Pertama kali gue baca resensi ‘The girls of Riyadh’ itu disebuah majalah wanita. Karena buku ini katanya berisi kisah a la sex and the city versi Arab, maka buku ini pun dilarang beredar di Arab Saudi. Jadi tambah penasaran aja gue. Years later, tepatnya Desember kemarin, buku versi Indonesianya dirilis. Wah, tentu saja langsung gue grab dan habis dalam sekali telen.
Penulis buku ini ceritanya telah memberanikan diri untuk menulis kisah-kisah hidup sahabatnya, para gadis Riyadh, yang rata-rata agak tragis. Setiap minggu, kisah sahabat-sahabatnya (Qamrah, Sadim, Michelle dan Lumies) diposting di milis dan telah menuai kehebohan nasional karena cara bertuturnya yang blak-blakan.
Kisah-kisahnya ‘klasik’ dan bakal ada di belahan dunia manapun. Tentang percintaan, seks bebas, pengkhianatan, orang tua yang ikut campur, pelanggaran norma, dan semua yang ‘sudah biasa’ muncul di topik-topik cerita barat. Kenapa yang ini heboh? Karena semua terjadi di Arab Saudi. Negara dengan hukum Islam yang dijalankan dengan ketat.
It’s very interesting how Rajaa (penulisnya), menggambarkan tentang versi laki-laki (dan wanita) Arab yang taat, setengah taat dan tidak taat agama, lengkap dengan ciri-ciri masing-masing. Kok sama aja kayak di Jakarta hehe.
Baca buku ini tanpa menghakimi atau mengerutkan kening. That way, we’ll eventually feel related to Rajaa stories.
Berikut cover ‘Girls of Riyadh’ or ‘Bnat al Riyadh’ dalam versi Amerika dan Arab.

Versi Indonesianya bisa dibeli dengan diskon 15% di kutukutubuku.com

8 comments
dina says:
Jan 28, 2008
hi ollie… tadi pas mampir barnes & noble langsung beli bukunya. mahal juga soalnya masih hardcover (USD 24.95). untung udah member jadi dpt diskon 10%. gpp sekali2, abis penasaraaaaan…
[Reply]
mila says:
Jan 31, 2008
langsung meluncuuurrrr ke kutukutubuku, hari ini dikirim and besok dah sampe katanya. can’t wait niy.
[Reply]
rahma hayati says:
Feb 20, 2008
Gw udah baca bukunya dari 12/1/08. Miris juga, karena ternyata kehidupan wanita yang dekat dengan tanah Rasul itu ga jauh beda dengan di dunia bagian Barat. Tapi Bravo bwt Alsanea, dokter gigi aja bisa nulis bagus gitu, waaaaa….gw aja yg kerjaannya nulis tulis masih jauh dari kata ‘BAgus’ (he..he..he..)
[Reply]
Kantongin » Kisah Pemulung Beras says:
Apr 24, 2008
[...] The Girls of Riyadh [...]
HERVANS YANDO says:
Apr 24, 2008
salam2 aja buat nusantara indonesia yang tercinta, yang kini tak terlepas dari sgaa-galanya, walau sahabat-2 rindu bergabung dengan mutiara hitam west papua, please and kontack to me via email @yahoo.co.uk">hervans_yando@yahoo.co.uk and bener-bener gue bangga atas kedatangan salam-salaman dari sahabat muda se indonesia.
[Reply]
octa says:
Apr 30, 2008
So amazed!!
ga nyangka kehidupan para gadis disana kayak gtu.
tulisan itu membuktikan bahwa wanita saudi ingin keluar dari kungkungan tradisi dan budaya yang tidak memberikan mereka kebebasan.Penulis juga ingin membuka mata dunia lewat tulisannya, sekaligus memberikan gambaran yang sebenarnya tentang para gadRs di saudi khususnya Riyadh.
I Support Her.
[Reply]
vipvien says:
Oct 19, 2008
buku na keren yah……..
ga nyangka itu nyata………
[Reply]
Ollie says:
Oct 19, 2008
[Reply]