It’s all about writing, photography, books, design, business, internet and love
“MERUNDUK!!!”
Gue spontan berteriak sambil menarik unwinged untuk merunduk di lantai rumah gue, dari kejauhan tampak berkas sinar masuk melalui jendela kaca ruang depan.
“Pssstt… hati-hati 47… ada yang mengintai kita!”
Unwinged yang tersungkur di lantai menatap gue dengan khawatir.
“Kamu udah gila ya!”

Huaheuehue… beginilah kejadian nyata yang terjadi setelah kita berdua pulang dari nonton film Hitman. Kata Goldy, gue terserang Hype. Suatu kondisi dimana seseorang over excited about something yang baru dialami/dilihat/ditonton/dibaca.
Hitman adalah video game yang difilmkan dengan cukup sukses. Terutama karena pemeran utamanya, Timothy Olyphant, bermain apik di film ini. At least, gue berpendapat kalo karakter Agen 47 yang diperankan sama dia itu ‘dapet’ banget! Mulai dari ‘karakter pembunuh berdarah dingin’ yang showed in his face, sampai ketajaman matanya yang bener-bener cool abis.
Hitman would be popular di kalangan cewek. Nggak tau deh kalo cowok suka apa nggak hahaha LOL. Yang jelas, gue jatuh cinta sama Agen 47. Bagaimana dengan Anda? Tonton dulu kali ya
I’m going to Surabaya this afternoon. I’ll see you there!
Sudah lama banget nggak pegang kamera, jadi pas kemarin Dhani ngajak ke Adira Kenduri, gue langsung memaksakan diri (ya karena sebenernya gue dan Goldy perlu melalukan hal lain). Gue kesana sore setelah seharian di kantor.
Kenduri itu artinya seperti event makan-makan. Jadi kebayangnya sih bakalan penuh dengan makanan. Ternyata emang bener hehe. (ya iyalah).
Ini pertama kali gue ke Gedung Arsip. Dari dulu pengen banget sih lihat-lihat kesini karena katanya bagus buat Wedding Venue (ehm).

Baru masuk, Alhamdulillah dapet parkir. Rejeki. Trus masuk dan dimintain uang masuk Rp 20.000. Oh bayar ya?! Gue dan Goldy ngumpulin harta benda, total cuma terkumpul sekitar Rp 60.000. Ya sudah, direlakan deh tuh Rp 40.000 buat bayar uang masuk. Sisa uang = Rp 20.000.
Sampai di dalam langsung ngeliat Dhani yang tampangnya kucel dan item. Ni anak pasti dari pagi bejemur. Setelah panggil-panggil, say hi, dapet kue gratis, dan beberapa saat haha hihi, gue pun mulai potret-potret sekeliling. Well, I’m definitely losing my touch in term of deciding the best angle of every object. I’m really disappointed with myself. Harus lebih banyak latihan
Setelah foto-foto, mulai kehausan dan memutuskan untuk beli minum. Kudu pake kupon yang belinya sama Mbak Kupon. Karena duit tinggal Rp 20.000, jadi gue tuker kupon cuma Rp 10.000. (dapet 2 kupon). Kupon pertama akan gue tukarkan dengan dua gelas es teh manis yang segar. Sayangnya, meskipun stand makanan ada kira-kira 20 stands, tapi stand minuman segarnya cuma satu. Akibatnya mengantri dengan cukup bikin marah.
Setelah dapet minum kemarahan mereda. Trus dengan riang gembira kembali jalan mencari makanan. Makanannya macam-macam dari berbagai sudut nusantara. Tapi gue paling berminat sama Mie Kepiting Pontianak dan Mpek-Mpek. Setelah ditanya dan harga Mie Kepiting adalah Rp 15.000, gue memutuskan untuk beli Mpek-Mpek Rp 10.000 dan berarti kudu beli kupon satu lagi. Akhirnya uang kita berdua habis tak berbekas. Setelah dicoba nggak ada yang spesial dengan Mpek-Mpeknya. Well…
Sambil duduk makan Mpek-Mpek dan menunggu band yang tak kunjung bermain, gue motret-motret suasana plus langit. Setelah diperhatikan lagi di rumah, ternyata gue berhasil memotret penampakan UFO di tiga foto yang gue ambil. Hiiiiyyyy…! Si Goldy yang demen hal-hal berbau UFO, langsung girang banget. Lihat Foto UFO 1, UFO 2, dan UFO 3 di Flickr gue. (Yah, semoga itu beneran UFO, biar gue nggak dibilang nipu haha)

Setelah capek di dalam dan kehabisan uang, kita keluar. Tertarik juga lihat orang kipas-kipas sate, ternyata lagi ada pemecahan rekor MURI pengipas sate terlama. Alamak. Tangan bisa bekonde tuh!

