It’s all about writing, photography, books, design, business, internet and love
Are you happy at work?
Jawaban dari ini bervariasi banget. Biasanya mayoritas akan menjawab TIDAK. Sebabnya macam-macam. Mulai dari kerjaan yang tidak sesuai dengan keinginan, rutinitas yang membosankan, kesibukan yang menggila, lembur melulu, rekan kerja yang tukang gosip, karir mentok, gaji pas-pasan, hingga bos yang galak. Semua itu bisa jadi faktor ketidakbahagiaan di tempat kerja. Begitu ketemu hari Jumat, selalu bahagia, karena besok libur dan gak perlu ke kantor. Hari minggu sore mulai mellow karena besok harus ke kantor. Sounds familiar?
Well, sebaiknya kita mulai mencari cara untuk menjadi bahagia di tempat kerja sebelum pelan-pelan tanpa kita sadari, kita menjadi stress dan pada saat kita sadar, semuanya sudah terlambat.
Mulailah berusaha…
This post is dedicated to several of friends who’ve trapped in frustrations toward their jobs and ended up suffer bad traumatic injury in their head.
Yesterday was also kutukutubuku.com #1 manager’s birthday. Wish you a happy birthday, Henny, and I hope you really create those next actions soon
Pictures and story about Henny’s birthday, menyusul.
Pagi-pagi pergi meeting di J.co Plaza Semanggi, ada internet gratis tapi nggak ada colokan. Nasib deh laptop setengah baya gue yang baterenya dah jebol, terpaksa nggak bisa dipake lama-lama. Akhirnya cuma bisa bengong ngeliatin Radit dan Angel sibuk browsing pake Mac-nya masing-masing *ngiri*

Abis meeting, makan (Nasi Fu Yung Hai Solaria as always), dan ke Gramedia (masak 20 lembar kertas re-fill untuk organizer gue harganya Rp 7.200?? Ini pemerasan!), akhirnya gue, Angel dan Unwinged berangkat ke JCC. Tujuan utama adalah ke Indonesia Book Fair dan ke Indocomtech 2007.

Sampai di JCC kebingungan kenapa kok bisa-bisanya parkiran penuh padahal ini hari Kamis jam 3 sore. Ini mobil dari mana aja ya?
Trus akhirnya dapet tempat parkir agak jauh. Dan hujan pun turun dengan lebatnya. Karena payung cuma satu dan orangnya ada 3, akhirnya lumayan deh basah dan kedinginan. (Pengorbanan untuk lihat pameran :D)
Langsung terjun ke pameran buku, lihat sana sini, kenalan sama berbagai supplier dan toko buku lain, trus pas di stand Mizan, ternyata ada siaran ulang wawancara Andrea Hirata di Kick Andy. I was so excited! Gue dan Angel berdiri menonton Andrea Hirata di tv. Wah rasa penasaran gue akhirnya terpuaskan!

Dari pameran buku, langsung ke Indocomtech 2007. Pameran komputer ini selalu ramai dengan peminat. Baru jalan dikit dah ditawarin Asus EEE. Lah, ini kan sama kayak notebook yang ditawarin Mas Harry Sufehmi (gue udah indent dari beberapa bulan yang lalu, katanya sih seharga $200, tapi kok dijual di pameran Rp 3.500.000 ya?). Akhirnya gue duduk dan menjajal notebook imut ini. Ternyata sulit sekali mengetik di space sekecil itu. Tapi, overall kalo dipake buat meeting, ini dah oke banget. Secara ni notebook ukurannya kecil, praktis dan stylish. Ada WiFi dan kamera digitalnya pula

Spec. Asus EEE PC 701
Display 7″ WVGA (800×480)
Processor 900 Mhz Intel Celeron M ULV 353
Chipshet Mobile Intel 910GML
Graphics Intel GMA 900
Memory 512 MB
Storage 4 GB SSD
OS Customized Xandros Linux
Comm 10/100 Mbps, 802.11b/g
Ports 3 USB 2.0 (MM)/SD(HC)
WebCam VGA (640×480) (optional)
Battery 4-cell (5200mAh)
Weight 0.92 kg
Color Pearl White
Di bagian Mangga Dua, gue beli SD card 1GB (Rp 75.000) dan Tinta Printer HP (Rp 274.000). Loh emang buat apa SD Card? Buat kamera baru gue Canon Ixus 75
Ceritanya karena Canon ixus i gue rusak, gue diminta bayar biaya perbaikan sebesar Rp 1,2 juta. Atau pilihan lain adalah trade-in dengan menukar kamera itu dengan yang baru. Tinggal tambah 2 juta katanya. Ya udah deh. Review lengkap tentang kamera baru gue ada di Gamexeon. I love it so much

Overall, gue seneng banget dateng ke Indocomtech dan Book Fair ini. Basically karena buat cuci mata aja ya hehe. Tapi nggak ada produk yang ‘wah’ banget tahun ini. Semuanya biasa saja…
Setelah gempor, baru deh menyeret kaki untuk pulang. Besok ke sana lagi ah… belum puas hunting-hunting buku murah!

