kemarin nonton acara sisi lain, membahas pasar barang-barang bekas di Jakarta. Mungkin bakal berguna kalo gue tulis lagi disini, secara gue juga adalah garage sale lover
Happy Hunting ![]()