Pulang aah! Bayar parkir Rp 2.000 pake recehan di mobil. Trus kita melaju pulang.
“Bun… laper ga?”
“Laper…”
“Martabak Har yuk…”
“Masa habis pergi kenduri, makan di luar lagi…”
“Hehe…”
Moral of the story: kalo pergi-pergi jangan lupa ambil duit di ATM dulu

Sesuai saran Angel, gue pengen bikin reading section di kamar gue. Tinggal nambahin kursi nyaman ini bersama lemari buku plus sedikit cat warna pastel (gak pake anjing ya hehe). Di tempat ini, gue supposed to be bisa baca buku-buku baru berkualitas, mengambil intisarinya dan langsung bikin review or working whatever about it in my laptop. Kalau ngelihat sofa nyaman kayak gini tolong kasih tau gue ya.
Udah lama nggak ngomongin fotografi… secara gue adalah fotografer palsu yang sudah lama nggak hunting… tapi kali ini lagi pengen membahas sedikit tentang komposisi. Dimulai dengan tips memotret anak kecil.
Untuk motret anak-anak itu emang tricky karena mereka selalu bergerak. Jangan harap mau diam. Jadinya kita harus pintar-pintar membuat mereka bergerak seminimal mungkin. Bisa dengan ‘halus’ -> “Hayo, jangan goyang-goyang nanti fotonya jelek loh…” atau dengan kasar -> Naruh camera, pasang timer dan kita ikut di dalam foto sambil memeluk mereka erat-erat biar gak goyang hihi *gubrak*
Untuk komposisi sendiri… lebih baik jika kita menyamakan ‘level’ tinggi kita dengan anak-anak. Saya berlutut untuk mengambil gambar anak-anak di depan rumah unwinged di semarang ini.

Teknik lain justru kebalikan. Mereka kan punya kecendrungan untuk terus mendekat ke kamera. Ya silahkan saja didekati seekstrem mungkin dan foto dari atas. Hasilnya ’seru’.

Dalam komposisi teknik layering atau lapis-lapis itu termasuk penting untuk menghasilkan foto yang bagus. Selain itu, permainan warna juga penting. Pastikan ada objek berwarna kontras untuk menambah ‘kaya’ foto tersebut.
Satu teknik lagi, bagi tiga keseluruhan gambar yang ingin diambil dalam garis imajiner horisontal dan vertikal. Kemudian letakkan objek foto pada 4 kotak tersebut. Hasilnya seperti ini…

Di sini layernya ada tiga, langit, rumput dan tanah. Kemudian ada warna kontras dari atap rumah. Sapi pun yang diletakkan di bagian 4 kotak imajiner itu. Gimana? Gampang kan. Tempat ini berada di halaman Undip, Semarang.
Satu trik yang juga berguna, tiap ada pemandangan, bisa sertakan elemen daun dari pohon untuk membingkai foto Anda dengan cantik.

Selamat menikmati fotografi! 
Sore-sore bingung mau kemana setelah ‘gagal’ pergi ke JGTC. Akhirnya gue dan unwinged memutuskan untuk nonton pelem. Liat-liat 21cineplex.com, ternyata ada beberapa film baru. Trus meluncur deh ke RottenTomatoes untuk melihat masing-masing movie review-nya. Ternyata hasil filter dari RottenTomatoes menunjukkan bahwa Beowulf mendapatkan nilai review tertinggi yaitu 71%. Ya udah. Let’s go!
Biasa deh kita suka last minute, akhirnya sampe di 21 Planet Hollywood terlambat 15 menit. Tergopoh-gopoh masuk dan duduk. Saat itu lagi liat monster yang menyerang seorang wanita dan laki-laki tua. Kita duduk selama 5 menit baru sadar kalo ada yang aneh dengan film ini.
OMG… ini film ANIMASI ya! *baru sadar*
Trus sempat juga sih wondering jangan-jangan kita salah masuk studio, tapi ya kita bertahan aja di situ sambil menyimak ceritanya.
Ternyata ceritanya bagus banget sodara-sodara. Diawali dengan kedatangan Beowulf untuk memusnahkan monster bernama Grendel yang telah mengganggu ketentraman warga. Cerita berlanjut dan mengalir dengan enaknya, mengangkat sisi humanisme yang kental (cinta, kesetiaan, anak haram haha).
Orang rata-rata penasaran pengen liat Angelina Jolie tanpa busana di film ini. Yah well, apa pun alasannya, I agree that this movie is highly recommended.
OOT: Get a glance of Kutukutubuku.com Manager’s birthday surprise video on YouTube and some pictures at Flickr.