Menjadi Saudagar Maya. Itulah judul artikel di kolom Beranda, Media Indonesia Minggu (11 November 2007). Di dalam artikel itu ada cerita soal kita dari Kutukutubuku.com yang sudah mengambil keputusan penting dalam hidup untuk terjun full time ke bisnis online.
Flashback ke tahun 2006 lalu, saat itu kita baru launching sekitar 2 bulan, dan tiba-tiba di suatu malam, Mbak Hiko dari Media Indonesia SMS dan meminta janjian wawancara. That was our first interview with a media. Saya langsung telepon Angel dan Kitin sambil teriak-teriak excited dan kemudian berdiskusi besok akan pake baju apa, pake make-up apa nggak, dan hal-hal nggak penting lainnya.
Kemudian setahun kemudian, dihubungi lagi dengan Mbak Hiko, dengan keadaan yang udah berbeda 180 derajat. Kalau dulu masih interview di kantor lama dengan status karyawan, sekarang sudah di kantor sendiri dengan titel entrepreneur.

Mbak Hiko datang sambil mengitarkan pandangan ke kantor Kutukutubuku.com. Terdengar ungkapan terkesan dari mulutnya. Maklum, Mbak Hiko lah salah satu saksi hidup (kayak perang kemerdekaan aja haha) dari keadaan Kutukutubuku.com di saat baru awal-awal didirikan. Perkembangannya yang pesat membuat Mbak Hiko lancar dalam mewawancarai kita. Sepertinya secara pribadi Mbak Hiko penasaran dan terinspirasi untuk membuat toko online sendiri
Well, seperti yang berkali-kali saya sampaikan, bisnis online itu mudah dan murah. Yang diperlukan hanya mimpi, tekad, dan niat. Loh, konsep, strategi dan sebagainya gimana? Serahkan sama TukuSolution.com ![]()
Salah satu cara untuk sukses dalam hidup adalah dengan bergaul. Semakin banyak teman/relasi, semakin besar kemungkinan kita mendapatkan kesempatan. That’s explain why I sign-up in so many social networking hehe.
Seni bergaul dapat dilakukan dalam tiga cara:
Jadi, sudahkah Anda bergaul hari ini?
Kemarin saya menyetir lagi setelah 2 tahun lebih vakum. Mengapa vakum? Karena ngeri dengan kemacetan yang terjadi di Jakarta pada waktu itu. Dan mengapa kemarin saya menyetir lagi padahal kemacetan telah bertambah di beberapa spot pembangunan dan penggalian di seluruh antero Jakarta? Pertama karena saya sudah agak lupa dengan trauma kemacetan yang terjadi saat saya bawa mobil dulu dan kedua karena saya ingin mencoba menggunakan mobil dengan transmisi automatic.
Riwayat menyetir saya dimulai sejak SMA. Dengan mobil yang minus power steering, saya rasa saya sudah cukup menguasai benda itu di daerah tempat tinggal saya (di luar Jawa yang relatif sepi traffic-nya). Tapi pas pindah ke Jakarta, semua buyar. Hari pertama turun ke jalan saya kena macet hingga 3 jam yang menyebabkan otot kaki serasa ketimpa gajah. Sejak saat itu kapok nyetir di Jakarta.
Saya baru mau mencoba lagi setelah ada opportunity untuk bawa mobil matic yang konon bisa membawa banyak kemudahan untuk mengatasi kemacetan Jakarta. Hoho… lubang galian di belokan Kemanggisan Raya, yang menyebabkan keruwetan dan kemacetan tambahan di daerah yang udah terkenal macet itu pun bisa saya hadapi dengan senyum. Begitu juga saat melewati penyempitan jalan akibat pembangunan jalur Busway di depan RS Harapan Kita. Juga saat macet lagi di jalan menuju Pancoran (masih karena jalur Busway). Dan juga di… hehe… nggak ada habisnya. Tapi intinya, titik-titik macet baru di Jakarta yang bermunculan bisa saya hadapi dengan senyum lebar.
Tapi… JEGER.
Petir. Hujan. Lebat. Sekali. OMG.
Sudah ketebak, dalam beberapa menit air menggenang, mengalir deras, menggulung-gulung. Sekarang meskipun macet, saya tidak bisa tersenyum. Deg-degan setiap kali melewati genangan air yang tingginya dengan cepat meningkat. Mobil sedan ini bisakah melewatinya? DEG. DEG. DEG.
Akhirnya setelah dua jam yang menegangkan melewati banjir, ditambah macet panjang pasca hujan, saya sampai juga di rumah. SIGH. Dengan menghela napas saya mengelus mobil hitam itu.
See you later, beautiful. Sampai ketemu lagi kapan-kapan. Mungkin nanti setelah ada keajaiban yang merubah kota Jakarta, atau mungkin setelah saya lupa akan trauma hari ini… yah… mungkin… 2 tahun lagi.
Ps: Mom, I wanna move to Purbalingga
Pss: Angel, I’m not going to office anymore. I’m working at home
Psss: Just kidding